
Clara menyerahkan benda berupa hiasan rambut tusukan dengan lonceng dan sebuah anting yang hanya sebelah dengan batu permata Hessonite dari mimpi buruknya kepada Dain untuk di lihat. Sebuah benda yang anehnya muncul pada saat Clara bangun dari semua mimpi buruknya, seolah-olah memberikan peringatan kalau itu bukanlah sekedar mimpi semata.
"Clara, aku percaya kepadamu,"
"Tapi, sebelum itu bisakah kamu meminjamkan kedua barang ini kepadaku untuk di selidiki?" tanya Dain dengan tatapan serius ke arah Clara yang duduk di depannya hanya di jawab dengan sebuah anggukan pelan oleh Clara dan tatapan sebuah kepercayaan
Tiba-tiba sesosok laki-laki berkacamata masuk ke dalam ruangan dengan sebuah tatapan gelisah dan sedikit panik ke arah Dain, tatapan itu memberikan isyarat kalau saat ini adalah keadaan darurat atau sesuatu yang buruk telah terjadi. Sebelum merespons laki-laki berkacamata di depannya, Dain menatap ke arah Clara untuk meminta pengertiannya dalam saat darurat ini, tetapi dia juga tidak tega untuk meninggalkan Clara.
"Carl, berikan laporannya di sini sekarang masalah darurat atau buruk yang ingin kamu sampaikan,"
"Biarkan Clara mendengarkannya juga, karena aku percaya kepada dirinya," ucap Dain menatap ke arah sosok gadis yang ada di depannya dengan senyuman lembut
Carl membenarkan kacamatanya dan menatap ke arah Dain dengan tatapan yang khawatir, kemudian dia menghela nafasnya sebentar untuk menenangkan dirinya karena dia yang menerima berita ini.
"Memang laporan atau informasi yang aku dapatkan berasal dari keluarga Fragrante dan aku pikir saat ini bukan yang tepat untuk nona Clara mendengarkan informasi ini,"
"Apakah anda serius ini mendengarkan informasi ini nona Clara?" tanya Carl dengan tatapan serius menuju ke arah Dain dan Clara yang terduduk terkejut mendengarkan ucapan Carl tentang masalah yang sepertinya buruk
Clara menggenggam tangan Dain yang berada di genggamannya yang dingin dengan erat tanpa berpikir untuk melepaskannya seolah-olah takut mendengarkan fakta yang mungkin saja tidak bisa dia terima, tetapi mungkin juga itu adalah fakta yang ingin dia tau bisa jadi menyangkut dengan mimpi buruknya. Clara kemudian di peluk oleh Dain untuk menenangkan gadis yang takut sesuatu akan pergi setelah merasa cukup tenang kemudian Clara menjawab dengan anggukan kepala untuk setuju tetap tenang.
__ADS_1
"Baiklah, ini adalah berita kematian kepala keluarga Fragrante diduga itu adalah pembunuhan,"
"Pembunuh itu menancapkan sebuah belati perak ke arah dada bagian kiri yang otomatis mengenai jantungnya, tidak ada saksi mata yang menyaksikan pembunuhan itu dan tidak ada yang tau bagaimana cara pembunuh itu masuk ke dalam ruangan, tetapi yang jelas nona Clara dia telah di temukan tewas pagi ini,"
"Yang kemungkinan perkiraan kematiannya adalah tengah malam, para knight dari keluarga duke barusan telah kami kirim untuk melihat apa yang terjadi dan mencari bukti yang mengarah ke arah pelaku,"
"Aku harap anda bisa tetap tegar dalam menghadapi badai kesulitan ini," ucap Carl dengan suara yang berusaha tenang dalam menyampaikan supaya tidak terlihat ada kesalahan karena dia sendiri tidak menyangka ada hal yang begitu berani kepada seorang bangsawan
Clara yang mendengarkan ucapan dari Carl langsung kembali meneteskan air matanya yang telah tidak dapat dibedung lagi, Clara tidak menyangka kalau mimpi buruk itu akan membuatnya kehilangan salah satu sosok yang masih satu-satunya merawatnya sejak kecil dan begitu menyayanginya. Clara yang tidak dapat menerima itu menangis hingga dia pingsan di dalam pelukan Dain yang memeluknya dengan erat dalam menenangkan Clara.
