
Clara bergumam sambil menatap sosok laki-laki yang tertidur lelap diatas kursi, Clara menatap dengan senyuman yang lembut ke arah sosok laki-laki yang tertidur itu. Clara yang melihat betapa lembutnya rambut sosok laki-laki yang tertidur lelap langsung tanpa sadar tangan bergerak menyentuh, beberapa helai rambut yang berantakan milik sosok laki-laki yang tertidur di depannya.
Laki-laki yang didepannya tertidur membuka mata karena merasa ada sesuatu yang bergerak di atas kepalanya, pada saat dia membuka mata bukan hanya Clara yang terkejut tetapi sosok laki-laki itu juga terkejut melihat Clara berada di depannya saat itu juga.
Melihat sosok laki-laki yang telah bangun, perasaan bersalah Clara kembali tiba, karena keras kepalanya dirinya kepada Dain. Clara menundukkan kepalanya tanpa memandang wajah sosok laki-laki di depannya.
"Clara, kenapa kamu menunduk? Apakah ada masalah?" tanya sosok laki-laki di depannya dengan tatapan khawatir memandangi gadis yang tertunduk di depannya saat ini
Clara hanya diam tidak menjawab pertanyaan itu karena masih sedikit bersalah dengan Dain yang sebenarnya khawatir kepadanya, tetapi Clara juga tidak ingin dianggap sebagai gadis yang lemah oleh tunangan yang sangat dia cintai.
Baik Clara dan Dain saling duduk diam tidak berbicara, seperti tidak ada lagi topik yang bisa di bicarakan atas kesalahan masing-masing sampai sosok laki-laki itu tiba-tiba membuka mulutnya untuk menjawab ucapan dari
"Clara, maafkan aku karena terlalu egois tanpa mempertimbangkan dirimu dulu,"
"Maaf, karena terlalu berlebihan tetapi aku tidak ingin kehilangan dirimu, kamu satu-satunya yang mengerti denganku," ucap Dain dengan kepala tertunduk dan senyuman pahit seperti merasa bersalah kepada Clara
Clara seketika langsung mendongakkan kepala menatap Dain yang menunduk merasa bersalah di depannya. Dengan kerutan kening yang muncul di kening Clara, Clara dengan cepat menggenggam tangan Dain dan menggelengkan kepalanya tidak setuju.
"Aku yang seharusnya minta maaf karena terlalu egois dan bersikap berlebihan padahal kamu sangat khawatir denganku,"
__ADS_1
"Tapi aku juga ingin bisa mem-"
"Aku tau, tapi sekarang kita lupakan masalah itu bagaimana? Aku ingin menghabiskan waktu denganmu malam ini," ucap Dain dengan tatapan yang menawan di mata Clara membuat Clara sedikit terkejut dengan tatapan yang di tunjukkan oleh Dain apalagi tangan Dain yang menggenggam tangan Clara dengan erat dan di ciumnya telapak tangan milik Clara
Clara yang melihat Dain menggodanya seperti itu menunjukkan wajah memerah tomat dan jantung yang berdetak dengan cepat hingga membuat Clara berpikir, apakah suara jantungnya terdengar oleh Dain atau tidak oleh laki-laki yang menggoda dan menawan di depannya saat ini.
"Clara, kamu tidak ingin menghabiskan malam bersamaku?" ucap Dain dengan tatapan yang membuat hatinya luluh dan di jawab dengan anggukan dan pandangan ke arah lain
Kedua orang itu berpelukan di malam yang dingin, Clara yang berada di dalam pelukan merasa sangat hangat dan tenang seperti ada yang melindungi dirinya, keduanya berbincang hingga akhirnya Clara tertidur di dalam pelukan hangat sosok laki-laki yang dia cintai. Sedikit mengejutkan untuk sosok laki-laki itu tetapi dia juga sangat senang melihat betapa manisnya gadis itu tertidur dengan nyaman dan manja di dalam pelukannya.
