The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
Bercerita Sampai Ketiduran


__ADS_3

Tidak terasa sudah beberapa jam dilalui oleh YingXiong, Shen Yue dan Mu Rong. Hari pun sudah mulai berubah, matahari perlahan-lahan mulai terbenam sebelum sepenuhnya menghilang digantikan sinaran rembulan.


YingXiong kemudian mengajak Shen Yue dan Mu Rong mencari tempat penginapan dan akan melakukan perjalanan mereka keesokan harinya.


Karena ia yang ditugaskan untuk menemui kasir penginapan, Shen Yue hanya memesan sebuah kamar. Saat YingXiong menanyakan alasan gadis itu, Shen Yue hanya mengatakan untuk berhemat. Ia tidak mengatakan kebenarannya bahwa Shen Yue ingin bersama dengan YingXiong lebih lama.


Tidak ingin berdebat dengan Shen Yue, YingXiong menyetujuinya. Ia tidak ingin meributkan hal yang sepeleh dengan Shen Yue.


"Aku bisa tidur di lantai atau melakukan latihan!" Gumam YingXiong di dalam hatinya. Ketiganya lalu memasuki kamar yang telah di pesan.


Sesampainya di kamar, YingXiong menyuruh Mu Rong tertidur karena ia tahu gadis kecil itu kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh dan mengelilingi pasar ibukota.


Sementara itu, YingXiong mengambil posisi di sudut ruangan. Ia lalu duduk bersila dan memejamkan matanya melakukan latihan pernafasan.


Di sisi lain, YingXiong melihat Shen Yue duduk di dekat Mu Rong dan menceritakan sesuatu kepada sang gadis kecil agar ia cepat tertidur.


YingXiong tidak tahu sudah berapa lama dia melakukan latihan pernafasan tetapi ia terus melakukannya. Pemuda itu membuka matanya setelah mendengar suara bisikan memasuki telinganya.


"YingXiong, ayo temani aku ngobrol!"


Saat ia membuka matanya, YingXiong sangat terkejut sampai-sampai memundurkan tubuhnya dan mendorong Shen Yue karena gadis itu berada tepat di hadapannya.


Wajah YingXiong dan Shen Yue hanya terpisah satu sentimeter saja.


Aw


Shen Yue berteriak kecil karena tubuhnya tersungkur akibat di dorong YingXiong.


"Apa yang kau lakukan nona Shen?!" YingXiong yang awalnya terkejut kini langsung berdiri dan mendekati Shen Yue. Ia merasa bersalah karena telah mendorong gadis itu.


"Maafkan aku!" YingXiong memegangi kedua bahu Shen Yue dari belakang dan membantunya berdiri.


"Aku tidak apa-apa!" Shen Yue menggelengkan kepalanya. Ia tidak marah karena perlakuan YingXiong karena ia menyadari kesalahannya.


"Maaf membuatmu terkejut!" Shen Yue buru-buru berdiri lalu meninggalkan YingXiong yang masih merasa bersalah.

__ADS_1


YingXiong belum lega, ia masih merasa bersalah karena telah mendorong Shen Yue. YingXiong berpikir keras untuk meminta maaf kepada sang gadis dan akhirnya ia menemukan ide.


Ia mendekati Shen Yue, "Nona Shen, sebelumnya kau memintaku untuk menemani mengobrol. Bagaimana kalau kau menceritakan tentangmu?"


Awalnya Shen Yue menolak dan berkata ingin tidur, tetapi setelah YingXiong memaksa dan memelas, Shen Yue pun menceritakan kehidupannya.


*****


Shen Yue adalah anak dari patriak sekte Pedang Surgawi. Sementara ibunya meninggal saat melahirkannya, jadi ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.


Shen Yue memiliki seorang kakak laki-laki yang sangat menyayanginya bahkan sanggup mempertaruhkan nyawanya demi Shen Yue. Begitupun sebaliknya, Shen Yue juga menyayangi kakaknya, Shen Long.


Karena ayahnya seorang patriak yang harus mengurus sekte besar, hubungan antara keduanya tidak terlalu baik. Shen Yue bahkan berpikir bahwa ayahnya tidak menyayanginya ditambah lagi ia juga penyebab kematian ibunya membuat Shen Yue berpikir itu adalah salah satu penyebab ayahnya tidak terlalu dekat dengannya. Beruntung ada kakeknya yang mengasuhnya. Jadi Shen Yue sedikit terhibur walaupun sang kakek juga sering bepergian tanpa ada yang tahu kemana.