"Carl, siapkan kereta kuda dan segala macam persiapan untuk upacara pemakaman,"
"Setelah kereta siap beri tau aku," ucap Dain dengan tatapan serius ke arah Carl kemudian menatap ke arah Clara yang berada di dalam pelukannya
Tidak lama setelah ucapan dari Dain selesai dan dijawab anggukan oleh Carl, Violet masuk ke dalam ruangan dengan membanting pintu tanpa perasaan bersalah berlari masuk ke kamar itu di saat yang bersamaan Carl keluar dari dalam ruangan itu.
"Aku telah mendapatkan informasi atau surat dari ayahku, dia memintaku untuk menghadiri pemakaman seorang bangsawan yang berasal dari keluarga Earl Fragrante,"
"Membaca isi dari surat ayahku membuatku langsung berlari ke tempat ini karena aku ingin tau bagaimana keadaan Clara," ucap Violet dengan nafas yang masih tersengal-sengal belum stabil dan tatapan khawatir ke arah Dain
__ADS_1
Dain kemudian memberikan isyarat melalui tatapan untuk menjaga Clara yang pingsan ke arah Violet hanya di jawab dengan anggukan mengerti oleh Violet tanpa banyak bertanya, melihat Clara yang bisa berada di pelukan Dain membuatnya paham kalau Clara telah mendengarkan informasi mengenai ayahnya yang meninggalkan dunia
ini dengan cara yang tidak adil.
"Violet, tolong jaga dia karena ada yang ingin aku selidiki dan nanti malam kumpulkan para anggota An-Fuhrer untuk rapat penting darurat,"
"Karena seperti yang kamu tau pembunuhan kepada kepala keluarga Earl Fragrante menggunakan belati perak yang sangat jelas siapa tikus yang akan berhadapan dengan kita,"
"Mereka sangat berani menghadapi kita yang masih muda," ucap Dain yang meletakkan Clara di atas tempat tidur kemudian berjalan keluar dari ruangan besar itu meninggalkan Violet dan Clara yang pingsan karena shock
Dain yang keluar ruangan langsung ditunggu oleh Carl di depan pintu untuk memberikan laporan terbaru dan persiapan untuk mengurus masalah yang terjadi mengenai pembunuhan terhadap calon ayah mertuanya, Violet yang melihat Clara terbaring pingsan hanya bisa menunggu gadis itu sampai bangun dari pingsan.
Seorang pengawal kemudian datang dan memberi tau kalau sebuah kereta untuk digunakan ke mansion keluarga Earl Fragrante sudah siap dan duke telah menunggu di dalam kereta, pengawal itu kemudian menggodong Clara dan diikuti oleh Violet yang berada di belakang pengawal tersebut sampai pada saat di kereta Dain duduk menunggu dengan Carl di dalam sana.
Dain dengan cepat menggendong gadisnya ke dalam pelukannya, disusul oleh Violet yang masuk kereta tanpa bantuan siapa pun untuk naik dan masuk ke dalam sana. Di dalam kereta terlihat banyak sekali tumpukan kertas, Violet dan Carl membaca semua isi dokumen kertas itu dengan pelan-pelan supaya bisa menemukan sesuatu mengenai apa yang terjadi dan kemungkinan yang bisa mereka dapatkan.
"Apakah ini sudah semua? Isinya terlalu terlihat seperti di lebih-lebihkan perbuatan baiknya,"
"Bagaimana kalau kita ke kuil langsung? Bisa saja kita nanti menemukan sesuatu yang lebih unik dan menarik di sana,"
__ADS_1
The Duke'S Only Beloved Fiancé