Tidak lama kemudian pintu ruangan itu terbuka dengan bunyi yang tidak terlalu keras, tapi mampu membuat Dain sadar kalau ada yang mengintip dan terlihat mata dari pintu orang-orang yang mengintip dengan seringai yang membuat Dain menatap dengan tatapan tajam ke arah mereka yang mengintip dari pintu.
"Yah, kami tidak berpikir untuk mengganggu dirimu Dain, tetapi kami hanya ingin mencari Clara yang tidak terlihat sejak tadi,"
"Tapi siapa yang akan menyangka kalau Clara ada di sini di dalam pelukanmu,"
"Kalian sudah berbaikan sepertinya, bagus pertahankan itu," ucap Violet dengan tatapan bangga walaupun dia sama sekali tidak melakukan apapun dan hanya mengintip dari balik pintu bersama dengan yang lain
"Tidak perlu memberikan aku nasehat aku juga akan menjaganya dengan sebaik mungkin," ucap Dain yang kemudian mengecup kening milik Clara dengan lembut
__ADS_1
Setelah kejadian itu hubungan Clara dan Dain menjadi lebih baik, Sampai tibalah sehari sebelum festival perburuan yang di tunggu dimulai. Clara menyiapkan kopernya di bantu oleh kepala pelayan yang pernah mengurusnya, karena Clara selalu membawa hampir barang satu kamar, sebab tidak wajar dengan yang dilakukan oleh Clara maka kepala pelayan yang mengurusnya.
Clara melihat ke luar jendela kamarnya sebelum berangkat dengan penuh senyuman pahit mengingat kenangan yang berada di dalam mansion dengan keluarganya. Teman-teman Clara telah bersiap juga untuk ikut berangkat ke festival yang di undang oleh raja, tetapi sebelum Clara berangkat dia mengunjungi makam sang ayah dan ibu untuk berdoa untuk di jaga.
Clara kali ini memutuskan untuk berjalan kaki menuju bukit tempat pemakaman keluarganya, sesampainya di sana betapa terkejutnya sesosok laki-laki datang dengan dua buket bunga di letakkan di kedua makam tersebut, dan saat ini sedang berdoa dengan tulus di depan keduanya.
Clara yang melihat hanya tersenyum, karena tidak ingin mengganggu sosok laki-laki itu berdoa dengan tulus dan posisi berlutut di makam kedua orang tuanya saat ini, setelah selesai berdoa dengan tatapan lembut dan senyuman lembut di tunjukkan kepada Clara.
"Kamu mau berdoa sebelum berangkat bukan? Lakukanlah aku telah selesai berdoa," ucap Dain dengan penuh senyuman dan bangkit dari posisi berlututnya
Clara kemudian menganggukkan dan berjalan ke makam kedua orang tuanya dengan meletakkan dua buket bunga sambil berlutut di depannya, setelah berlutut Clara langsung mulai berdoa untuk kedua orang tuanya supaya tidak mengkhawatirkan dirinya saat ini dan nanti sebab sosok yang dia cintai telah ada di sisinya.
Angin tiba-tiba bertiup ke arah Clara yang baru selesai berdoa seolah-olah mengisyaratkan kalau kedua orang tuanya, selalu akan ada walaupun tidak berada di sisinya. Clara kemudian memeluk Dain setelah angin telah berhenti bertiup dan keduanya turun dari bukit kembali ke dalam mansion, betapa terkejutnya keduanya melihat Violet yang ribut dengan Edel.
"Kenapa kamu selalu muncul ketika aku dekat dengan yang lain?" ucap Violet dengan lantang dan tatapan tajam
"Memangnya salah aku ingin ikut dalam pembicaraan ini? Xiang juga tidak masalah aku terlibat dalam percakapan itu,"
"Kenapa kamu yang merasa sensitif?"
__ADS_1
The Duke's Only Beloved Fiancé