"Aku rela berlatih ilmu beladiri dari kecil agar aku bisa menunjukkan kepada ayah bahwa aku bisa membuatnya bangga!" Shen Yue menutup ceritanya.


"Bagaimana denganmu?!"


YingXiong tersadar dari lamunannya setelah mendengar pertanyaan Shen Yue.


Mata YingXiong berkaca-kaca tetapi ia masih bisa menahannya. Berbeda dengan Shen Yue yang kini sudah berlinang air mata.


"Tidak perlu menangis. Setiap cobaan pasti ada hikmahnya. Setiap kesedihan pasti akan ada kebahagiaan yang menggantikannya. Dan setiap perjuangan, pasti akan ada hasil yang baik menyertainya." YingXiong menenangkan Shen Yue.


Shen Yue kemudian memeluk YingXiong, sebenarnya sang pemuda ingin menolaknya tetapi karena Shen Yue sedang menangis akhirnya ia hanya bisa membalas pelukan itu dan berharap bisa sedikit menghibur sang gadis.


YingXiong masih memeluk Shen Yue tanpa menyadari bahwa sang gadis sudah tertidur pulas tidak lama setelah memeluknya.


YingXiong menatap wajah Shen Yue dalam diam. Ada perasaan asing yang mengganggu hatinya.


"Walaupun kita belum lama saling mengenal, tapi aku berjanji akan menjagamu dan membuatmu selalu tersenyum saat berada di sampingku!" YingXiong bergumam pelan.


YingXiong lalu melihat Shen Yue yang tersenyum tipis dalam tidurnya. Tampaknya sang gadis bisa mendengar perkataan YingXiong walaupun sedang tertidur.


*****

__ADS_1


Mu Rong terbangun lebih awal daripada YingXiong dan Shen Yue. Gadis kecil itu cukup terkejut setelah melihat posisi tidur YingXiong dan Shen Yue.


Keduanya berada di samping Mu Rong, Shen Yue tidur dipangkuan YingXiong sementara sang pemuda tertidur dalam keadaan duduk dan tangannya berada di kepala sang gadis.


"Kak Ying, Kak Shen bangun. Hari sudah pagi!" Mu Rong menggoyangkan tubuh YingXiong dan Shen Yue.


Shen Yue yang pertama terbangun karena mendengar suara Mu Rong. Ia menggeliatkan tubuhnya dan sesekali menguap. Ia baru menyadari posisi tidurnya beberapa saat kemudian yang membuatnya langsung berdiri.


"Apa yang aku lakukan?" Shen Yue bertanya kepada Mu Rong dan hanya mendapati gadis kecil itu menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil.


Di sisi lain, Shen Yue menjadi malu-malu, rona wajahnya memerah seperti tomat.


"Jangan beritahu YingXiong kami tertidur dalam posisi seperti itu!" Shen Yue mengingatkan Mu Rong.


"Oke!" Mu Rong tertawa kecil menggoda Shen Yue yang membuatnya salah tingkah.


"Kami tidak melakukan apa-apa. Semalam kami hanya mengobrol dan tampaknya kami ketiduran!" Shen Yue mencoba menjelaskan dan meyakinkan Mu Rong.


"Iya kak Shen, Rong'er percaya!" Mu Rong masih tertawa kecil yang membuat Shen Yue pergi meninggalkannya karena malu.


"Aku akan mencari makanan terlebih dahulu. Kau tunggu saja disini, menunggu YingXiong terbangun dari tidurnya.


"Oke!"


Setelah keluar dari kamar, Shen Yue menghentikan langkahnya.


"Apa yang kulakukan?!" Ia memukul dahinya merasa bersalah.


"Ah sudahlah, aku yakin dia tidak melakukan sesuatu padaku semalam mengingat karakternya yang seperti itu!" Shen Yue berpikir positif. Ia lalu meninggalkan penginapan dan mencari sarapan untuk mereka bertiga.


Sementara itu, beberapa saat setelah kepergian Shen Yue, YingXiong terbangun dari tidurnya. Ia membuka matanya perlahan dan menemukan Mu Rong tersenyum lebar kepadanya.


"Ada apa denganmu, Rong'er?!" YingXiong kebingungan dengan sikap gadis kecil itu. Ia juga merasakan bahwa sang gadis kecil sedang menaruh curiga kepadanya.


"Tidak... Tidak apa-apa!"

__ADS_1


__ADS_2