The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
Melanjutkan Perjalanan


__ADS_3

Para pedagang kini mengelilingi YingXiong sambil mendengarkan cerita dari pemimpin mereka.


"Ayahmu, mendiang Yang Mulia Raja sebelumnya adalah pemimpin yang begitu sangat dicintainya rakyatnya. Keputusan dan kebijakan yang ia ambil begitu bijaksana dan penuh pertimbangan.


Jika semua rakyat kerajaan Baiyun ditanya apakah mereka membenci Yang Mulia Raja Ji Xiang, mereka pasti akan menjawab tidak dengan penuh semangat dan ketegasan. Sebab memang tidak ada alasan untuk membenci Raja terbaik kerajaan ini. Mungkin hanya para penjahat dan pelanggar aturan yang akan membenci beliau." Pemimpin pedagang menjelaskan.


Pemimpin pedagang juga menambahkan bahwa ia dan rekan-rekannya pernah bertemu secara langsung dengan ayah YingXiong. Beliau adalah raja yang bijaksana, membaur dan ramah pada rakyatnya. Selalu mementingkan kepentingan rakyatnya itu adalah ciri khasnya.


YingXiong tidak kuasai menahan rasa sedihnya setelah mendengar cerita dari pemimpin pedagang. Ia bersyukur bahwa ayahnya adalah pemimpin yang baik.


"Kami mendapatkan ini sebagai kenang-kenangan saat bertemu dengan ayahmu." Pemimpin pedagang mengambil sebuah barang dari bawaannya. Ternyata itu adalah piagam penghargaan yang ditandatangani dan diberikan secara langsung oleh ayah YingXiong kepadanya sebagai penghargaan karena telah menjadi pedagang yang membantu kemajuan perkembangan kerajaan Baiyun.


Pemimpin pedagang selalu membawanya, karena itu adalah kebanggaan tersendiri baginya dan rombongannya.


"Bagaimana dengan sekarang, paman?" YingXiong bertanya setelah pemimpin pedagang selesai bercerita.


YingXiong bisa melihat perubahan wajah para pedagang walaupun itu sebentar sebelum kembali tersenyum.


"Yang Mulia Raja saat ini adalah adik kandung dari ayahmu, Ji An. Pemerintahan yang dipimpinnya tidak sebaik ayahmu, tapi tidak juga buruk." Pemimpin pedagang menjelaskan dengan raut wajah senang yang dibuat-buat.


"Ternyata nama paman adalah Ji An." Gumam YingXiong dalam hatinya. Walaupun ia sudah mendengar cerita dari kakek tetapi tidak sepenuhnya. Seperti nama paman yang menggantikan posisi ayahnya, kakek tidak menjelaskannya.


YingXiong menghentikan cerita pemimpin pedagang karena ia melihat pria itu tidak terlalu bersemangat menjelaskannya.


"Lebih baik aku mencari tahu semuanya sendiri!" Gumam YingXiong dalam hatinya. Ia ingin menyaksikan dan merasakan secara langsung bagaimana pemerintahan pamannya.


"Pangeran Ji, apakah kau akan kembali ke istana dan menjadi raja mengambil hakmu?" Pemimpin pedagang menanyakan tujuan selanjutnya dari YingXiong.


"Aku tidak tahu paman. Aku harus memastikan banyak hal terlebih dahulu sebelum memutuskannya. Untuk saat ini, aku masih akan tetap menyamar dengan nama YingXiong!" YingXiong juga mengatakan bahwa para pedagang tidak boleh memanggil nama aslinya saat bertemu dengannya lagi.


"Baiklah pangeran, kami mengerti." Pemimpin pedagang dan pedagang lainnya mengangguk. Mereka kembali berjanji akan merahasiakan kabar ini bahkan dengan nyawa mereka. Sebab mereka banyak berhutang budi kepada ayah YingXiong. Beliau sangat membantu perkembangan perdagangan para pedagang ini.


"Saat kau butuh bantuan berupa uang ataupun hal lainnya, kau cukup mengatakannya saja. Kami akan memenuhinya sesuai kemampuan kami."

__ADS_1


"Aku akan mengingat janji baik ini. Ku harap saat aku meminta bantuan, kalian tidak akan melupakan janji hari ini." YingXiong tersenyum tipis. Ini adalah langkah awal untuk mendukungnya dikemudian hari. Pikirnya.


Setelah semuanya selesai, YingXiong dan para pedagang beristirahat. Para pedagang akan berjualan esok hari, sementara YingXiong akan melanjutkan perjalanannya.


*****


Waktu seakan berjalan dengan cepat, malam kini sudah berubah menjadi siang. Ayam berkokok membangunkan orang-orang tanpa henti. Langit yang cerah sudah mulai menampakkan diri menggantikan kegelapan malam.


