The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 27 Tamu Tidak Di Undang


__ADS_3

Setelah membicarakan nama bunga untuk satu bunga yang menghabiskan cukup waktu lama, Dain kemudian bertanya-tanya mengenai nama bunga yang lain hingga keduanya tidak sadar kalau sudah saatnya makan malam tiba, keduanya memutuskan untuk kembali ke dalam mansion. Di dalam mansion Clara cukup terkejut karena tiba-tiba ada pelayan yang masuk ke dalam mansion mereka, tamu tersebut tidak lain adalah teman-teman Dain sesama duke.


Mereka berempat memang sering datang secara tiba-tiba tanpa mengirimkan surat atau pemberitahuan kepada Dain begitu juga sebaliknya Dain kepada mereka, karena mereka berlima adalah teman jadinya kadang memberikan kabar hampir tidak di perlukan sama sekali.


"Kenapa kalian berempat ke sini? Padahal aku berpikir kalian cukup sibuk dengan pekerjaan kalian jalani saat ini karena telah menikah," ucap Dain ke arah keempatnya yang datang tiba-tiba begitu saja


"Kami memang sibuk karena menikah artinya mengemban tanggung jawab double sebagai istri seorang duke dan sebagai duke di wilayah milik keluarga kami, karena anak satu-satunya," ucap Asha dengan helaan nafas panjang dan tatapan lelah ke arah Dain kemudian ke arah Clara yang tepat berada di sebelah Clara dan langsung memeluknya


"Clara, sudah lama tidak bertemu terakhir kita bertemu pada saat pesta pertunangan kalian dan itu juga aku langsung pulang karena masih banyak pekerjaan," ucap Asha yang sambil memeluk Clara dengan erat diikuti oleh tatapan bahagia dari


Clara yang dipeluk memberikan isyarat kepada Dain untuk membantu dirinya, tetapi sama sekali Dain tidak peduli dan menatap ke arah ketiga temannya yang lain saat berbicara. Setelah setengah jam mereka berbincang sambil berdiri di depan pintu masuk, Dain barulah mengantar teman-temannya ke ruang makan yang cukup membuat keempatnya terkejut, karena merasa aneh dengan hilangnya meja makan panjang yang biasanya di ruang makan Dain yang hanya ada meja yang mirip seperti di ruang tamu.


Keterkejutan mereka adalah karena sejak kecil sampai saat ini ketika mereka berkunjung ke mansion keluarga duke Freiheit, tidak pernah terlihat meja seperti ini di ruang makan. Semua orang menatap kebingungan dibuat dari Dain, Clara juga memahami perasaan teman-teman Dain yang kebingungan.


Keempat orang itu kemudian menatap Carl yang tidak sengaja berjalan ke lurus melewati ruang makan hanya bisa tersenyum lelah ke arah keempatnya seolah-olah memberikan isyarat kalau dia sudah tidak ingin berbicara tentang masalah meja makan ataupun yang berhubungan dengan kegilaan atasannya, karena dia sendiri telah lelah perbuatan atasannya yang dia sendiri tidak mengerti apa yang harus dia lakukan. Keempatnya kemudian masuk ke dalam ruangan dengan kursi dan meja tambahan di dalam ruangan makan itu.


"Dain, aku tidak menyangka kalau kamu akan membiarkan tunanganmu berada di dalam mansion milik keluargamu,"


"Sangat jarang ada bangsawan yang ingin tinggal serumah dengan tunangannya, karena mereka belum siap untuk jauh dari kedua orang tuanya biasanya dan mereka takut jika ada hal buruk yang tidak di inginkan terjadi di antara hubungan mereka yang baru menjadi tunangan dan belum resmi," ucap Grace sambil duduk ke kursi yang berada di dalam ruangan makan dan memandang ke arah makanan yang di sajikan di atas meja

__ADS_1


Baik Clara maupun Dain saling menatap, karena terlihat jelas jadinya itu seperti sebuah alasan yang tepat untuk seseorang menganggapnya tradisi tapi Clara tidak ingin menanyakan lebih jauh kepada Dain takutnya tidak sesuai dengan ekspektasi yang sebenarnya.


