The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
2 VS 4


__ADS_3

Meskipun satu lawan dua, YingXiong masih bersikap tenang bahkan dia bisa mengungguli kedua musuhnya. YingXiong menunjukkan permainan pedang yang belum pernah dilihat oleh para pendekar yang menghadiri turnamen, sebab itu salah satu jurus ciptaan gurunya ketika sudah pensiun dari dunia persilatan.


Namun, YingXiong tidak menggunakan mata pedangnya untuk mengenai lawan, ia lebih memilih memukulkan gagang pedangnya untuk melumpuhkan kedua musuhnya. Meskipun demikian, YingXiong mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar untuk membuat menekan dua pendekar muda di hadapannya.


"Kemampuan kalian tidak buruk, tetapi memilih lawan yang salah." YingXiong berkata dengan tegas dan percaya diri.


"Terlalu cepat untuk melawanku." Ia menambahkan. YingXiong lalu bergerak dengan cepat mendekati Kong Jia dan Meng Fan lalu mendaratkan dua pukulan kepada keduanya.


Baik Kong Jia maupun Meng Fan meringis kesakitan setelah terkena serangan YingXiong yang telah dialiri tenaga dalam yang besar itu. Keduanya lalu saling berpandangan saling menanyakan apa yang harus mereka lakukan untuk menghadapi sang pemuda.


"Sebaiknya kalian menyerah dan jangan halangi jalan kami. Atau kalian akan menerima akibatnya." YingXiong mengingatkan, "Aku memang tidak akan membunuh kalian di turnamen ini, tetapi apa kalian berdua yakin aku tidak akan melakukannya di luar nanti?" YingXiong menambahkan, ancamnya dengan jelas.


Tubuh Kong Jia dan Meng Fan bergetar hebat, keduanya memikirkan kata-kata YingXiong barusan. Setelah melihat wajah serius pemuda itu, keduanya menyerah. Mereka tidak ingin mencoba peruntungan yang akan membahayakan nyawa kedepannya.. Kedua pendekar muda itu sepakat untuk tidak mencari masalah dengan YingXiong di masa depan dan akan lebih baik lagi jika mereka bisa berteman dengannya.


Kong Jia dan Meng Fan tidak bergerak lagi dari tempat mereka terkapar, keduanya memilih untuk memperhatikan pertarungan Shen Long dan kedua rekannya. Di sisi lain, YingXiong juga melakukan hal yang sama. Ia tidak berniat ikut campur pertarungan itu sebab yakin Shen Long bisa mengatasinya.


"Kau benar-benar jenius paling berbakat di Kerajaan Baiyun ini." ucap seorang pemuda tersenyum kecut ketika memandangi musuh di hadapannya yang tidak lain adalah Shen Long.


Pemuda tersebut memiliki tubuh kekar dengan otot-otot terlihat di kedua lengannya. Meskipun menggunakan pakaian, namun terlihat dengan jelas dada yang bidang dan perut yang berbentuk.


Pemuda itu bernama Fang Xiao, sebenarnya dia juga pemuda yang berbakat namun masih di bawah Shen Long. Apalagi Fang Xiao ini malas berlatih membuatnya tertinggal dari pendekar muda berbakat seumurannya. Dia juga sering menghabiskan waktunya dengan mabuk-mabukan dan bermain wanita.


"Sudah ku katakan jangan memandang tinggi diriku. Kau harus menyadari ada yang lebih berbakat dan berbahaya dibandingkan aku." Pandangan Shen Long tertuju pada YingXiong, dia tidak terkejut melihat pemuda itu sudah menyelesaikan pertarungannya.

__ADS_1


Fang Xiao dan rekannya yang lain, seorang pemuda dengan tubuh kurus dan pendek, memiliki rambut berwarna biru serta mata yang tajam ikut menoleh ke arah YingXiong. Keduanya terkejut setelah melihat pemuda itu telah berhasil mengalahkan Kong Jia dan Meng Fan.


"Tampaknya pemuda itu memang memiliki kemampuan yang lebih tinggi daripada Shen Long. Bagaimana menurutmu, saudara Yan?" Fang Xiao mengalihkan pandangannya ke rekannya yang bernama Yan itu.


