The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
Bertemu Pemuda Bernama Lian Chong


__ADS_3

Matahari bersinar tepat di atas kepala YingXiong dan Mu Rong saat kedua orang itu meninggalkan penginapan. Mereka ingin melanjutkan perjalanan.


Sementara itu, Shen Yue sudah lebih dulu meninggalkan tempat itu. Sebelum pergi, Shen Yue menitipkan sebuah sapu tangan untuk YingXiong dan meminta pemuda itu untuk mengembalikannya pada gadis itu saat YingXiong sudah berada di ibukota kerajaan. Sebab lokasi sekte Shen Yue berasal berada tepat di tengah-tengah ibukota kerajaan.


"YingXiong, kau harus mengembalikan sapu tangan ini kepadaku secara langsung. Tidak boleh dititipkan kepada siapapun. Titik!" Itulah pesan terakhir Shen Yue kepada YingXiong sebelum pergi.


Shen Yue juga memberikan sebuah mainan kepada Mu Rong, membuat gadis kecil itu senang dan membuat keduanya lebih dekat.


*****


YingXiong mengajak Mu Rong mendatangi pelabuhan untuk memesan sebuah perahu sebagai alat untuk membawa mereka menyebarangi sungai.


"Aiyo ternyata pendekar muda!" Seorang pria paruh baya terlihat berlari tergesa-gesa dan nafas yang tak beraturan.


Sebelumnya pria paruh baya itu sedang sibuk dengan aktivitasnya, menikmati teh dan memandangi sungai sebelum seorang pengawalnya menemuinya.


"Tuan Jun, pendekar muda yang membunuh Crocorhinosaurus datang ingin menemui Anda." Itulah pesan yang disampaikan pengawalnya.


Mendengar hal itu, pria paruh baya itu langsung bergegas. Selama di perjalanan ia terus memikirkan apa tujuan YingXiong mendatangi tempatnya. Ia bisa bernapas lega saat YingXiong mengatakan ingin membeli salah satu perahunya. Bukan tanpa alasan, pria paruh baya itu adalah salah satu pemilik terbesar kapal-kapal dan perahu yang ada di pelabuhan perak.


"Berapa banyak uang yang harus ku bayar untuk membeli perahumu?" Tanya YingXiong. Awalnya ia memikirkan cara untuk menyebarangi sungai. Akhirnya ia menemukan sebuah ide, ia akan membeli perahu berukuran kecil yang cukup untuk menampung beberapa orang saja. Hal tersebut dikarenakan YingXiong tidak ingin melibatkan banyak pihak.


Alasan utamanya adalah gadis kecil yang sedang bersamanya itu. YingXiong tidak ingin keberadaan banyak orang membuat Mu Rong takut.


"Aiyo, pendekar muda tidak perlu memikirkan bayarannya. Khusus tuan muda, aku akan memberikan perahu itu secara gratis." Ucap pria paruh baya tersebut.


"Gratis?" Tanya YingXiong untuk memastikan.


"Ya, gratis..." Pria paruh baya itu lalu menjelaskan alasannya. Tidak lain karena ia merasa berhutang budi kepada YingXiong. Kalau saja pemuda itu tidak membunuh Crocorhinosaurus, maka bisnisnya akan terganggu dan bukan tidak mungkin mengalami kerugian besar.


Siapa yang ingin menyebarangi sungai yang terdapat siluman di dalamnya? Setidaknya tidak untuk manusia biasa. Tapi karena YingXiong berhasil membunuh makhluk raksasa tersebut, maka tidak ada masalah lagi dan pelayaran bisa berjalan seperti biasa.

__ADS_1


Walaupun pria paruh baya itu tetap mengalami kerugian dari kapal-kapal yang rusak akibat serangan Crocorhinosaurus, tapi setidaknya kerugiannya tidak terlalu besar.


Setelah mendapat alasan dari pria paruh baya itu, akhirnya YingXiong mengangguk dan berterima kasih. Ia akan mengingat kebaikan pemilik kapal dan akan membalasnya suatu saat nanti.


Saat YingXiong hendak melakukan pelayaran, tiba-tiba ada seorang pemuda menghentikannya.


"Tunggu sebentar saudara. Bolehkah aku ikut perahumu untuk menyeberangi sungai. Tapi aku tidak bisa memberimu apa-apa, sebagai gantinya aku akan menggantikanmu untuk mendayung." Ucap pemuda itu dengan wajah memelas.


YingXiong belum menanggapinya, matanya terlalu fokus menatap dan memeriksa pemuda tersebut.


