The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
Pemimpin Kesepuluh Tewas


__ADS_3

"Perkenalkan dulu dirimu baru aku akan menggunakan kemampuanku yang lain." Setelah pertukaran beberapa jurus, YingXiong sudah memiliki gambaran kekuatan wanita bertopeng yang menjadi lawannya itu.


Ia yakin bisa mengalahkannya walaupun akan memakan waktu yang panjang. Ia bertanya identitas wanita tersebut karena penasaran, sekaligus ingin membuatnya lengah.


"Kau tidak mengenali diriku? Tapi kau mengenali nama kelompokku? Apa itu tidak keterlaluan." Dari nada bicaranya, wanita tersebut sedang marah karena ucapan YingXiong.


Kelompok Elang Sakti adalah sebuah kelompok besar yang sudah terkenal di dunia beladiri selama puluhan tahun terakhir ini. Jadi bagaimana YingXiong tidak mengenalinya. Pikir sang wanita bertopeng.


"Maaf, tapi aku benar-benar tidak mengetahui identitasmu. Jadi tolong beritahu aku." YingXiong bertanya sekali lagi.


"Kalau kau tidak mengenali namaku, lebih baik tidak mengetahuinya selamanya. Aku akan membuatmu mati dalam keadaan penasaran." Wanita bertopeng itu mendengus kesal dan menyerang YingXiong kembali.


YingXiong menyambut serangan yang dilancarkan oleh wanita bertopeng itu dengan tangannya. Pedang lawannya itu ditangkis hanya menggunakan tangannya. Tapi berbeda dengan kesepuluh lawannya sebelumnya, kali ini tangannya terasa kebas setiap kali menangkis serangan itu. Bagaimanapun, kekuatan wanita bertopeng tersebut berada di atas kekuatan YingXiong.


Selain kekuatannya berada di atas YingXiong, alasan pemuda tersebut mengalami kebas setiap kali menangkis serangan wanita bertopeng, karena wanita itu mengalirkan aliran listrik ke pedangnya. Memang, setiap pendekar yang sudah mencapai kekuatan pendekar kaisar, bisa mengubah tenaga dalamnya menjadi sebuah elemen yang dikuasainya.


Dalam suatu keadaan, YingXiong berhasil terdesak dan mendapat goresan di perutnya. Walaupun tidak parah, tetapi darah yang keluar cukup banyak.


"Selanjutnya yang kena bukan perut atau dada atau bagian tubuh yang lain, melainkan kepalamu yang akan terpotong." Wanita bertopeng tersenyum di balik topengnya.


"Tidak semudah itu." YingXiong mengalirkan tenaga dalamnya ke bagian yang tergores untuk menghentikan darah yang terus keluar.


"Tarian Pedang Dibalik Awan!" Wanita bertopeng mengeluarkan jurusnya.


"Pukulan Cinta Pertama!" YingXiong juga tidak mau kalah.


Jurus pedang yang ditunjukkan wanita bertopeng sangat baik. Lincah, cepat dan bertenaga. Seperti nama jurusnya, wanita bertopeng lebih terlihat menari daripada memainkan sebuah senjata. Itu menunjukkan bahwa wanita bertopeng sudah menguasai jurusnya itu.


Serangannya sulit ditebak dan semuanya mengarah ke bagian vital YingXiong. Beruntung pemuda itu bisa menghindarinya. Tetapi tidak semuanya, alhasil YingXiong kembali mendapatkan luka di bahu kirinya.


YingXiong memegangi luka itu dan kembali mengalirkan tenaga dalamnya untuk menghentikan pendarahan.


"Tidak ada cara lain, aku harus menggunakan senjataku." Gumam YingXiong dalam hatinya.


Saat wanita bertopeng menyerang dan memperpendek jarak mereka. YingXiong dengan cepat mengambil tongkat bambu dari punggungnya dan menangkis pedang wanita bertopeng.

__ADS_1


Tongkat bambu itu menunjukkan kualitasnya, pedang yang digunakan wanita bertopeng termasuk senjata bernama, tetapi masih tidak mampu memotongnya.


"Senjata apa itu?" Wanita bertopeng tidak menyembunyikan keterkejutannya. Ia tidak menduga bahwa tongkat bambu yang terlihat biasa saja bisa menahan tebasan pedang.


"Aku tidak akan memberitahumu. Aku akan mencabut nyawamu menggunakan ini dan membuatmu mati dalam keadaan penasaran!" YingXiong tersenyum mengejek, mengulangi perkataan wanita bertopeng kepadanya sebelumnya.


"Cih... Kurang ajar! Aku akan memaksamu!"


"Tarian Pedang Dibalik Gunung!"


Kali ini serangan wanita bertopeng lebih kuat daripada sebelumnya. Dari serangannya juga menghasilkan ledakan-ledakan kecil di sekitar mereka. Beruntung YingXiong bisa menghindari semuanya.


Tidak ingin diposisikan dalam keadaan bertahan, YingXiong mulai mengubah pola serangannya. Kali ini ia berniat menyerang dan mendominasi pertarungan.


Tapi tentunya tidak mudah, selain lawannya memiliki kekuatan yang lebih besar darinya, wanita bertopeng itu juga memiliki pengalaman bertarung yang cukup mumpuni. Tidak mudah bagi YingXiong menemukan celah dari pertahanan sang wanita.


