
Keempat Duke yang datang tiba-tiba itu ternyata hanya datang untuk bergosip dan berkumpul saja. Semua pembicaraan mereka mengenai politik sampai ke pendidikan dan hal ini membuat Clara cukup terkejut, karena Grace mengajukan pertanyaan tentang akademi yang hampir sulit untuk di masuki sebab sistem seleksi yang sangat ketat di akademi. Tidak peduli kamu putra makhota, pangeran, putri keluarga berpengaruh atau bukan selama kamu memiliki bakat dan kemampuan kamu akan menjadi seorang siswa-siswi akademi bergengsi dan bersejarah itu.
Clara tentu saja terkejut karena dia tidak memiliki bakat ataupun kemampuan yang sangat hebat untuk bisa masuk ke dalam akademi yang besar ini, jika dia menerimanya mungkin saja dirinya yang akan menjadi bahan ejekan atau pembullyan.
"Aku akan mempertimbangkan dulu sebelum aku menyetujuinya,"
"Tidak masalah bukan?" ucap Clara dengan senyuman ke arah kelima orang di depannya kemudian di jawab dengan anggukan kepala oleh kelimanya terutama Dain yang merupakan tunangannya
Ucapan Clara yang bimbang karena pertanyaan mengenai akademi yang di ajukan oleh Grace membuat Dain terlihat seperti tidak terima dengan pertanyaan yang diucapkan Grace, tetapi Dain tidak menunjukkan dengan jelas ekspresi tidak senang atau tidak terimanya ke arah teman-temannya. Karena dia tau dengan jelas menunjukkan suatu ekspresi seperti itu akan membuat orang-orang menyerang kelemahannya.
Tidak lama kemudian mereka berlima fokus ke pembicaraan yang sedikit berat hingga Clara tidak terlalu mengerti jadinya dia memutuskan hanya untuk memperhatikan sampai dia tertidur di kursi. Dain yang fokus dengan percakapan baru menoleh ke arah Clara ketika dia merasa sedikit bosan dengan percakapan serius yang dibicarakan. Entah Dain mendengarkan atau tidak pembicaraan yang di bicarakan oleh teman-temannya atau tidak setelah dia memandang ke arah Clara yang tertidur, tetapi yang jelas dia menganggap kalau saat ini adalah saat yang langka untuk dirinya yang tidak pernah melihat sosok tunangannya tertidur manis seperti itu.
Tidak lama dari itu teman-temannya yang merasa Dain sudah tidak ikut berbicara kemudian menatap ke arah samping yang membuat keempatnya langsung mengerti kenapa sejak tadi Dain tidak berbicara lagi di sebelah mereka. Karena merasa telah sangat larut dan mereka tidak ingin mengganggu waktu Dain lebih jauh dengan tunangannya, mereka berempat memutuskan untuk pulang ke mansion dan menolak tawaran untuk menginap itu.
Keesokan harinya saat Clara membuka mata, betapa terkejutnya Clara di atas kasur di sampingnya ada sosok laki-laki yang tertidur di satu tempat tidur. Clara yang melihat itu langsung bangkit dari tempat tidurnya dengan posisi duduk di atas tempat tidur itu dengan wajah sedikit memerah dan langsung mengecek kalau tidak ada yang berubah dari pakaiannya atau keanehan lain, setelah itu dia memandangi wajah sosok laki-laki yang masih tertidur di sebelahnya.
"Wajahnya tampan sih ya,"
"Tapi aku berharap dia bahagia nanti tidak seperti di cerita dalam novel," ucap Clara yang mengulurkan tangannya hampir menyentuh kepala Dain tetapi tiba-tiba tangannya di pegang oleh tangan Dain yang membuka matanya
__ADS_1
Clara yang melihat sosok laki-laki itu tiba-tiba membuka matanya, membuat Clara terkejut dan hampir jatuh dari tempat tidur, tetapi beruntungnya tangan yang dipegang tiba-tiba oleh Dain menyelamatkannya kalau tidak kepala dan badannya mungkin akan terbentur lantai.
