
Malam berlalu begitu cepat, suara ayam berkokok terdengar jelas menandakan pagi sudah tiba. YingXiong meninggalkan kamar saat Mu Rong masih tertidur pulas. Ia merenggangkan otot-otot badannya sebelum pergi meninggalkan kediamannya.
Saat tiba di ruangan latihan tanding sekte Pedang Surgawi, terlihat beberapa orang murid sekte yang sedang berkerumun di pinggir arena mengelilingi seorang pemuda yang tidak lain adalah Fei Hung.
"Ku kira kau tidak akan datang kemari karena takut!" Fei Hung tersenyum sinis setelah melihat YingXiong berdiri tepat di depannya.
"Sebenarnya aku juga tidak ingin melakukan hal yang tidak bermanfaat seperti ini. Seandainya kau hanya mengusikku, aku tidak akan menghiraukannya. Tetapi kau malah mengganggu adikku yang tidak tahu apa-apa!" YingXiong bersikap tenang tapi raut wajahnya cukup dingin dan datar.
Wajah Fei Hung berubah mengerut setelah melihat tatapan YingXiong yang begitu tajam kepadanya. Tapi ia menenangkan dirinya karena tidak ingin menjatuhkan harga dirinya di depan murid-murid sekte Pedang Surgawi yang lain.
"Hahaha, ucapanmu cukup tinggi untuk seseorang yang tidak memiliki tenaga dalam." Fei Hung berdiri dari tempat duduknya.
Fei Hung berkata demikian karena ia tidak merasakan tenaga dalam yang terpancar dari tubuh YingXiong. Jadi ia berpikir YingXiong hanyalah manusia biasa.
"Siapa bilang menghadapi orang sepertimu harus menggunakan tenaga dalam?" YingXiong tersenyum tipis.
Fei Hung yang mendengar ucapan YingXiong merasa diremehkan, harga dirinya terluka. Dengan tingkat pendekar emas kelas tiga pertengahan, pemuda itu mampu bergerak dengan cepat menyerang YingXiong. Ia berpikir bisa mencekik leher YingXiong lalu dengan satu serangan mematahkannya.
Jadi hal yang tak terduga terjadi, YingXiong bisa menghindari serangan itu dengan mudah. Bahkan ia tidak bergerak dari tempatnya berdiri, hanya sedikit memutar tubuhnya saja.
Fei Hung menjadi semakin emosi, dia membalikkan tubuhnya lalu kembali menyerang YingXiong.
Seperti sebelumnya, lagi-lagi serangan Fei Hung gagal. YingXiong bisa menghindarinya dengan mudah.
Dalam waktu singkat, pertarungan antara YingXiong dan Fei Hung menarik perhatian banyak murid sekte. Mereka berkumpul di ruangan latihan untuk menyaksikan pertarungan kedua pemuda ini.
*****
__ADS_1
"Kenapa kak Fei masih bermain-main dengan pemuda itu? Kenapa ia tidak mengalahkannya dengan cepat." Salah satu murid yang baru tiba di tempat itu menanyakan alasan Fei Hung tidak mengalahkan YingXiong dengan mudah. Padahal dari penglihatannya, YingXiong tidak memiliki tenaga dalam sedikitpun.
"Kau baru saja tiba di tempat ini, jadi kau tidak mengetahui apa-apa. Senior yang menjadi lawan senior Fei itu bisa menghindari serangannya dengan mudah walaupun dia tidak menggunakan tenaga dalam!" Balas seorang murid yang sudah berada di ruangan latihan sejak awal.
"Benarkah? Kau tidak bercanda denganku bukan?" Murid itu tidak percaya dengan apa yang dikatakan murid lainnya.
"Kau lihat saja sendiri!"
*****
Seorang murid perempuan berlari tergesa-gesa, "Senior Yue, senior Yue, apakah kau ada di dalam?" Setelah sampai di depan pintu kediaman Shen Yue, murid perempuan itu mengetuk-ngetuk pintu dan memanggil-manggil nama Shen Yue.
Tidak lama kemudian Shen Yue membuka pintu dan menanyakan alasan adik seperguruannya itu mengetuk-ngetuk pintu kamarnya dengan tergesa-gesa.
"Apa yang terjadi?" Shen Yue bisa melihat kecemasan di wajah murid perempuan itu.
"Kenapa kau berhenti bicara?" Shen Yue menaikkan alisnya.
