
Clara yang berusaha memberontak sangat sia-sia, karena tenaga yang dimilikinya tidak sebanding dengan raja iblis itu. Kemudian Clara menoleh dan terlihat sosok laki-laki yang dia cintai melawan temannya sendiri, seperti boneka tidak bernyawa di permainkan.
"Apa yang iblis seperti dirimu inginkan? Kenapa kamu sangat suka mempermainkan jiwa manusia?" tanya Clara kepada sosok kepalanya berada di atasnya
Sang raja iblis itu tertawa seolah-olah itu telah menjadi jawaban untuk pertanyaan Clara. Clara yang tidak bisa membantu apapun hanya bisa melihat teman-temannya berjuang di depan matanya dengan air mata yang menetes, dia teringat dengan dewa yang muncul di mimpinya.
"Harapan dari sang penuntun takdir meluruskan semua takdir yang terikat,"
"Tolong sang dewa pandu kami ke cahaya yang suci," ucap Clara dengan kedua tangan yang terkepal dan air mata yang menetes
Cahaya emas tiba-tiba bersinar dari tubuh Clara dan seluruh ruangan muncul sebuah butiran-butiran pasir emas yang mulai mengalir dari atas ke bawah tanah. Butiran-butiran pasir emas itu membuat para tengkorak itu melebur menjadi debu dan pengaruh sihir hitam kepada Dain juga terlepas. Sang raja iblis juga tiba-tiba melepaskan Clara dari pelukannya, seolah-olah tubuh Clara sangat panas.
Clara yang telah merasa dapat lepas, dia berjalan menjauh dari sang raja iblis itu dengan sebuah belati yang dia ambil dari lantai-lantai sekitarnya.
"Jangan bilang kalau para dewa yang membuang dan tidak peduli saat ini ingin memanfaatkan dirimu untuk membunuhku? Clara apakah kamu lupa dengan masa lalu kalau merekalah yang memisahkan kita berdua dan membuat kita berpisah hingga ratusan tahun?"
"Apakah kamu tidak tau betapa omong kosongnya para dewa?" ucap sang raja iblis dengan tatapan tajam dan lembut ke arah Clara berjalan mundur dan waspada kepada dirinya supaya sang raja iblis tidak mendekat sama sekali
__ADS_1
"Bukankah sama dengan dirimu yang membunuh banyak orang hanya demi kebahagiaan kekasihmu di masa lalu? Padahal jelas-jelas itu hanya niatmu membunuhnya supaya tidak mendekati dirinya,"
"Kamu adalah orang yang membuat kejatuhan dunia, jangan mengatakan hal yang omong kosong untuk membalas dendam masa lalu,"
"Dia bukan gadismu di masa lalu, kekasihmu telah membunuh jiwanya sendiri untuk tidak bereinkarnasi ataupun hidup di dunia berkeliaran,"
Tiba-tiba muncul sebuah suara yang menggema di seluruh ruangan itu, sebuah suara yang cukup tidak asing untuk Clara dengar di mimpinya dan sepertinya mengenal sosok raja iblis yang ada di depannya.
Semua orang yang mendengarkan ucapan dari sosok suara yang menggema, terdiam dan memperhatikan. Sang raja iblis yang tidak terima dengan ucapan yang di dengarkan, sang raja iblis mengeluarkan tekanan yang mampu membuat seluruh ruangan penuh dengan sihir hitam yang gelap.
Langit-langit yang berada di luar gedung itu semakin gelap dan seluruh bangunan mansion hancur, karena tekanan sihir hitam yang tidak terbendung. Sang iblis terlihat sangat murka dan menangkap Clara dengan sihirnya, Dain yang telah sadar dari pengaruh sihir melihat Clara yang dibawa oleh sang iblis tentu tidak akan membuat dirinya rela.
Dain mengangkat pedangnya dan memusatkan aura pedangnya menjadi satu kemudian mengarahkan kepada sang raja iblis yang ada di depannya namun, itu dengan mudah di tangkis olehnya yang seorang iblis. Melihat perjuangan dari Dain yang berusaha untuk membebaskan dirinya dari sang raja iblis dia juga tidak menyerah untuk meminta para dewa membantu dirinya yang malang dan menderita saat ini. Keduanya yang memperjuangkan cinta membuat teman-temannya ikut tergerak dan bertarung melawan sang iblis.
Sang iblis yang melihat betapa naif dan polosnya para manusia yang tidak memiliki kekuatan dan hanya ingin menyia-nyiakan nyawanya untuk melawannya, dibalas dengan tawa yang lantang dan kebangkitan para tengkorak-tengkorak serta monster tingkat tinggi yang bangkit dari tanah dan lingkaran sihir.
Violet, Seyyal dan Edel membagi menjadi tiga kelompok untuk menyerang puluhan musuh yang berada di depan mereka. Sang raja iblis tentu juga tidak akan membiarkan Clara memohon kepada dewa, karena itu membuat dirinya tidak bisa banyak bergerak bebas ataupun mengurung Clara untuk tetap bersama dirinya.
__ADS_1
Dain yang terus menyerang menggunakan aura pedangnya tanpa henti dan beristirahat, membuat dirinya memuntahkan darah.yang cukup banyak sebab terlalu memaksa diri untuk tetap bertarung dengan sang iblis. Raja iblis blis yang melihat Dain telah hampir kehabisan tenangnya, tertawa melihat betapa menyedihkan seorang manusia yang hanya memiliki kemampuan untuk membunuh manusia saja, tidak sebanding dengan iblis.
"Menyerah saja, ajalmu sudah begitu dekat dan pada akhirnya juga sama Clara tetap akan bersama aku sampai akhir hayatnya," ucap Sang raja iblis dengan tatapan yang obsesi kepada Clara yang saat ini telah berada di dalam ikatan sebuah rantai supaya dia tidak menggunakan yang macam-macam
"Manusia memang tidak bisa melawan iblis tetapi jika dia memiliki pelindung dari dewa, itu tidak mustahil bukan?" ucap Dain yang tiba-tiba mengigit jarinya dan menggambar sesuatu di permukaan tanah dengan darahnya
Setelah selesai dia menggambarkan sesuatu di atas tanah dengan darahnya, Dain menancapkan pedangnya ke atas gambar yang telah dia buat.
"Para dewa pelindung kerajaan aku sang putra makhota yang memiliki darah keturunanmu,"
"Memohon bantuan untuk menyelamatkan negeri ini dari sang iblis, walaupun nyawa adalah taruhan sebagai bayaran kepada anda yang suci," ucap Dain dengan lantang membuat lingkaran sihir itu bercahaya emas mirip dengan cahaya yang keluar dari doa milik Clara
Sang raja iblis yang melihat belum sempurnanya ritual yang di lakukan oleh Dain dengan cepat dia bergerak menggunakan sihir menyerang ke arah Dain. Sedangkan Dain yang bertahan berusaha menggunakan artefak yang dia miliki membentuk sebuah perisai supaya tidak hancur dalam proses doa yang dia lakukan kepada sang dewa.
Serangan pertama berhasil di tahan oleh perisai artefak, serangan kedua bisa di tahan dan serangan ketiga tiba-tiba saja perisai itu sudah menunjukkan retakan kecil, melihat retakan itu dengan cepat serangan keempat dan kelima langsung dilancarkan oleh sang raja iblis.
"Apakah ini masih tidak bisa bertahan? Aku menginginkan Clara selamat itu saja,"
__ADS_1
The Duke's Only Beloved Fiancé