"Kenapa kamu tiba-tiba ingin mengelus kepalaku, Clara?"
"Kamu sekarang berinisiatif untuk mendekatkan diri menggodaku?"
"Betapa nakal dan berani gadis sekarang," ucap Dain dengan tatapan dan senyuman menggoda karena ingin mempermainkan tunangan kecilnya yang menggemaskan
"Kamu... Kamu..."
"Siapa yang ingin mendekatkan diri dengan menggodamu?"
"Kamu menyebalkan," ucap Clara dengan terbata-bata dan wajah yang memerah ke arah Dain kemudian melemparkan bantal dan keluar dari kamar laki-laki itu
Dain yang masih berada di dalam ruangan hanya bisa tersenyum memandang punggung sosok gadis yang dia sukai keluar dari kamarnya
Beberapa jam kemudian Dain dan Clara bertemu di pintu besar menuju ruang makan, Clara yang masih kesal dengan ucapan Dain masuk lebih dulu tanpa menatap wajah laki-laki itu dengan cemberut. Dain hanya bisa tertawa melihat tingkah tunangannya, tetapi di mata Carl yang berada di belakang Dain dan Clara menatap itu dengan tatapan heran dengan keduanya walaupun begitu dia memutuskan untuk tidak ikut campur dalam masalah kehidupan orang lain.
Di meja makan Clara dan Dain sama sekali tidak bicara, karena suasana yang cukup canggung Dain yang tidak tahan dengan situasi pertengkaran dengan tunangannya memutuskan untuk meminta maaf kepada sang gadis yang duduk di depannya dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"Clara, kamu cemberut seperti itu akan membuat dirimu tiga kali lebih cepat tua dibandingkan perempuan muda lainnya,"
"Dan maafkan aku karena menjahili kamu berlebihan," ucap Dain dengan tatapan seperti anak anjing kecil membuat Clara tidak tahan dengan tatapan itu
Carl yang berada di dalam ruangan itu langsung keluar ruangan karena tiba-tiba dia ingin memeriksa dirinya ke dokter setelah melihat ekspresi Dain sedangkan pelayan yang berada di dalam ruangan itu hanya bisa diam dan pura-pura tidak melihat yang terjadi di depan mereka sambil menahan ekspresi serius mereka.
Tidak lama kemudian mereka menyelesaikan makan bersama, Dain meminta Clara untuk menemaninya di ruang kerja dan di saat itu juga ada sebuah surat yang datang ke mansion milik Freiheit. Clara diminta oleh Dain untuk membuka surat itu dan membacakan isi surat tersebut karena Dain masih sibuk. Ketika Clara membuka surat itu adalah surat undangan festival perburuan, Clara yang membaca isi dari surat itu terkejut karena festival perburuan seharusnya masih tahun depan di dalam novelnya. Akan tetapi karena adanya perubahan alur semuanya berjalan lebih cepat, Clara sedikit khawatir tentang yang mungkin akan terjadi karena tiba-tiba saja dia teringat dengan kejadian yang muncul di mimpi buruknya.
Perasaan yang khawatir tiba-tiba tanpa sebab muncul begitu saja, memang sangat tidak baik jika dia memikirkannya kemudian Clara menghela nafasnya dan menggelengkan kepala dengan pelan untuk menyingkirkan pemikiran buruk itu.
"Clara, jadi apa isi dari surat yang kamu baca?" tanya Dain yang menoleh ke arah Clara sambil menghentikan gerakan tangannya dalam menulis dokumen pekerjaan
"Ah isinya mengenai tentang festival perburuan yang akan tiba dua minggu lagi,"
"Keluarga kerajaan mengundang kita dan dia berharap kita bisa hadir ke dalam festival perburuan kali ini,"
"Itu saja yang tertulis di dalam surat yang dikirimkan,"
"Tapi Clara, kenapa kamu menjadi tidak bersemangat setelah membaca isi dari surat itu?
__ADS_1
The Duke's Only Beloved Fiancé