The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 30 Lantai Dua toko Kue


__ADS_3

Sesosok laki-laki dengan pakaian putih dengan relung awan khas timur dan rambut hitam panjang mencegat tangan yang di layangkan oleh seorang laki-laki ke arah Violet dengan sebuah kipas tangan miliknya. Laki-laki yang dicegat tangannya menoleh ke arah sosok laki-laki itu.


"Kamu laki-laki cantik, berani sekali ikut campur dalam pembicaraan kami,"


"Laki-laki cantik sepertimu pasti lemah jadi tidak perlu ikut campur dengan para gadis ini," ucap laki-laki yang hampir menampar Violet dengan tatapan kesal ke arah laki-laki yang berpakaian putih dengan relung awan khas timur


Laki-laki berpakaian putih dengan relung awan khas timur itu tersenyum hingga membuat sekumpulan laki-laki di tempat itu merasa terhina dengan tatapan yang diberikan oleh laki-laki yang di depan mereka.


"Kenapa kamu berani tersenyum? Kamu... sepertinya sudah siap untuk menerima sakit dari kami karena berani ikut campur," geram laki-laki itu dengan tatapan yang marah dan kesal sambil memberikan isyarat kepada laki-laki yang berada di belakangnya untuk ikut memukul


Semua laki-laki itu berkumpul mengelilingi laki-laki berambut panjang dan berpakaian putih relung awan. Sosok laki-laki itu sama sekali tidak terlihat ketakutan ataupun panik takut padahal situasinya saat ini sedang berada di dalam bahaya, tetapi dia sangat santai seperti tidak memiliki masalah sama sekali dengan kerumunan orang yang siap memukulnya kapan saja.


"Kalian lebih baik pergi dari sini sebelum aku membuat kalian benar-benar terluka,"


"Melukai orang-orang yang tidak bersalah adalah sebuah tindakan tidak pantas bagi seorang yang melakukan pelatihan perguruan di negeri timur kami," ucap laki-laki berpakaian putih dengan relung awan itu dengan tatapan yang tenang ke arah sosok seluruh laki-laki yang siap kapan saja memukul dirinya


Ucapan dari laki-laki berpakaian putih yang terkesan sangat sombong bagi sekelompok laki-laki yang berkumpul mengelilinginya itu, memberikan isyarat melalui tatapan mata teman-temannya yang mengelilingi sosok laki-laki berpakaian putih itu untuk memukulnya. Di saat semua laki-laki itu menyerang di saat yang sama dan cepat ke arah laki-laki berpakaian putih, laki-laki itu dengan mudah melompat keluar dan menghindari serangan itu.

__ADS_1


Dengan menggunakan sarung pedang laki-laki berpakaian putih itu berhasil memukul titik yang membuat pingsan sekelompok laki-laki itu dengan cepat membuat Clara dan Violet yang menepi di tempat itu merasa kagum dengan cara bertarung yang sangat elegan dan cepat.


"Xiang, terima kasih telah membantu kami lagi,"


"Kami tidak menyangka kalau kamu berada di tempat ini," ucap Violet dengan senyuman ke arah sosok laki-laki berpakaian putih itu


"Sama-sama, aku kebetulan ingin melewati jalan belakang karena aku telah memesan tempat di toko kue terkenal itu jadi aku lewat sini dan tidak sengaja bertemu kalian yang di cegat oleh laki-laki yang sepertinya memiliki niat jahat sepertinya kepada kalian,"


"Violet, apakah ada yang terluka?" ucap Xiang dengan lembut dan khawatir ke arah Violet kemudian di jawab dengan gelengan kepala pelan oleh gadis itu


"Sepertinya kalian bisa di tempat sepi dan jarang di lalui seperti ini bukan tanpa alasan bukan? Karena aku yakin mungkin ke toko kue itu kalian akan pergi bukan?" tanya Xiang dengan tatapan penasaran dan senyuman di jawab oleh Clara dan Violet anggukan kepala mengerti


Clara dan teman-temannya yang masuk melalui pintu belakang toko kue langsung di arahkan ke sebuah ruangan yang telah di siapkan dan di pesan setiap mejanya, dan di tempat itu siapa yang akan menyangka kalau ada pemandangan yang sangat indah dari balik jendela yang padahal letaknya berada di lantai dua. Mungkin itu juga adalah cara toko kue tersebut bisa menarik banyak pelanggan berbagai kalangan dan negeri menurut Clara, dan penjualan kue di toko ini menurut Clara sangat lumayan murah karena seharga enam koin perunggu padahal seharusnya satu kue bisa bernilai dua puluh koin emas atau setara dengan satu buah gaun toko butik bintang tiga.


"Clara, bagaimana menurutmu mengenai tentang tempat ini? Sangat suli untuk mendapatkan tempat seperti ini apalagi jika sampai ingin berada di dekat jendela posisi duduknya," ucap Violet dengan bangga hanya di jawab dengan senyuman kaku oleh Clara dan Xiang yang ikut bergabung


"Violet, apakah kamu yakin datang ke mansion Dain tiba-tiba dan membawaku kemari bukan tanpa sebuah alasan?"

__ADS_1


"Kita berdua mungkin bisa membantumu," ucap Clara dengan tatapan khawatir karena Violet memang sejak pertama datang terlihat seperti memaksakan sesuatu


"Kalau kamu takut ada orang yang mendengarkan pembicaraanmu maka tenang saja," ucap Xiang yang tiba-tiba berdiri dan merobek sebuah kertas dengan aksara khas tulisan timur


Violet sekejap terpukau dengan sebuah sihir yang tidak pernah mereka berdua lihat, sedangkan Clara merasa nostalgia karena seperti melihat sebuah aksi yang pernah dia lihat dulu sewaktu masih kecil aksi menggunakan sihir yang sama persis caranya seperti yang di lakukan Xiang.


"Tenang saja dengan sihir ini semua pembicaraan di antara kita bertiga tidak akan terdengar oleh siapa pun karena kertas tadi adalah kertas yang berisi aliran sihir lewat tulisan,"


"Dan cara penggunaannya yang berbeda dengan sihir dibarat memiliki cara yang berbeda juga dengan cara memutuskan sihirnya," jelas Xiang dengan tatapan serius ke arah Clara dan Violet


Karena sihir peredam suara telah di pasang, Violet kemudian menceritakan tentang perasaannya dengan Edel sang putra kerajaan, Violet paham kalau dia hanya seorang teman tapi setiap perhatian yang diberikan oleh temannya tidak terlihat seperti seorang teman hingga Violet terbawa perasaan. Pada saat dia ingin membeberkan perasaan yang dia miliki Edel selalu langsung pergi atau bisa dibilang Violet tidak pernah mampu mengucapkan kata-kata yang berada di isi hatinya dari mulutnya. Clara dan Xiang di sana memberikan Violet solusi atau saran satu atau dua.


Tidak lama setelah Violet telah selesai bercerita, terlihat ada sosok laki-laki yang datang dengan seorang perempuan. Dua sosok yang mereka bertiga kenali di depan mereka berjalan masuk entah suatu kebetulan atau bukan, tidak ada yang tau itu.


"Bukankah ini nona Violet, pangeran Xiang dan nona Clara?"


"Kebetulan sekali,"

__ADS_1


The Duke'S Only Beloved Fiancé


__ADS_2