The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 23 Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?


__ADS_3

Clara berusaha untuk memperlihatkan sebuah senyum baik-baik saja kepada semua orang termasuk teman-teman seperti tidak masalah dengan hal itu, karena itu adalah pekerjaan yang biasanya di lakukan oleh seorang pengawal Gadis Suci dari kuil.


"Kalau nona Gadis Suci sudah selesai memberikan hadiah dan di lap air matanya maka tolong keluar dari barisan antrean,"


"Karena kami di sini juga datang jauh-jauh dari negeri timur untuk memberikan ucapan selamat kepada pasangan yang bertunangan ini," ucap seorang laki-laki dengan rambut hitam panjang ke arah Gadis Suci itu


Gadis Suci itu sekilas terlihat terkejut dengan sosok laki-laki yang sepertinya tidak peduli dengan air mata gadis itu, tetapi dia berusaha tenang dan langsung pergi bersama para pendeta lain.


"Clara, kami dari perwakilan istana kerajaan negeri timur datang ke sini untuk memberikan ucapan selamat dan Giok ini hadiah yang kami berikan kepadamu,"


"Untuk tawaranku yang sebelumnya tidak berubah jika andai kamu berubah pikiran datanglah kepadaku," ucap laki-laki itu dengan senyuman lembut ke arah Clara


Semua di pesta itu tentu kebingungan tentang apa yang dibicarakan oleh pangeran negeri timur kepada Clara karena begitu ambigu, akan tetapi Dain yang berada di sebelah Clara menatap sosok laki-laki itu dengan tatapan dingin seperti orang yang ingin membunuh.


"Xiang, terima kasih telah datang dan memberikan hadiah ke pesta pertunangan kami," ucap Clara sambil tersenyum ke arah sosok Xiang yang kemudian pemberian hadiah di berikan oleh Violet karena ketika dia ingin memberikan hadiah dia di sela oleh air mata orang yang menurutnya menyebalkan


Acara pemberian ucapan selamat dan pemberian hadiah berjalan dengan lancar kemudian dan mengenai topik pembicaraan tentang Clara seorang gadis pembawa bencana hilang dengan cepat, karena orang-orang yang memberikan Clara hadiah adalah para keluarga kerajaan dari berbagai negeri. Tentu saja ini akan dianggap sebagai prestasi untuk menambah persahabatan antar negeri untuk kerajaan.


Setelah acara pemberian ucapan selamat selesai, acara selanjutnya dilanjutkan dengan dansa tentu Clara akan berdansa dengan Dain karena mereka yang bertunangan, setelah lagu selesai dilanjutkan dengan acara kumpul-kumpul atau berbincang-bincang kepada sesama bangsawan serta makan-makan yang di sediakan di atas meja. Selama bagian itu berlangsung Clara dan Dain tidak bisa berkumpul bersama dengan teman-temannya, karena mereka adalah orang yang menjadi tuan rumah acaranya oleh karena itu mereka berdua hanya berbicara berdua dan makan berdua. Setelah Clara dan Dain merasa kalau sudah cukup untuk mereka menuju penutupan maka barulah di lanjutkan dengan ucapan penutupan acara dan pesta pertunangan selesai.

__ADS_1


Acara pesta pertunangan itu berjalan dengan lancar, walaupun ada sedikit masalah atau kejadian yang tidak di duga dalam acara. Clara dan Dain diizinkan untuk bermalam di istana kerajaan oleh raja dan ratu, karena mereka tau kalau acara semacam ini akan membuat mereka sulit untuk pulang, sebab kelelahan dalam menghadapi banyaknya tamu yang diundang ke acara pesta pertunangan.


Clara berbaring di atas tempat tidur setelah dia mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur, dia tidak percaya kalau tempat tidur milik keluarga kerajaan lebih lembut dan empuk dibandingkan dengan tempat tidur di rumahnya sendiri. Clara berbaring sambil menatap langit-langit kamarnya, yang kemudian tiba-tiba langit-langit kamarnya berubah menjadi sebuah ruangan bergaya timur dengan sosok laki-laki dan perempuan berada di dalam ruangan itu.


