The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 22 Pesta Pertunangan


__ADS_3

Pesta megah dan mewah diadakan di dalam istana kerajaan atas izin dari sang raja kepada keluarga Duke dan tuangannya atas jasanya yang telah memenangkan perang penting. Pesta itu di hadiri banyak orang penting dari berbagai negeri. Clara tidak menyangka seorang pemeran figuran seperti dirinya bisa bertunangan dengan sosok laki-laki yang merupakan peran penting di dalam novel, tetapi sesuai dengan isi di dalam kontrak yang mereka buat tentang pelanggaran di antara hubungan mereka berdua jika salah satu dari mereka berdua melanggar kontrak itu maka artinya mereka bisa kapan saja untuk memutuskan pertunangan ini. Clara tentu juga tau kalau pertunangan ini hanya sebuah rantai yang mengikat hingga Dain benar-benar jatuh cinta kepada Gadis Suci dan terobsesi kepadanya.


"Clara, apakah kamu sudah siap?"


"Kamu tidak perlu tegang ataupun gugup karena aku ada di sampingmu," ucap sosok laki-laki yang sedang menunggunya di depan pintu dengan uluran tangan


Clara menghela nafas untuk menenangkan dirinya sebelum berjalan dan menggapai uluran tangan dari sosok laki-laki yang menunggunya di depan pintu, setelah merasa sedikit tenang Clara berjalan dan menggapai uluran tangan dari laki-laki itu, beberapa saat sebelum mereka melangkah laki-laki itu menatap Clara kemudian mereka berjalan bersama menuju ke aula dansa yang di adakan.


Keduanya berjalan hingga sampai ke sebuah pintu besar yang akan mengarahkan mereka ke sebuah aula mewah dan megah, sebelum masuk Clara dan sosok laki-laki di sampingnya saling menatap.


"Dain, tanganmu dingin? Aku pikir kamu sering di depan umum hingga kamu terbiasa dengan situasi seperti ini,"


"Tapi sepertinya tidak terlihat seperti itu ya?" ucap Clara dengan tawa kecil ke arah sosok laki-laki yang berada di sampingnya membuat keduanya tertawa bersamaan untuk mengurai perasaan gugup


Pintu besar itu tidak lama terbuka, semua mata dan bisikkan terarah, kepada mereka berdua yang berjalan menuju ke tempat dimana sang raja dan ratu duduk untuk memberikan penghormatan karena telah mengizinkan mereka untuk mengadakan pesta besar di aula kerajaan.


Banyak mata yang menatap dengan iri, benci, kesal, bahagia dan membunuh ke arah arah pasangan itu. Semua orang yang datang mengantri untuk memberikan hadiah dan ucapan selamat kepada pasangan tersebut karena telah mendapatkan tunangan.


Semuanya berjalan dengan lancar hingga giliran para pendeta dan Gadis Suci yang memberikan hadiah, hadiah yang diberikan adalah batu permata suci yang harganya bisa mencapai ratusan emas, akan tetapi batu itu tiba-tiba menghitam.

__ADS_1


"Gawat, batu sucinya menghitam,"


"Bukankah ini pertanda yang menandakan kalau pertunangan ini tidak baik?"


"Dan pasti itu adalah nona Fragrante yang membawa keburukan itu, karena Dain bisa menerima Air Suci dan Kekuatan Suci dengan baik pada saat itu," ucap Gadis itu dengan lantang hingga semua bangsawan menatap ke arah Clara dengan tatapan yang dingin dan bisikan-bisikan buruk tajam beruntun diberikan oleh para bangsawan yang mendengarkan ucapan dari Gadis Suci yang sangat mereka hormati karena berasal dari Kuil para dewa


Clara terdiam dan tertunduk, ketika mendengarkan ucapan cacian secara diam-diam dan tatapan yang begitu tajam di arahkan ke padanya.


