
Clara menggelengkan kepala dengan isyarat dia tidak apa-apa atau baik-baik saja sambil tersenyum yang kemudian Dain melanjutkan pekerjaannya dan Clara melanjutkan membaca surat-surat yang sampai ke mansion Duke, karena atas permintaan Carl supaya Dain bekerja adalah ikut berada di dalam satu ruangan dengannya.
Sebelumnya Carl Yang bersujud dan menangis memohon kepada Clara supaya bisa membuat Dain kembali bekerja, awalnya Clara mengabaikan Carl tetapi tekadnya sebagai seorang sekretaris Duke Freiheit membuatnya bisa bertahan untuk memohon kepada Clara supaya bisa menemani Duke bekerja, karena hal itu dia tidak punya pilihan selain menerima permintaan dari Carl.
Clara sangat mengerti tentang karakter asisten pribadi Duke Freiheit, karena itu tertulis di dalam novel kedua di kehidupan sebelumnya, sosok asisten yang sangat setia dan dapat di andalkan itu semua bukan tanpa alasan Carl bisa sangat setia dan dapat di andalkan. Dia yang di pungut oleh pemimpin Duke sebelumnya dari daerah kumuh pada saat dia mencopet atau mencuri uang milik sang Duke pada saat dia masih kecil di alun-alun kota yang ramai, setelah ketahuan oleh pemimpin Duke terdahulu dan terlihat kalau Carl adalah anak yang memiliki potensi sang Duke terdahulu membawanya ke mansion Freiheit.
Sejak saat itu Carl memutuskan untuk setia kepada keluarga Duke Freiheit hingga saat kematiannya tiba dan dibunuh ditangan Dain sendiri yang menjadi gila atau obsesi kepada Gadis Suci di masa depan dia tetap setia, karena keluarga Duke sangat berjasa untuk dirinya.
Clara merasakan ketulusan itu tentu tidak mungkin menolak permintaan dari Carl. Hidup sulit dia pernah juga merasakannya di kehidupan sebelumnya dan orang yang membantunya juga pernah membuatnya merasakan hal yang sama itulah kenapa Clara ingin membantu walaupun hanya duduk membaca isi dari setiap surat.
"Clara, apakah kamu tidak bosan membaca isi surat itu?" tanya Dain yang kembali menghentikan gerakan tangannya menulis dokumen padahal pekerjaaan kasih sangat banyak
"Aku tidak bosan karena isinya sangat menarik untuk dibaca ditambah lagi kerjakan pekerjaanmu,"
"Jangan sering menyusahkan bawahanmu, kamu tidak tau kalau mereka sering menangis hanya untuk kamu menandatangani dokumen penting, tapi kamu malah berkeliaran entah kemana," ucap Clara dengan tatapan dingin dan serius ke arah Dain yang kemudian Dain melanjutkan pekerjaannya
Tidak lama kemudian terjadi kesunyian antara keduanya hingga pintu ruang kerja Dain terbuka dengan cara di banting dan sesosok gadis masuk ke dalam ruangan itu dengan terburu-buru sosok itu adalah putri keluarga kerajaan Wertvoller yang berharga.
"Violet, bisakah kamu mengetuk pintu dulu saat masuk ke dalam ruangan ini?"
__ADS_1
"Dan kenapa selalu pintu di mansion aku yang kamu banting ketika masuk ke dalam ruangan?" ucap Dain yang memegang erat pena bulunya dengan tatapan kesal ke arah gadis yang tiba-tiba datang dan langsung memeluk Clara yang sejak tadi diam membaca surat
"Tupai kecil, aku bosan jadi aku berkunjung ke sini karena aku dengar kalau kamu tinggal di mansion sepupuku yang gila perang," ucap Violet yang sama sekali tidak perduli atau tidak mendengarkan ucapan Dain dan malah mengejeknya
Dain hanya bisa menghela nafasnya dan berusaha tenang, karena orang yang tidak bisa di atur atau di kendalikan olehnya adalah Violet. Clara hanya bisa pasrah ketika di peluk oleh erat dari Violet sebab pada saat dia menatap ke arah Dain yang merupakan tunangannya bisa-bisanya tunangannya menatap ke arah berkas atau dokumen yang dia kerjakan.
"Baiklah, kalau begitu aku akan menemanimu,"
"Tapi Violet bukankah dari kerajaan Wertvoller sampai ke tempat ini jaraknya bisa memakan waktu satu bulan lebih?" tanya Clara yang pelan-pelan melepaskan pelukan dari Violet yang erat
"Itu memang benar, tetapi keluargaku adalah keluarga kerajaan jadi kami memiliki penyihir untuk melakukan teleportasi ke tempat ini jadi aku hanya perlu meminta saja ingin di teleportasi kemana,"
"Tupai kecil, daripada kamu di tempat ini ikut orang yang gila perang bekerja lebih baik kamu ikut aku berbelanja di kota,"
"Karena aku dengar banyak sekali kue dan manisan terkenal di jual di sebuah toko kue tersebut jadi aku ingin mengajakmu berkunjung ke tempat itu," ucap Violet sambil tersenyum dan menarik tangan Clara ke luar ruangan kerja Dain dengan pintu yang terbuka lebar
Carl yang melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang, karena dia tau pekerjaannya akan bertambah setelah kejadian yang tidak terduga ini. Clara di seret ke kota tanpa mengganti pakaian ataupun berdandan, karena Violet yang menyeretnya tiba-tiba mengatakan kalau lebih baik harus cepat.
Clara terkejut dengan stamina milik Violet yang membawanya ke kota hanya dengan berjalan kaki atau berlari ke alun-alun kota wilayah Freiheit.
__ADS_1
"Clara, lihat antrian toko manisan itu sangat panjang,"
"Karena mungkin akan sangat lama untuk mendapatkan giliran kita,"
"Aku telah memesan tempat di lantai dua dari toko kue ini, jadi ayo kita lewat jalan belakang," ucap Violet hanya di ikuti oleh Clara tapi siapa yang menyangka nasib sial tiba-tiba saja datang menghampiri mereka pada saat mereka ingin berjalan menuju ke belakang toko kue itu
"Hei, kalian para gadis,"
"Kenapa tidak ikut dengan kami? Kami bisa memperlakukan kalian berdua dengan baik," ucap salah seorang laki-laki dari beberapa orang dengan pakaian yang cukup kotor dan tatapan yang seperti memiliki niat jahat ke arah Clara dan Violet
Clara dan Violet merasa terpojok karena mereka saat ini berada di jalanan kecil menuju ke belakang toko kue terkenal itu.
"Kenapa kami harus ikut dengan kalian? Memangnya kalian orang penting? Kalian pasti hanya ingin melecehkan para perempuan yang lewat di tempat sepi seperti ini bukan?" ucap Violet yang maju satu langkah di depan Clara dengan kipas yang menutup wajahnya dan tatapan merendahkan ciri khas yang selalu dia tunjukkan dimanapun
Merasa kesal dengan ucapan yang ucapkan oleh Violet kepada sekumpulan laki-laki di sana dan dengan cepat laki-laki itu langsung mengulurkan tangannya untuk memukul Violet, karena tidak terima dengan ucapan yang keluar darinya. Tapi tiba-tiba sesosok laki-laki menghadang tangan yang hampir mengenai wajah Violet dengan kipas tangannya.
"Apakah kamu tau kalau perbuatan seperti ini kepada perempuan sama saja dengan laki-laki lemah dan tidak terhormat?"
"Aku yakin orang seperti kalian tau itu atau mungkin kalian memang bodoh hingga tidak tau?"
__ADS_1
The Duke's Only Beloved Fiancé