Pemimpin pedagang terbangun dari tidurnya, ia menelusuri setiap detil kamar tapi tidak menemukan orang yang dicarinya.


"Apakah dia sudah pergi?" Tanya pemimpin pedagang dalam hati. Ia kemudian melihat sebuah kertas yang kelihatannya sengaja di letakkan di tempat itu.


Ia berdiri dan berjalan ke arah kertas itu lalu mengambilnya. Dia menemukan kertas itu ternyata adalah sebuah surat yang ditinggalkan YingXiong.


......***Saat kalian membaca surat ini, aku sudah meninggalkan kota. Terima kasih atas semua kebaikan yang telah kalian berikan kepadaku. Aku berjanji akan membalasnya.......


......Aku sangat berharap kita bisa bertemu lagi dan dalam keadaan yang lebih baik. Kuharap kalian menjaga diri dengan baik***.......


"Anak ini... Semoga ia lancar dalam segala urusannya. Aku ingin melihatnya menjadi pemimpin negeri ini. Aku yakin dia akan mengikuti jejak Yang Mulia Raja Ji Xiang." Pemimpin pedagang kemudian melipat kertas itu dan menyimpannya sebagai kenang-kenangan dari YingXiong. Ia yakin surat itu akan berguna dikemudian hari.


"Ia berharap bisa bertemu dengan kita lagi suatu hari nanti!" Pemimpin pedagang menyampaikan isi pesan YingXiong.


"Ya, kami pun berharap demikian." Balas para pedagang. Mereka kemudian membereskan barang-barang dan mulai pergi ke pasar untuk berjualan.


*****


YingXiong menghentikan langkahnya ketika mendekati pintu gerbang kota. Ia memikirkan tujuannya selanjutnya.


Dari yang para pedagang sampaikan, ia bisa pergi ke arah barat untuk pergi ke ibukota kerajaan.


Tidak pikir panjang, YingXiong meninggalkan tempat itu. Para penjaga gerbang mengenalinya sebagai pemuda yang mereka temui kemarin.


*****

__ADS_1


Seorang gadis tampak sedang berlatih ilmu pedang bersama seorang pemuda. Dari gerakan yang mereka peragakan, ilmu pedang itu adalah jurus tingkat tinggi.


"Adik Yue, permainan pedangmu meningkat dengan pesat akhir-akhir ini." Ucap pemuda yang menjadi lawan tanding gadis bernama Yue itu.


"Kak Long, kau terlalu memuji. Aku juga merasakannya. Kau tahu, beberapa hari ini aku akan keluar sekte untuk menyelesaikan misi, sebab itulah aku berlatih siang dan malam." Balas gadis bernama Yue.


Dua orang pendekar muda itu adalah adik kakak kandung. Keduanya adalah murid utama salah satu sekte besar yang ada di daerah kekuasaan Kerajaan Baiyun.


Gadis cantik dan manis yang membuat mata orang-orang yang memandangnya akan terpana itu bernama Shen Yue. Usianya tujuh belas tahun, sebab itulah ini kali pertama ia akan mengambil sebuah misi.


Matanya bulat dengan bibir tipis dan lesung pipi yang terbentuk saat ia tersenyum. Rambut panjang sampai ke pinggang dan anting bercorak burung walet yang menghiasi telinganya, seakan menambah kecantikan dan kesempurnaannya.


Pedang dengan kualitas mumpuni di tangannya, membuat ia terlihat sebagai pendekar perempuan yang tangguh.


Sementara pemuda disampingnya adalah Shen Long. Usianya dua puluh lima tahun dan memiliki bakat beladiri yang lebih tinggi daripada Shen Yue.


Dikalangan pemuda, Shen Long termasuk pria yang tampan. Di sektenya, Shen Long adalah pria tertampan dan membuat murid-murid gadis menyukainya.


Pedang yang tidak kalah baiknya juga tergenggam di tangannya. Membuat ia terlihat sebagai pendekar gagah dan pemberani.


Tidak ada yang bisa memandangi ketampanan dan kecantikan mereka di sekte. Juga sekaligus kemampuan mereka, tidak ada yang seusianya mencapai kekuatan seperti keduanya.


Shen Long dan Shen Yue meninggalkan tempat latihan karena mereka rasa sudah cukup untuk hari ini.


*****


Hai-Hai, **terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa juga untuk membaca novelku yang lain ya.


Saya harap, kalian juga bisa menyukai setiap chapter, memberikan komen yang membangun dan menambahkan novel ini sebagai favorit.


Jangan lupa juga untuk di bagikan ke teman-teman yang lain agar lebih banyak pembacanya dan itu akan menjadi penyemangat untuk saya terus melanjutkannya ceritanya.


Sampai jumpa di lain waktu, terima kasih dukungannya.

__ADS_1


Update malam ini dua chapter sebagai bonus akhir bulan.


Babay**


__ADS_2