The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 59 Pasangan Pesta


__ADS_3

Violet langsung di seret pulang oleh laki-laki berkacamata yang merupakan putra mahkota meninggalkan Clara sendirian di restoran, Violet mengirim surat permintaan maaf dan terima kasih, karena telah meninggalkan Clara sendirian di restoran.


Dua Minggu kemudian hari pesta ulang tahun putra mahkota telah tiba dan Clara bersiap dari pagi hingga sore hari, tanpa menyentuh pekerjaan berkas sama sekali. Di sore hari itu sebuah kereta kuda asing datang ke mansionnya dan seorang pelayan menyampaikan kalau ada sesosok laki-laki yang menjemput dirinya atas permintaan sepupunya, oleh karena itu sosok laki-laki itu ada di sini.


Clara yang awalnya kebingungan mengingat-ingat kembali dan teringat dirinya akan sang putri yang ingin sepupunya menjadi partner Clara, Clara hanya bisa menghela nafas dan berjalan menuju ke arah aula betapa terkejutnya dirinya melihat sosok laki-laki yang tidak asing pada saat dia tabrak di alun-alun kota tanpa melihat jalan pada saat itu. Dain yang melihat Clara begitu cantik tidak bisa berkata-kata dan hanya tenggelam ke dalam pemikirannya, jantung dan suhu tubuhnya sangat aneh saat ini menurut dirinya ketika melihat sosok gadis itu.


"Selamat malam, terima kasih telah datang menjemputku untuk pergi ke pesta,"


"Ehan, kamu sepupu sang putri Wertvoller? Artinya kamu memiliki gelar yang tinggi bukan? Aku merasa sangat tidak sopan jika memanggil namamu langsung seperti ini," ucap Clara dengan tatapan bersalah dan sedikit panik


Wajah Clara yang sangat ekspresif dan menggemaskan membuat Dain tertawa kecil melihatnya, dia tidak menyangka selain pertemuannya pada saat itu hari ini dia bisa menyaksikan kelucuan sosok gadis di depannya lagi, Clara yang melihat tawa sosok laki-laki itu hanya bisa tersenyum paksa, karena takut tidak sopan dan nyawanya yang bahaya.


"Tidak masalah, aku yang mengizinkan dirimu untuk memanggil namaku jadi aku tidak akan memberi tau dirimu siapa aku sampai kamu tau sendiri,"


"Dan bagaimana kalau kita pergi sekarang lady ke pesta dansa?" ucap Dain yang mengulurkan tangannya untuk menunggu Clara menggapai uluran tangannya


Clara menggapai uluran tangan sosok laki-laki itu menuju kereta, setelah dua jam perjalanan mereka berdua sampai di istana kerajaan tempat pesta dansa tersebut di adakan. Semua bangsawan yang hadir melihat Dain berjalan dengan Clara langsung menatap tajam dan mulai bergosip, sedangkan Clara yang tidak mengetahui apapun hanya bisa diam dan mengikuti Dain pergi kemanapun hingga Dain menyuruhnya untuk beristirahat di balkon, karena biasanya di sana adalah tempat yang sepi dan cocok untuk beristirahat.


Setelah berada di balkon Clara bernafas dengan lega, karena walaupun telah sering berada di pesta dia tetap merasa sesak dan tidak nyaman di tatap banyak orang.


Sesosok laki-laki berambut panjang hitam dan pakaian relung awan menuju ke balkon membuat Clara terkejut dengan kehadiran sosok laki-laki itu.


"Sudah lama tidak bertemu lady," ucap sosok laki-laki itu dengan senyuman lembut membuat Clara kebingungan karena kedatangan laki-laki yang berada di depannya

__ADS_1


"Apakah kita pernah bertemu?" tanya Clara dengan kebingungan dan menyidik sosok laki-laki itu


"Xiang, jangan ganggu tunanganku dengan kata-kata manismu itu," ucap sosok laki-laki yang langsung menarik lengan Clara ke dalam pelukan sosok laki-laki itu dengan tatapan tajam


Clara terkejut dengan ucapan tiba-tiba sosok laki-laki yang datang ke balkon secara tiba-tiba itu, sedangkan sosok laki-laki berambut hitam panjang dan berpakaian putih dengan relung awan tersenyum menatap sosok itu.


