
Dain menghela nafasnya dan menatap dingin ke arah kedua gadis yang datang ke meja tempat Dain Gadis Suci makan, namun itu tidak membuat Violet ataupun Seyyal takut kepada sosok laki-laki di depannya. Tidak ada sama sekali jawaban dari Dain sama sekali, walaupun keduanya menatap dengan tajam sosok laki-laki itu.
Beberapa menit telah berlalu sejak Violet memaksa Dain untuk membuka mulut, tidak ada jawaban yang keluar dari dirinya dan tatapan mata yang dingin dan tidak seperti kosong membuat Violet merasa ada yang aneh dari sepupunya ini jadi dia mencoba untuk menggertak Gadis Suci yang berada di depan Dain.
"Nona Gadis Suci, katakan di mana Clara sekarang,"
"Aku telah mendengarkan banyak bangsawan yang berbicara kalau kamu yang membuat Clara pergi dari tempat pada saat berbicara,"
"Katakan atau tidak aku akan pastikan kuil suci yang kamu hormati bisa hancur dalam hitungan jam," ucap Violet dengan lantang hingga membuat semua perhatian orang yang berada di dalam ruangan itu menatap ke arahnya dan mulai melakukan kegiatan harian mereka yaitu bergosip
Tiba-tiba terlihat seorang kesatria masuk ke ruangan makan para bangsawan dengan terburu-buru dan nafas yang tersengal-sengal memasuki ruangan yang besar dan megah itu. Semua mata memandang ke arah kesatria yang masuk ke dalam ruangan itu dengan tatapan kebingungan.
"Tuan dan nona ada cahaya terang berwarna emas terang bersinar dari hutan dan cahaya itu menuju ke langit,"
"Saat ini belum diketahui cahaya apa itu dan bahaya atau tidak kami juga belum mengetahuinya,"
"Oleh karena itu kami meminta kesediaan tamu terhormat dan bangsawan terhormat untuk mengerahkan pasukan dalam mencari tau mengenai masalah yang terjadi di pedalaman hutan sekarang, walaupun sudah gelap," ucap kesatria itu dengan kepala tertunduk berharap ada bangsawan atau tamu yang berniat untuk mengajukan diri maju ke dalam keadaan darurat saat ini
Semua bangsawan dan tamu yang hadir saling memandang satu sama lain untuk melihat siapa salah satu dari mereka yang berani mengambil pekerjaan darurat ini di malam hari. Setelah beberapa menit tidak ada respons sama sekali dari para bangsawan dan tamu yang hadir, tidak ada satu pun dari mereka yang mengajukan diri atau berani hingga Violet mengangkat tangannya untuk maju dalam pemeriksaan darurat di dalam hutan diikuti oleh Seyyal dan teman-temannya, kecuali Dain mengambil misi darurat ini.
Tidak lama setelah Violet dan yang lain mengajukan diri, sesosok perempuan dan laki-laki datang ke tempat itu dengan tampang yang terburu-buru dan hampir kehabisan nafas karena berlari ke ruangan makan itu.
__ADS_1
"Dimana Gadis Suci?" tanya sosok gadis itu dengan tatapan tajam dan kesal ke arah seluruh orang yang berada di sana untuk mencari wajah sosok gadis suci
Semua orang menatap dengan kebingungan melihat gadis yang masuk ke dalam ruangan itu, setelah menemukan keberadaan Gadis Suci dengan cepat tamparan di layangkan ke arahnya secara tiba-tiba oleh gadis itu seketika semua orang di dalam ruangan terkejut dan membeku tidak bergerak setelah melihat perilaku yang dilakukan secara tiba-tiba oleh gadis tersebut.