Ketika selesai makan, Keempat Duke itu memutuskan untuk tetap berada di ruangan itu karena bentuknya seperti ruang tamu jadi menurut salah satu dari mereka tidak perlu pindah ke sana kemari.


"Asha dan Ehan,"


"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepada kalian berdua mengenai sihir suci dan sihir hitam karena kalian berdua pernah mencari tau tentang itu,"


"Dan setelah raja meninggal dan digantikan oleh sang adik raja sebelum sang putra makhota kembali dari medan perang,"


"Jadi masalah kuil suci atau Gadis Suci yang awalnya mengalami kemunduran, tetapi saat ini malah kembali ke posisi mereka yang semula sebab perang yang terjadi,"


Suasana hening sejenak karena mereka yang mendengarkan ucapan dari Dain harus memproses tentang apa yang di ucapan, tidak lama kemudian salah satu dari mereka mulai berbicara.


"Memang semuanya aneh, tetapi kamu tidak bisa mengatakan apapun tanpa buktinya,"


"Itu adalah hal paling mendasar untuk menuntut seseorang yang melakukan kesalahan atau perbuatan yang menyimpang," ucap Ian dengan tatapan serius karena sosok laki-laki itu bukan hanya seorang Duke pengurus wilayah saja tetapi orang yang mengatur hukum bangsawan


Kemampuan Duke ini di akui langsung oleh sang raja lama dan tidak di ganti oleh raja baru dengan alasan kalau memang dia layak untuk mendapatkan posisi sebagai petinggi pengurus hukum.

__ADS_1


"Dain, bukankah kamu sendiri yang ditugaskan untuk melindungi Gadis Suci atas perintah putra makhota,"


"Seharusnya kamu tau tentang itu bukan?"


"Jadi harusnya kamu yang tau bukan tentang masalah ini lebih dari siapapun?" tanya Clara yang meletakkan cangkir teh di atas meja dan menatap lurus ke arah laki-laki yang berada di depannya, tetapi Dain hanya menggeleng-gelengkan kepalanya


"Baiklah, kita sudahi pembicaraan mengenai Gadis Suci,"


"Suasananya menjadi suram ketika ini di bahas mengingat seperti di masa lalu, jika kita ingin membahas masalah ini nanti saja," ucap Grace yang menepuk tangannya untuk mendapatkan perhatian dari sekitarnya


Semua orang di dalam ruangan termasuk Clara menganggukkan setuju dengan pendapat Grace, seolah-olah dia sangat ahli dalam mengubah suasana hati di dalam ruangan. Akan tetapi itu tidak akan mengherankan karena Grace adalah sosok penting di kalangan atas dalam mengadakan pesta teh saja semua orang berbondong-bondong untuk mendapatkan undangan darinya, karena dia sangat ahli dalam mencari relasi dan informasi.


"Aku dengar-dengar ada surat dari akademi akan tiba untuk menerima siswa-siswi berbakat baru,"


"Dan siapapun siswa-siswi terbaik kali ini akan langsung dimasukkan ke dalam petinggi dewan kesiswaan orang yang memiliki kekuasaan setara dengan para guru di akademi, itu semua karena mereka ingin menerapkan sistem baru," ucap Grace yang mengeluarkan sebuah surat yang dia dapatkan entah dari siapa tetapi sudah terlihat dengan jelas kalau cap itu adalah berasal dari akademi yang terkenal


"Clara, kalau tidak salah kamu sudah sangat cukup umur untuk masuk ke akademi,"


"Apakah kamu mau mencoba?"

__ADS_1


The Duke's Only Beloved Fiancé


__ADS_2