"Kau benar, saudara Fang. Akan tetapi tetap saja kita tidak bisa melupakan bahwa Shen Long merupakan jenius yang melebihi kita." jawab pemuda yang belakangan diketahui bernama Yan Hui tersebut.


"Kau benar." Fang Xiao tersenyum kecut, "Sebaiknya kita fokuskan terlebih dahulu melawan Shen Long." Ia menambahkan.


Kedua pemuda itu bersiap menyerang Shen Long lagi.


Di sisi lain, Shen Long sudah bersiap menyambut kedatangan kedua lawannya. Dengan sebilah pedang di tangan, dia menantang lawan yang mulai datang.


Tombak Yan Hui dan gada Fang Xiao berbenturan dengan pedang Shen Long menciptakan gelombang kejut yang besar sehingga membuat beberapa pepohonan di dekat pertarungan mereka bertumbangan.


Tangan Shen Long menjadi kebas, bagaimanapun melawan dua orang bukanlah hal yang mudah apalagi kekuatan mereka tidak jauh di bawahnya.


"Kekuatannya terus meningkat dari sebelumnya." Yan Hui mengerutkan keningnya memandangi Shen Long dari kejauhan.


"Benar, aku tidak menduganya." timpal Fang Xiao memegangi dadanya. Dia terkena efek dari gelombang kejut yang tercipta sebelumnya.


Shen Long tidak membiarkan lawannya untuk bernapas lega dan memulihkan kondisi. Sekarang dirinya yang mengambil inisiatif untuk menyerang. Pemuda itu menghunuskan pedangnya tepat ke bagian tengah Yan Hui dan Fang Xiao membuat mereka bergerak ke arah yang berbeda.


Shen Long tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia langsung bergerak dengan cepat menyusul Yan Hui yang paling dekat dengannya dan menyabetkan pedang ke arah pinggang pemuda itu. Beruntung Yan Hui masih sempat menghindar, namun luka tetap tergores di tubuhnya. Dia hanya berhasil mencegah agar luka yang dihasilkan tidak terlalu parah.

__ADS_1


"Sialan!" umpat Yan Hui.


"Jika terus begini, aku tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi." gerutunya sambil bergerak menjaga jarak dari Shen Long.


Akan tetapi, Shen Long tidak membiarkan musuhnya bergerak dengan leluasa. Dia kembali memperpendek jarak di antara mereka dan menyabetkan pedangnya lagi setelah Yan Hui berada dalam ruang serangannya.


Dalam waktu singkat Yan Hui terdesak. Tombaknya juga mengalami keretakan akibat serangan cepat dari Shen Long.


Di sisi lain, Fang Xiao bergerak ingin menolong Yan Hui melepaskan diri dari lawan mereka. Dia menghantamkan gada ke arah Shen Long namun pemuda itu bisa menghindarinya dengan mudah bahkan tanpa kesulitan.


"Serangan mu memang membuat kerusakan yang besar, tapi cara menyerang mu begitu lambat membuat seranganmu tidak begitu efektif." Bukan hanya bisa menghindar, Shen Long juga mengomentari kemampuan lawannya.


"Diam!" Fang Xiao tidak terima dengan ucapan Shen Long yang terdengar meremehkan kemampuannya.


"Aku yang lebih tau kemampuan diriku sendiri daripada dirimu!" umpatnya kesal.


Shen Long yang mendengar hal itu hanya tersenyum lebar.


"Kalau begitu sambut serangan dariku ini." Shen Long mengubah gaya bermain pedangnya.


Serangan yang tadinya tajam dan bertujuan menekan lawan kini berubah menjadi gerakan yang lembut seperti air yang mengalir namun begitu mematikan.


"Ba-bagaimana bisa kau memainkan pedang seindah itu." Fang Xiao terkejut.

__ADS_1


"Seseorang mengajarkan padaku bahwa bermain pedang tidak selalu harus dengan niat membunuh seperti hewan liar yang haus darah namun juga bisa dengan cara lembut bagai air yang mengalir." ucap Shen Long sembari memandang ke arah YingXiong karena pemuda itulah yang Shen Long maksud.


Keduanya pernah berlatih pedang bersama, saat itulah YingXiong memberikan pemahaman kepada Shen Long dan membuat pemuda itu selalu melatihnya hingga saat ini.


__ADS_2