"Senior Yue, kenapa kau tidak terlihat mengkhawatirkan temanmu itu?" Murid perempuan tersebut kebingungan.
"Kenapa aku harus mengkhawatirkannya?" Shen Yue bersikap demikian karena ia mengetahui kemampuan YingXiong.
"Sebenarnya yang harus dikhawatirkan bukanlah dia, tapi saudara Fei, aku takut dia akan terluka setelahnya!"
"Maksud senior Yue...?" Murid itu masih kebingungan dan tidak mengerti alasan Shen Yue masih bersikap tenang setelah mendengar YingXiong bisa saja berada dalam bahaya.
"Kau akan mengerti setelah melihatnya secara langsung! Ayo ikut aku kesana!" Shen Yue mengambil pedangnya lalu menutup pintu dan bergegas ke ruangan latihan.
__ADS_1
Di sisi lain Shen Long juga di datangi seorang murid laki-laki. Ia memberi tahukan bahwa YingXiong sedang bertarung melawan Fei Hung.
"YingXiong ini... Aku ingin melihat kemampuannya!" Shen Long bergumam dalam hatinya, walaupun ia tidak merasakan tenaga dalam dari YingXiong tapi ia yakin pemuda tersebut menyimpan kekuatan yang besar. Tanpa pikir panjang lagi, Shen Long pergi ke ruangan latihan.
*****
Seorang pria sepuh sedang duduk di kursi kesayangannya saat tiba-tiba seseorang pria paruh baya menghampirinya.
"Tetua Fei, murid Fei sedang bertarung dengan tamu sekte, kau harus menghentikannya agar tidak menimbulkan masalah kedepannya." Pria paruh baya itu adalah salah satu pengajar di sekte Pedang Surgawi sementara identitas pria sepuh itu adalah Fei Ying, salah satu tetua yang cukup berpengaruh di sekte sekaligus kakek kandung dari Fei Hung.
"Fei'er tidak akan menyerang seseorang jika mereka tidak mengusiknya terlebih dahulu. Jadi jika ia sudah melakukan tindakan tersebut berarti itu murni kesalahan tamu sekte itu!" Tetua Fei Ying mencoba membela cucunya.
Di sisi lain, pengajar yang bernama Bai Ling itu mengerutkan dahinya. Ia merasa apa yang dikatakan tetua Fei Ying adalah kesalahan karena dari informasi yang didapatkannya, Fei Hung lah yang salah dan menyerang YingXiong terlebih dahulu. Tetapi Bai Ling tidak bisa membantah Fei Ying karena kedudukan dan kekuatan pria sepuh itu lebih tinggi darinya.
"Sebaiknya kita melihat saja terlebih dahulu, jika situasinya sudah genting kita bisa menghentikannya." Fei Ying mendengus kesal.
"Ayo Fei'er, buat lawanmu babak belur!" Fei Ying membatin. Tampaknya ada yang salah dengan otak pria sepuh itu. Ia tersenyum lebar, karena Fei Ying berpikir bahwa cucunya Fei Hung akan membuat YingXiong babak belur. Fei Ying tidak mengetahui bahwa pemikirannya salah, saat ini Fei Hung sedang dipermalukan oleh YingXiong.
*****
"Serangan yang dilakukan dengan amarah pasti tidak akan baik hasilnya!" YingXiong menggelengkan kepalanya. Sudah hampir sepuluh menit mereka bertarung, YingXiong hanya menghindari serangan Fei Hung. Tidak lupa juga ia memberi masukan kepada Fei Hung, bukannya di terima tetapi malah pemuda itu menjadi marah dan beringas.
Fei Hung terus menyerang YingXiong dengan pedangnya, sementara YingXiong hanya menghindarinya saja. Ia bahkan tidak bergerak terlalu banyak dari tempatnya berdiri sebelumnya.
Tanpa disadari, nafas Fei Hung sudah memburu menunjukkan ia sudah cukup kelelahan karena menggunakan tenaga dalam di setiap serangannya. Bulir-bulir besar air keringat pun tidak terlepas dari tubuh Fei Hung.
Di sisi lain, YingXiong masih bersikap tenang, nafasnya masih stabil bahkan tidak ada tanda-tanda kelelahan di wajahnya.
__ADS_1
"Orang yang tidak mengetahui kemampuannya sendiri dan kemampuan lawannya memang akan bersikap sombong sepertimu!" YingXiong tersenyum tipis.