"Kau seorang pendekar kaisar kelas satu?" Tanya YingXiong memastikan apa yang dilihatnya.


Pemuda tersebut tersenyum pahit,"Matanya sangat tajam untuk mengenali tingkat kekuatan seseorang!" Pemuda tersebut membatin. Ia menggelengkan kepalanya pelan, karena ia sudah menyembunyikan kekuatannya. Tapi YingXiong berhasil mengetahuinya dalam sekali lihat, itu menunjukkan kekuatan YingXiong berada di atasnya.


"Benar saudara, tapi dengan kekuatan seperti ini aku yakin kau bisa membunuhku jika aku berniat buruk pada kalian. Jika tidak karena terburu-buru, aku juga tidak ingin mengganggu perjalanan kalian." Pemuda itu masih mencoba meminta bantuan YingXiong.


"Kak Ying, bantu saja kakak ini. Aku bisa melihat dia orang yang baik!" Ucap Mu Rong menyadarkan lamunan YingXiong.


Tanpa menunggu lagi, ketiganya meninggalkan pelabuhan dan pemuda tersebut memenuhi janjinya. Ia menggantikan YingXiong mendayung.


Selama berlayar, YingXiong dan pemuda tersebut saling memperkenalkan diri.


"YingXiong? Nama yang bagus." Ucap pemuda itu dan berganti memperkenalkan dirinya.


"Namaku Lian Chong. Sepertinya usiamu lebih muda beberapa tahun dariku. Kalau kau tidak keberatan kau bisa memanggilku kak Lian atau kak Chong!" Ucap pemuda yang ternyata bernama Lian Chong tersebut.


Lian Chong sendiri berusia dua puluh lima tahun, delapan tahun lebih tua daripada YingXiong.


Setelah sama-sama memperkenalkan nama, keduanya menanyakan asal mereka masing-masing.


"Aku berasal dari tempat yang sangat jauh, di perbatasan kerajaan Baiyun dengan kerajaan tetangga. Aku melakukan perjalanan ini untuk mencari pengalaman." Jelas Lian Chong.

__ADS_1


"Bagaimana denganmu?"


"Ah itu, aku juga berasal dari tempat yang sangat jauh. Sama sepertimu, melakukan perjalanan ini untuk mencari pengalaman." YingXiong juga menjelaskan.


"Sebuah kebetulan bukan?!" Lian Chong lalu memfokuskan untuk mendayung perahu lebih cepat.


Lian Chong juga sempat berkenalan dengan Mu Rong. Gadis kecil itu langsung bisa akrab dengannya.


"Kenapa aku merasakan keakraban dengan kak Lian. Aku merasa begitu dekat dengannya." YingXiong membatin. Ia sedang merenung, memikirkan alasan mengapa ia merasakan perasaan familiar terhadap Lian Chong. YingXiong merasa ia pernah melihat sang pemuda, tapi tidak tahu dimana.


"Kenapa kau menatapku seperti itu, adik Ying?" Tanya Lian Chong. Dia menyadari bahwa YingXiong dari waktu ke waktu menatap dirinya.


"Ah maafkan aku kak Lian. Aku hanya merasa pernah melihatmu. Kau terasa familiar!" YingXiong mengatakan apa yang sedang ia pikirkan.


"Benarkah? Ku kira aku saja yang merasakannya. Ternyata kau juga. Mungkin kita berdua pernah kenal di kehidupan sebelumnya."


"Kau benar, mungkin saja!"


*****


Perjalanan mereka terhenti saat YingXiong dan Lian Chong melihat ada lima buah perahu yang dua kali lebih besar dari perahu mereka mendekat.


Walaupun kelima perahu itu masih cukup jauh, tapi baik YingXiong maupun Lian Chong sudah bisa melihat mereka.


"Tampaknya kita akan sedikit sibuk beberapa saat lagi." Lian Chong tertawa kecil.


"Kau benar kak Lian, tapi sebaiknya biar aku saja yang meladeni mereka sementara kak Lian tetap mendayung dan menjaga Mu Rong.


Rong'er, cepat pindah dari tempat dudukmu ke dekat kak Lian!"


"Baiklah kak Ying!" Mu Rong mengikuti perintah YingXiong. Ia duduk di dekat Lian Chong.

__ADS_1


"Ini saatnya aku mencoba jurus yang baru aku pelajari bersama kak Yun! Kalian yang datang kepadaku, jangan salahkan aku jika tidak ada yang akan kembali." YingXiong bergumam dalam hati sambil menyeringai lebar. Ia sudah tidak sabar menunggu kedatangan orang-orang yang mengemudikan perahu-perahu itu.


__ADS_2