"Kamu tidak perlu bersikap seperti itu, aku tidak tertarik juga dengan gadismu,"


"Aku hanya ingin menyapa saja,"


"Karena aku harus melihat setiap hal yang baru saja merubah sebuah tulisan yang di tulis," ucap sosok laki-laki yang bernama Xiang itu dengan senyuman kemudian masuk ke dalam ruangan pesta dansa kembali


Clara merasa ada yang aneh dengan ucapan sosok laki-laki yang sangat misterius itu, tetapi dia tidak mengerti apa yang aneh dan sosok laki-laki di belakangnya saat ini memandang dirinya dengan tatapan bersalah, karena tiba-tiba mengatakan kalau dia adalah tunangannya Clara.


"Tapi jujur aku hanya ingin menjauhk-"


"Aku paham, tidak masalah dan terimakasih telah membantuku Dain,"


"Dan aku senang kamu di sini," ucap Clara yang langsung memotong pembicaraan Dain dengan senyuman lembut ke arah sosok laki-laki itu membuat sosok laki-laki itu menggenggam tangan gadis yang masih berada di dalam pelukannya


"Clara, bagaimana kalau aku bilang aku serius dengan perasaanku saat ini kepada dirimu? Apakah kamu akan setuju?"


"Mungkin aneh untuk di dengar, tetapi saat aku bertemu pertama kali dengan dirimu dan bersama dirimu,"

__ADS_1


"Aku merasa sangat familiar dengan hubungan yang kita miliki pada saat bertemu, walaupun begitu aku tidak ingat apa yang terjadi dan seperti apa hubungan kita,"


"Tapi maukah kamu menerimaku? Walaupun terdengar terburu-buru?" ucap Dain dengan berlutut di hadapan Clara dengan tatapan yang serius dan penuh pengharapan seperti sudah siap untuk di tolak ataupun di terima


Clara terdiam dan sedikit terkejut dengan peryataan yang di ucapkan oleh Dain, karena dia juga merasakan hal yang sama dengan sosok laki-laki di depannya saat ini. Dia tidak tau harus merespon seperti apa kepada Dain yang sampai berlutut di hadapannya hingga setengah menit berlalu dan dia baru menjawab Dain.


"Ummm.. Dain bisakah kamu berdiri sekarang? Rasanya pasti melelahkan berlutut,"


"Aku akan mempertimbangkan ini dulu, karena bagaimanapun kita baru pertama kali bertemu,"


"Dan walaupun kita memiliki perasaan familiar, tetapi tolong berikan aku pertimbangan untuk menjawabnya," ucap Clara dengan senyuman lembut ke arah sosok Dain


Dain yang mendengarkan ucapan Clara yang tidak terdengar seperti penolakan dan tidak terdengar seperti penerimaan, merasa ada kesempatan untuk membuat Clara yakin dengan perasaannya kepada sosok laki-laki itu.


Setelah pesta selesai Clara langsung di antar pulang oleh Dain dan keesokan harinya dua buah surat datang dari Violet dan Dain. Isi surat Violet yang tidak menyangka melihat Clara dan Dain sangat serasi dan cocok, apalagi dengan pakaian yang mereka berdua kenakan seperti pasangan.


Setelah selesai membaca surat dari Violet, Clara membuka surat yang berasal dari Dain isi surat itu menanyakan keadaan Clara dan mengajaknya berjalan-jalan, Clara yang kemudian membalas surat balasan dan memasukan ke dalam amplop langsung terdiam.


"Dain tidak mengatakan tentang asalnya,"


"Sekarang surat ini harus aku kirimkan kemana karena tidak tau alamat tempat dia tinggal,"


The Duke's Only Beloved Fiancé

__ADS_1


__ADS_2