
Dain yang sangat mencintai Clara melebihi apa pun, tentu tidak akan mudah untuk dirinya melepaskan sosok gadis itu, apalagi gadis itu juga menerima dirinya apa adanya sebelum bertemu dengannya sampai detik ini.
"Kenapa kamu begitu keras kepala Dain? Aku ini hanya seorang gadis yang tidak layak untuk di perjuangkan,"
"Karena aku tidak mampu untuk bertarung ataupun melawan, dan aku tidak ingin nyawamu menghilang hanya karena aku," ucap Clara dengan lantang dan tatapan yang setengah terpaksa menerima perpisahan dengan sosok laki-laki di depannya
"Dain oh Dain,"
"Kamu pikirkan baik-baik nyawa gadis ini atau nyawa milikmu?" ucap sang raja iblis dengan senyuman yang merasakan kemenangannya ada di pihaknya
Dain tentu tidak akan mungkin meninggalkan atau merelakan nyawa milik Clara, dia bersungguh-sungguh mencintai tanpa takut kalau kematian dekat jadi dia melangkah maju dan melepaskan pedang miliknya. Orang-orang yang masih hidup dan dalam keadaan sekarat menyaksikan Dain yang melepaskan pedangnya, sosok yang sangat kejam di rumorkan saat ini menjatuhkan senjatanya dengan berani di depan sang raja iblis.
"Baik, kalau begitu biar aku yang mati,"
"Lepaskan Clara dan jangan sentuh dia lagi," ucap Dain dengan tatapan yang serius dan putus asa berlutut di hadapan sang iblis
Air mata Clara dan perasaan takut kehilangan sosok laki-laki itu membuatnya berusaha memberontak dari pegangan kuat sang raja iblis, dan berjalan menuju ke arah sosok laki-laki yang akan mengorbankan dirinya untuk Clara. Teriakan tidak setuju dari Clara dan serangan raja iblis yang bersamaan di lancarkan ke arah sosok laki-laki itu membuat sebuah ketegangan untuk orang-orang yang melihat. Serangan pertama yang di lancarkan oleh sang raja iblis hampir mengenai Dain yang berlutut, membuat Clara semakin ketakutan dengan kematian sosok laki-laki yang dia cintai.
Terlihat sangat jelas besarnya kerusakan tanah akibat serangan yang di kerahkan oleh sang raja iblis melewati Dain. Dain tetap diam di tempat dia berlutut dengan perasaan sedikit gemetaran akibat serangan pertama yang di lancarkan oleh sang raja iblis.
__ADS_1
"Ups... meleset tanganku sedikit licin,"
"Dan ototku kurang peregangan sepertinya untuk melancarkan serangan ke arahmu,"
"Tapi tenang saja Dain serangan keduaku pasti akan tepat sasaran langsung menghancurkan tubuhmu hingga berkeping-keping, harusnya begitu yang akan terjadi," ucap sang raja iblis dengan tawa merendahkan ke arah sosok berlutut itu
"HENTIKAN AKU MOHON HENTIKAN!"
"LEPASKAN DIA, KAMU HANYA MEMBUTUHKAN AKU BUKAN JADI BIARKAN DIA PERGI!" teriak Clara dengan air mata yang benar-benar telah sepenuhnya membasahi pipinya hingga menetes ke arah sosok yang berada di sampingnya
Sang raja iblis yang melihat hanya membalas dengan senyuman tanpa perasaan belas kasihan atau sedih kepada musuhnya dan kepada Clara, seolah-olah dia sedang sangat-sangat menikmati penderitaan seseorang di depannya saat ini terutama teriakan putus asa Clara yang memohon kepada dirinya untuk melepaskan Dain pergi, namun sang raja iblis tentu tidak akan mengabulkan keinginan dari Clara dan malah bersiap untuk melakukan penyerangan kembali kepada Dain yang hanya bisa berlutut pasrah saat ini di depannya.
