The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 36 Gelar Tidak Ada Yang Mewarisi


__ADS_3

Ucapan yang lantang dari seorang laki-laki berambut hitam panjang dan di ikuti oleh kedua saudara yang berwarna kulit eksotis yang memasuki ruangan aula upacara pemakaman membuat semua orang menoleh ke asal suara tersebut. Semua di dalam ruangan itu sangat terkejut karena kehadiran orang-orang penting di setiap kerajaan datang ke pemakaman yang padahal bukan bangsawan yang populer ataupun orang yang sangat penting di kerajaan hanya seorang pekerja biasa saja.


"Clara, kami datang secepat yang kami bisa untuk sampai ke pemakaman ini, setelah mendapatkan kabar kalau tuan Earl Fragrante telah meninggal dunia,"


"Kami akan menemanimu selama di sini," ucap Seyyal dengan tatapan lembut dan khawatir ke arah Clara tanpa peduli dengan gadis yang ada di depan Clara pada saat Clara menampar barusan


"Ah.. iya, aku ingin menyampaikan jika Gadis Suci tidak ingin membantu proses pemakaman atau berdoa sebelum di makamkan maka tidak masalah,"


"Dan kalau dewamu marah kepada Clara maka tidak masalah, karena dia juga bukan diberkati oleh dewa kuil yang mengutusmu ataupun kuil sucimu,"


"Tetapi dia adalah umat kuil suci negeri timur, jika tidak bagaimana bisa dia mengenakan hal-hal yang mengunsur timur, contohnya batu giok yang dia gunakan," ucap Xiang dengan tatapan dingin ke arah Gadis Suci itu seolah-olah tidak peduli dengan rencana yang mungkin dilakukan oleh Gadis Suci itu


Semua tamu yang melihat kejadian itu langsung ribut masing-masing, karena mereka tidak menyangka kalau pertengkaran akan terjadi hal semacam itu tidaklah lagi mengherankan. Clara dan yang lainnya berusaha untuk mengabaikan suara bisikan dari para tamu karena ini adalah pemakaman ayahnya bukan tempat untuk membuat keributan. Ucapan dari Xiang juga cukup mampu membuat Gadis Suci itu terdiam tidak bisa berucap ataupun melawan ucapan dari Xiang karena dia juga memiliki kemampuan untuk mengusir ataupun membimbing para roh kepada dewa, Clara tidak menyangka kalau upacara pemakaman yang dilakukan sama seperti kehidupannya sebelumnya jadi dia bisa mengikuti tanpa masalah dan tidak ada kecurigaan yang di berikan kepada para tamu kepadanya mengenai dewa yang di doakan atau di puja oleh Clara.

__ADS_1


Angin tiba-tiba berhembus di dalam ruangan itu setelah Xiang membacakan sesuatu seperti mantra, Clara di saat itu juga merasakan seperti angin hangat yang memeluk dirinya. Clara tau saat ini yang dia rasakan adalah roh orang tuanya yang mungkin ingin melihat wajah putrinya terakhir kali sebelum meninggalkan dunia, tapi angin yang datang tiba-tiba dan sebuah bingkai lukisan sang tuan Earl yang tiba-tiba bersinar membuat semua tau kalau betapa hebatnya seorang pangeran negeri timur ini bisa membimbing upacara pemakaman.


Akan tetapi siapa yang akan menyangka kalau ini menyebabkan Gadis Suci tiba-tiba batuk darah hingga darah tersebut menetes ke lantai. Xiang yang melihat itu kemudian menyeringai ke arah Gadis Suci itu sambil berjalan menuju ke hadapannya hingga jaraknya sangat dekat.