"Apa kamu benar-benar masih percaya kepada tunanganmu?"


"Dia bahkan bisa membunuh dirimu kapan saja, karena dia sangat taat kepada Gadis Suci itu," ucap laki-laki itu dengan tatapan kesal ke arah gadis yang terduduk dengan air mata


Tiba-tiba suasana ruangan berganti ke sebuah ruangan kerja yang sangat dia kenali.


"Aku sudah bilang untuk tau batasan bukan kepadamu,"


"Dia adalah utusan dewa sudah menjadi tugasku untuk melindungi dan selalu berada di sisinya,"


Tiba-tiba lagi suasana kembali berganti kali ini ke sebuah aula pesta besar kerajaan yang dihadiri banyak tamu dari luar negeri, terlihat tiba-tiba ada sosok gadis yang muntah darah, karena diracuni dengan sosok laki-laki yang berada di sampingnya dengan tatapan khawatir. Clara yang melihat ini entah kenapa hatinya sesak dan sakit padahal jelas siapa sosok wajah laki-laki itu tidaklah jelas dan siapa gadis-gadis yang dia lihat tidaklah jelas.


"Cepat selidiki siapa orang yang berani meracuni Gadis Suci," perintah laki-laki itu dengan khawatir ke arah sosok gadis yang muntah darah


Tidak lama kemudian suasana ruangan berganti ke sebuah tempat yang sangat dia kenali, akan tetapi dia tidak tau kenapa banyak sekali orang-orang yang berkerumun di tempat itu.

__ADS_1


"Trang... Trang... Trang..." terdengar suara rantai yang berat berbunyi di tengah keramaian orang-orang yang berkerumun menyaksikan sosok gadis yang di rantai berjalan disertai dengan cacian dan tatapan benci dari orang-orang tersebut


"Bagaimana bisa dia cemburu kepada Gadis Suci padahal dia adalah tunangannya?"


"Berdarah dingin sekali wanita iblis itu hingga bisa hampir membunuh Gadis Suci dengan racun,"


"Hukuman mati memang sangat cocok untuk gadis yang angkuh itu hingga akhir dirinya tidak mengakui kalau dia adalah orang yang menaruh racun itu,"


Ucapan-ucapan dari orang-orang di sekitar kerumunan itu menjawab pertanyaan Clara tentang apa yang terjadi di tempat itu, tidak lama kemudian tempatnya berganti ke sebuah makam dengan sosok laki-laki yang terlihat dengan penuh penyesalan dan air mata yang mengalir. Tidak jelas karena apa sosok laki-laki itu menangis tetapi dia memegang erat batu nisan yang memiliki tulisan, walaupun tidak jelas siapa sosok laki-laki itu dan penyesalan apa yang di tangisi oleh sosok laki-laki itu kepada orang yang telah terkubur itu tetapi terlihat dia sangat-sangat menderita hingga Clara ikut juga merasakan sakit di dalam hatinya ketika melihat ini.


Tidak lama kemudian ada dua orang gadis dan dua orang laki-laki datang ke makam itu melihat sosok laki-laki yang terlihat menyesal itu memegang batu nisan dengan erat. Tiba-tiba salah seorang dari mereka berjalan ke arah sosok laki-laki yang sedang terduduk menyesal dan menangis.


"PLAK..." suara tamparan yang terdengar dengan keras membuat Clara terkejut dengan situasi itu


"BUAT APA KAMU MENANGISI DIRINYA?"


"DIA TELAH TIADA DAN TIDAK AKAN PERNAH LAGI KEMBALI,"


"SEMUANYA KARENA DIRIMU YANG HANYA PEDULI KEPADA GADIS YANG TERNYATA ADALAH IBLIS, SEKARANG DIA BENAR-BENAR TELAH TIADA,"

__ADS_1


"KAMU BARU MENYESALI KEHILANGAN GADIS ITU,"


The Duke'S Only Beloved Fiancé


__ADS_2