"Aku tidak menyangka kalau yang mulia Duke Freiheit adalah orang yang gila dan sangat suka dengan genangan darah dari orang-orang yang dibunuhnya, ternyata tidaklah begitu menyeramkan dibandingkan dengan pembawa bencana yang hingga membuat para dewa tidak senang dengan gadis itu," bisik dengan lantang salah seorang bangsawan A dibalik kipas tangan yang menutup setengah wajahnya


"Betapa menyeramkan negeri kita bisa terkena bencana karena pertunangan buruk yang tidak di setujui dewa,"


Semua ucapan tajam di tunjukkan kepada Clara membuat Clara memang tidak bisa berbuat apapun dan bahkan dia merasa ingin lari dari tempat itu, karena dia sadar dia bukan pemeran utama novel ini dan mungkin akan menjadi benar-benar bencana di dalam novel, tetapi siapa yang menyangka kalau tiba-tiba tangan Clara di genggam erat oleh Dain supaya Clara tetap percaya kepadanya.


"Sungguh tidak sopan sekali sebagai seorang Gadis Suci berbicara dengan lantang tentang hal tidak baik di depan semua orang dan pertunangan yang sangat berbahagia ini,"


"Apakah di kuil kamu tidak di ajarkan tata cara bersikap dengan bangsawan yang baik atau tentang cara memberi tau nasib buruk kepada seseorang?" ucap seseorang gadis dengan suara yang tidak asing sambil menyerobot antrian bangsawan yang mengantri sambil bergosip setelah mendengarkan ucapan dari Gadis Suci


Gadis angkuh dengan tatapan yang dingin serta berwibawa berjalan ke arah Clara dan Dain membawa beberapa kotak hadiah, diikuti dengan seorang perempuan pakaian yang eksotis dan sosok laki-laki berpakaian oriental membuat semua tamu undangan disana terkejut dengan kehadiran ketiga orang itu.

__ADS_1


Clara yang mendengarkan ucapan itu langsung mendongak ke asal suara dan betapa terkejutnya dia melihat orang-orang yang berharga untuknya datang ke pesta pertunangannya, karena itu juga mampu membuat semua bangsawan yang berbicara buruk langsung terdiam ketika menatap ketiga orang yang datang.


"Clara, selamat atas pertunanganmu, ini hadiah dariku hanya ada di Wertvoller," ucap sosok gadis itu dengan mengedipkan sebelah matanya ke arah Clara supaya Clara tersenyum dan kembali ceria


"Kenapa Gadis Suci masih tetap berdiri di tempat ini? Apakah anda belum selesai berbicara dengan membuat pasangan ini khawatir?" ucap sosok gadis berpakaian eksotis itu dengan tatapan tajam ke arah Gadis Suci


Ucapan dari kedua gadis itu langsung membuat air mata Gadis Suci mengalir deras seperti hujan yang turun.


"Aku hanya mengkhawatirkan Dain, karena kami adalah teman,"


"Kenapa kalian memojokkan aku yang peduli kepada seseorang?" ucap Gadis Suci itu dengan air mata yang menetes membuat Dain mengeluarkan sebuah sapu tangan, dan mengelap air mata dari Gadis Suci itu tiba-tiba


Semua orang di dalam ruangan pesta menjadi sangat terkejut dengan yang baru saja dilakukan oleh Dain di depan semua tamu tidak terkecuali oleh Clara sendiri yang berada di samping sosok laki-laki yang mengelap air mata gadis lain. Perasaan sesak dan sedikit kekecewaan dirasakan oleh Clara dengan melihat perilaku lembut itu kepada gadis lain selain dirinya.


"Dain, bukankah cukup kamu memberikan sapu tangan milikmu saja kepada dirinya?" tanya Clara dengan tatapan yang tajam ke arah Dain


"Clara, aku hanya mengelapnya karena aku ingin dia tersenyum di pertunangan kita dan tugasku juga menjaga Gadis Suci,"


"Aku paham itu jadi lakukan saja,"

__ADS_1


The Duke's Only Beloved Fiancé


__ADS_2