"Aku tau sekarang siapa yang terkena hukuman dari dewa, mungkin itu kamu bukan karena bisa saja kalian melakukan sesuatu yang melanggar," ucap Xiang dengan seringai dingin membuat pihak kuil suci langsung bergegas keluar dari aula upacara pemakaman walaupun acaranya belum selesai


Setelah tidak lama para utusan kuil suci dan Gadis Suci itu keluar dari ruangan aula upacara terlihat sekitar puluhan bangsawan ikut keluar dari ruangan itu mengikuti kuil, karena mereka adalah pemuja kuil suci barat jadi tidaklah mengherankan jika mereka langsung keluar sementara yang lain masih tetap berada di dalam ruangan untuk melanjutkan sampai akhirnya sang Earl di makamkan setelah semua tamu telah bubar dan mengucapkan kepada Clara untuk tetap tegar menghadapi keadaan mereka kembali ke kediaman mereka kecuali paman, bibi dan keluarga jauh Clara mereka masih tetap berada di tempat itu entah apa yang dia tunggu di sana.


"Clara, kamu akan menikah dan tugas seorang perempuan adalah membantu pekerjaan suaminya jadi mansion keluarga Earl akan kosong dan gelarnya tidak ada yang mewarisi,"


Dain, Xiang, Violet, Seyyal dan Rumman yang masih berada di sana untuk menemani Clara merasa jengkel dan kesal mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut perempuan paruh baya itu, karena seharusnya tempat ini menjadi tempat untuk berduka dan belum juga satu hari berlalu tetapi mereka telah menanyakan masalah mansion keluarga Earl dan semua urusan wilayahnya. Clara sudah tau ini akan terjadi cepat atau lambat karena tidak mungkin orang yang telah lama tidak berkunjung ke mansion Earl setelah sekian lama malah datang dengan cepat dan tiba-tiba padahal sudah sangat jelas informasinya seharusnya belum sampai ke telinga para kerabat atau keluarga jauh yang tinggal jaraknya cukup jauh.


"Memang benar, keluarga Earl Fragrante mungkin akan hancur dalam kegelapan karena tidak ada penerusnya lagi," ucap Clara yang sambil melipat kedua tangannya dan mengangguk pelan mendengarkan ucapan dari bibi dan pamannya membuat ekspresi kedua paruh baya itu tiba-tiba menunjukkan ekspresi yang bersinar senang.

__ADS_1


"Jadi, kapan akan kamu urus suratnya?" ucap laki-laki paruh baya itu dengan ekspresi yang senang bukan sedih karena berduka


Clara yang melihat ini merasa sedikit curiga dengan kematian ayahnya yang dibunuh, Clara jadi terdiam dan tenggelam di dalam pikirannya sendiri tidak mendengarkan ucapan yang diucapkan pamannya lagi, sampai Dain datang dan memberikan isyarat untuk saat ini Clara harus beristirahat dan tidak bisa diganggu sebab Clara masih berduka atas kematian ayahnya yang di bunuh. Dengan tatapan yang kesal kepada Dain secara diam-diam dari paman dan bibi Clara mereka pergi meninggalkan tempat pemakaman itu, setelah cukup jauh perginya Dain menggendong Clara yang melamun tenggelam ke dalam pikirannya sontak Clara terkejut karena Dain tiba-tiba saja melakukan itu.


"Dain, apa yang kamu lakukan tiba-tiba? Turunkan aku karena aku bisa jalan sendiri," ucap Clara sambil memukul  Dain yang menggendongnya ke pelukannya walaupun di pukul bagi Dain pukulan itu sama sekali tidak ada rasa sakitnya sama sekali


Teman-temannya yang masih berada di belakangnya melihat itu dengan tatapan kesal dan dingin, karena betapa menyebalkan melihat sebuah pasangan bisa-bisanya bertingkah romantis di hadapan mereka. Keempat orang yang masih berada di sana berbalik badan dan pergi meninggalkan pertengkaran yang romantis kepada pasangannya.


"Xiang, apakah aku bisa bertanya tentang kebudayaan negeri timur nanti? Tadi sangat menakjubkan,"


"Tentu saja bi-"


"Dia punya urusan denganku nanti, jangan bilang kamu lupa,"

__ADS_1


The Duke'S Only Beloved Fiancé


__ADS_2