"Matilah dan kamu akan di anggap sebagai orang yang sangat berjasa nantinya," ucap sang raja iblis dengan seringai merendahkan dan melemparkan bola api sihir miliknya ke arah Dain, tentu Dain yang hampir mengenai bola api itu tiba-tiba muncul sebuah perisai yang melindungi dirinya
"Syukurlah masih ada waktu," ucap Xiang dengan nada yang lemah dan tubuh yang sudah sekarat terbaring di atas tanah dengan senyuman karena berhasil memasang sebuah perisai pelindung untuk melindungi Dain di saat-saat terakhir kesadarannya
Setelah batuk darah karena efek memaksakan dirinya yang membuat perisai itu, pandang Xiang seketika menjadi gelap. Sedangkan Dain yang terkena serangan itu memang tubuhnya tidak hancur dan hanya terluka, tetapi dia masih bisa hidup.
"Sungguh pengganggu di saat-saat seperti ini, tapi tidak masalah karena pada akhirnya dia juga akan mati di tanganku," ucap sang raja iblis dengan tawa remeh kepada Dain yang telah berkali-kali memuntahkan darah akibat efek serangan yang di lakukan
__ADS_1
Sang raja iblis kembali menggunakan sihirnya membentuk sebuah serangan dan di serangan ketiga ini dia telah memastikan kalau Dain akan mati, tidak ada siapapun lagi orang yang akan menghalangi dirinya untuk membunuh laki-laki itu di depan Clara yang menangis, berteriak dan berusaha melepaskan diri untuk menyelamatkan dirinya.
Setelah serangan ketiga berhasil di lancarkan oleh sang raja iblis, tubuh Dain tidak hancur tetapi dia telah mati setelah di periksa nadinya oleh seorang bawahan dari sang raja iblis yang berada di tempat. Clara terdiam sejenak untuk mengolah apa yang baru saja dia dengar dari ucapan tersebut, setelah itu air matanya kembali menetes dan membuatnya kini menjadi sangat gila.
"KAMU IBLIS YANG KEJAM,"
"KAMU MENGHANCURKAN HUBUNGAN SESEORANG YANG TELAH DIBANGUN DENGAN PENUH BERJUANG,"
"KAMU BR*NGS*K," teriak Clara dengan suara yang sangat-sangat lantang hingga menggema dan yang telah berhasil melepaskan diri dari ikatan tangannya mencengkram pakaian milik sosok sang raja iblis yang berada di depannya dengan lengan yang penuh dengan darah yang mengalir karena berusaha memaksakan diri untuk melepaskan ikatan yang mengikat dirinya sangat erat
Cengkraman dari tangan Clara yang begitu kuat, sambil menggoyang-goyangkan tubuh Dain yang berada di depannya. Perasaan putus asa menyelimuti dirinya membuat sang raja iblis sangat menikmati raut wajah dirinya.
"Aku memang seorang iblis yang kejam dan itu memang yang ingin aku lihat Clara tersayang,"
"Penderitaan dari seseorang begitu menyenangkan untuk dilihat, kamu seharusnya memperhatikan dengan baik wajahnya Clara," ucap sang raja iblis dengan tersenyum santai sambil membelai pipi Clara yang terlihat lembut
Clara langsung menepis tangan sang raja iblis dan menatap dengan penuh kebencian, setelah menatap beberapa saat dia langsung berlari ke arah Dain untuk melihat keadaan sosok laki-laki yang telah mati untuk dirinya. Clara berlutut di hadapan sosok tubuh yang terbaring dingin di depannya saat ini di atas permukaan tanah, tidak bernyawa lagi. Air matanya terus mengalir deras membasahi pipi sosok laki-laki yang tubuhnya telah dingin itu.
"Dain, jangan tinggalkan aku,"
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak mendengarkan aku? Bukankah kamu membenci aku? Kamu padahal menamparku pada saat itu, kenapa kamu jadi begitu peduli kepadaku?".
The Duke's Only Beloved Fiancé