"Kamu bukan Gadis Suci yang asli,"
"Berani sekali kamu menipu kerajaan ini dan dewa, aku tentu di sini untuk menangkap penipu seperti dirimu," ucap sosok gadis itu dengan lantang di sertai tatapan tajam dan dingin
"Reina, apa yang baru saja kamu lakukan kepada Gadis Suci,"
"Dia seorang utusan dewa, kamu tidak boleh bersikap kasar," ucap Dain dengan tatapan yang dingin dan aura yang membunuh yang kuat darinya
"Aku juga seorang yang pernah menjadi Saint di negeri ini dan aku tau pasti cahaya apa yang baru saja memancarkan cahaya itu,"
"Nona Reika Hazami, kamu seorang Iblis dari dunia bawah bukan?" ucap Reina dengan lantang ke arah Gadis Suci itu di depannya
Semua orang di sana langsung menatap Gadis Suci itu dengan tatapan merendahkan dan sinis, tidak ada satupun bangsawan atau tamu yang hadir menyukai para iblis sama sekali sebab di masa lalu mereka pembawa bencana, tetapi bukan berarti sihir suci atau pengobatan adalah sihir yang tidak membawa bencana, semua itu tergantung di tangan siapa dan untuk apa sihir yang diberikan oleh dewa kepadamu.
Dain yang berada di sana bangkit dari kursinya dan berjalan ke depan Gadis Suci untuk melindungi dirinya dari Reina, semua orang yang melihat perilaku dari Dain yang aneh tidak berani banyak berkomentar, karena mungkin nyawa mereka akan segera menghilang di situasi yang menegangkan seperti ini ikut campur.
"Reina, aku tau kita sesama bergelar Duke tetapi kamu tau bukan tugasku adalah menjaga Gadis Suci jadi tolong jangan banyak mengucapkan omong kosong di depan banyak bangsawan dan tamu yang hadir," ucap Dain dengan penekanan kepada setiap kata yang di ucapkan tetapi itu tidak membuat Reina tertekan ataupun ketakutan dengan Dain
__ADS_1
"Xiang, kalau begitu coba kamu gunakan sihir pengusir iblis milikmu,"
"Karena aku yakin kamu bisa membuat sosok iblis yang berada di dalam tubuhnya keluar," ucap Reina dengan tatapan tajam ke arah Gadis Suci itu
Xiang yang mempelajari ilmu sihir penghapus iblis atau sihir hitam yang jahat, akan dengan mudah membuat iblis keluar dengan paksa atau menunjukkan yang sebenarnya. Selembar kertas yang bertulisan khas timur dan sebuah pedang yang muncul melalui tangan membuat semua orang yang berada di barat terkejut, karena tidak pernah sebelumnya di barat ada orang seperti itu.
Xiang, langsung membaca mantra dan mengarahkan kertas itu kepada Gadis Suci, tanpa sebab tiba-tiba sesosok iblis datang menghadang serangan dari Gadis Suci itu.
"Sudah lama sekali tidak bertemu dengan seorang ahli sihir atau penggunaan sihir pengusir iblis di timur,"
"Tapi, kamu tau bonekaku tanpaku akan mati," ucap sosok laki-laki yang melayang dengan aura yang jahat dan kejam muncul dengan seringai
"Raja iblis, kamu harus ingat dengan kontrak yang kita tandatangani,"
"Jika kamu tidak membantuku maka aku tidak akan menyerahkannya," ucap Gadis Suci itu dengan tatapan yang berubah dari sebelumnya
Semua orang yang berada di sana terkejut dengan perubahan yang mendadak dari seorang Gadis Suci yang melayani dewa malah bekerja sama dengan seorang iblis, Dain tentu masih tidak bergerak dari keputusannya untuk melindungi sang Gadis Suci. Memang aneh terlihat, tapi tatapan yang kosong dan respon yang lambat membuat semuanya jelas.
"Violet, Edel dan Seyyal,"
"Dengarkan aku, kalian sekarang pergi lindungi Saint di hutan jangan sampai ada yang mendekati penyampaian sihir dewa,"
__ADS_1
The Duke's Only Beloved Fiancé