YingXiong mengambil jarak dari wanita bertopeng, ia mulai mengalirkan tenaga dalamnya ke tongkatnya dan bersiap kembali menyerang.


"Tujuh Bintang Surgawi : Hempasan Ombak!" YingXiong mengeluarkan jurus pertama dari jurus Tujuh Bintang Surgawi.


^^^BOOOMMMM^^^


Serangan itu mendarat di tubuh wanita bertopeng. Membuatnya terpental mundur beberapa langkah.


Wanita bertopeng memegangi dadanya, darah segar mulai mengalir dari pinggir bibirnya.


"Jurus apa itu?" Tanyanya dalam hati. Walaupun tidak parah luka yang dialaminya, tapi tenaga dalamnya terkuras sangat banyak untuk menahan serangan itu.


Di sisi lain, YingXiong tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia kemudian mengeluarkan jurus ketiga dari jurus Tujuh Bintang Surgawi.


"Tujuh Bintang Surgawi : Langit diatas Langit!"


Tombak bambu YingXiong berubah menjadi dua, lalu bergerak ke arah wanita bertopeng.


Wanita bertopeng yang masih dalam keadaan terduduk tidak bisa menghindar, ia hanya berharap tenaga dalamnya yang tersisa bisa menahan serangan itu.

__ADS_1


BOOOMMMM


Ketika dua tongkat itu bergesekan dengan pedang wanita bertopeng, sebuah ledakan tercipta. Lagi-lagi wanita bertopeng tidak bisa menangkis serangan itu dengan baik. Alhasil ia terbaring di tanah dengan luka-luka menghiasi sebagian tubuhnya.


Wanita bertopeng menjadi lemah, bahkan untuk menggerakkan tubuhnya saja ia tidak bisa.


"Aku... Aku tidak bisa mati disini!" Wanita bertopeng menguatkan hatinya dan mencoba mengendalikan tubuhnya. Tapi tetap saja ia tidak bisa melakukannya. Tubuhnya kini seolah sudah mengkhianatinya.


"Tidak perlu memaksanya, kau tidak akan bisa melakukannya. Sebaiknya kau beritahu aku identitasmu, lalu aku akan membunuhmu dengan cepat." YingXiong perlahan mendekati wanita bertopeng.


Ketika jaraknya hanya sekitar sepuluh meter, tiba-tiba wanita bertopeng mengeluarkan senjata rahasia dan langsung melemparkannya ke YingXiong. Beruntung pemuda itu masih menjaga kewaspadaannya, jadi ia bisa menghindarinya tepat waktu.


"Sungguh percobaan yang putus asa!" Ejek YingXiong.


"Sebaiknya kau beritahu aku identitasmu, aku ingin mengenangnya bahwa aku telah membunuh salah satu pemimpin kelompok Elang Sakti.


YingXiong dengar dari cerita kakek, kelompok Elang Sakti memiliki sepuluh pemimpin yang memimpin anggota mereka masing-masing. Tapi ia tidak pernah mendengar bahwa diantara para pemimpin tersebut ada seorang wanita.


Merasa nyawanya sudah tidak tertolong, wanita bertopeng itu pasrah.


"Aku Yun Shui, pemimpin kesepuluh kelompok Elang Sakti. Ingat itu baik-baik, aku akan menunggumu di neraka. Karena tidak lama lagi kita akan bertemu disana. Kelompokku tidak akan membiarkanmu lolos dengan mudah." Setelah memberitahu identitasnya pada YingXiong, wanita bertopeng itu bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri menggunakan senjata rahasia yang masih dimilikinya.


YingXiong menanggapinya dengan senyuman tipis. Ini adalah pertarungan pertama baginya melawan manusia untuk mempertaruhkan hidup dan matinya. Biasanya ia hanya bertarung melawan kakek dan itupun hanya sebuah latihan. Atau melawan hewan-hewan yang ada di hutan, sebagai lawan tandingnya.


Ia tidak mengira hal seperti ini akan datang begitu cepat. Ia mulai menyadari bahwa dunia luar sangat berbahaya. YingXiong harus mempersiapkan dirinya. Ini adalah satu dari banyak peristiwa yang mungkin akan ia alami kedepannya.


YingXiong hanya berharap, saat itu benar-benar terjadi. Ia bisa melalui semuanya!


Ia memungut pedang Yun Shui beserta sarungnya lalu membawanya. Senjata Bernama, tidak buruk! Pikirnya.


Lagipula senjata itu bisa ia gunakan saat bertarung. YingXiong tidak berpikir untuk selalu menggunakan Tongkat bambunya. Bagaimanapun, itu menguras banyak tenaga dalamnya.


Setelah semuanya selesai, pandangannya kini tertuju pada rombongan pedagang yang membuat mereka ketakutan dan langsung bersujud memohon ampunan. Bahkan ada diantara mereka yang ngompol di celana.


"Ampuni kami tuan pendekar!" Seru rombongan pedagang.

__ADS_1


YingXiong hanya menanggapinya dengan senyuman sambil perlahan mendekat ke arah rombongan pedagang. Ia juga mengeluarkan mata pedang dari sarungnya dan mengibaskannya ke kiri dan kanan seolah ingin memotong tubuh rombongan pedagang.


__ADS_2