The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
Lolos


__ADS_3

YingXiong menggunakan pedang Ye Fan dan Yun Shui masing-masing di tangan kanan dan kirinya. Ia menyerang Long Xiufei dengan lincah dan gesit.


Sementara itu Long Xiufei berhasil menahan semua serangan YingXiong. Dengan tombak di tangannya, ia berhasil menangkis hujaman demi hujaman pedang dari YingXiong.


YingXiong menggunakan jurus pedang yang ia pelajari dari kakek, pemuda itu seperti sedang menari, menunjukkan bahwa ia sudah menguasai jurus tersebut sepenuhnya.


Di sisi lain, Long Xiufei tidak kalah hebatnya. Tombak trisulanya bagaikan hidup, yang bisa memprediksi semua serangan YingXiong.


Misalnya saja saat YingXiong menghunuskan pedangnya ke leher Long Xiufei, pemimpin kedelapan kelompok Elang Sakti itu dengan cepat menangkisnya. Disaat yang bersamaan YingXiong menggunakan pedang lainnya untuk menyerang perut Long Xiufei, tapi pria itu kembali berhasil menahannya.


Begitupun sebaliknya, saat Long Xiufei menyerang YingXiong dengan tombak trisulanya, YingXiong menangkis serangan tersebut dengan kedua pedang di tangannya.


Permainan senjata dari keduanya begitu hebat, anggota kelompok Elang Sakti yang ada disana bahkan menghentikan gerakan mereka dan menonton saja karena tidak ingin menganggu pertarungan itu.


Pertarungan satu lawan satu itu sudah berlangsung selama beberapa menit, tapi belum ada satupun diantara mereka yang berhasil mendaratkan serangan ke lawannya.


Karena tidak bisa mendaratkan serangannya pada Long Xiufei, YingXiong menyimpan kedua pedang ditangannya. Ia kemudian mengeluarkan tongkat bambu dari cincin Merah Darah.


"Jika tebakanku benar, maka aku telah menemukan rahasia jurus keempat senjata ini!" YingXiong bergumam dalam hatinya. Karena sering menggunakan pedang sebagai senjatanya dalam bertarung, YingXiong perlahan mulai memahami isi dari petunjuk jurus keempat 'Tujuh Bintang Surgawi'.


'Yang tumpul bisa menjadi tajam!'


Tongkat bambu ini adalah senjata tumpul, sementara pedang yang biasa ku gunakan adalah senjata tajam. Merubah yang tumpul menjadi tajam adalah sama dengan merubah bentuk dan takdir.


Inilah jurus keempat 'Tujuh Bintang Surgawi', "Pedang Perubahan Takdir!"


Seketika itu juga tongkat bambu YingXiong bertransformasi menjadi sebuah pedang. Gagang dan sarung pedang tersebut masih terbuat dari bambu, tetapi warnanya telah berubah dari hitam menjadi hijau dengan bercak-bercak putih di beberapa bagian.


Saat YingXiong mencabut pedang itu dari sarungnya, terlihat mata pedangnya begitu tajam. Aura yang begitu kuat pun terpancar dari pedang tersebut menandakan pedang itu termasuk dalam jenis senjata bertuan.

__ADS_1


Long Xiufei baru pertama kali melihat pedang di tangan YingXiong, tetapi ia merasakan ancaman yang besar dari pedang itu.


YingXiong tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan keterkejutan Long Xiufei, ia langsung menggunakan jurus pertama dari kitab 'Tujuh Bintang Surgawi'.


"Tujuh Bintang Surgawi : Hempasan Ombak!"


YingXiong melompat melayang di udara, pemuda itu memeragakan gerakan dari jurus 'Hempasan Ombak', ia mengubah posisi menjadi bentuk horizontal dan mulai berputar-putar sambil maju seolah menyerang lawan. Lalu kemudian ia mengayunkan pedang yang ada ditangan kanannya ke arah kiri dan kanan secara bergantian.


Bbbboooommmm


Ledakan yang cukup besar tercipta, tepat berada di tempat Long Xiufei berpijak sebelumnya. Beruntung pemimpin kedelapan kelompok Elang Sakti itu bisa menghindar dengan cepat. Sebab itulah serangan tersebut tidak mengenainya.


"Sungguh dahsyat, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika terkena serangan itu." Long Xiufei menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Di sisi lain anak buah Long Xiufei sudah menjaga jarak dari pertarungan YingXiong dan Long Xiufei. Mereka sudah mengetahui bahwa YingXiong akan menggunakan jurus yang lebih dahsyat daripada sebelumnya.


YingXiong yang melihat serangannya gagal tidak tinggal diam. Ia kembali mengeluarkan jurus 'Tujuh Bintang Surgawi'. Kali ini jurus yang kedua, 'Tujuh Bintang Surgawi : Badai Angin dari Barat'.


Pedang itu tertancap dengan mulus dan disaat yang bersamaan, angin berhembus dengan kencang dari belakangnya dan menerjang ke arah Long Xiufei.


Long Xiufei merasakan bahaya mendekatinya. Ia tidak tinggal diam, sebagai seseorang yang memiliki kemampuan tinggi, tentu ia juga memiliki jurus andalan.


"Tombak Istana Sembilan Naga : Tameng Sakti Membentang Samudra!"


Jurus YingXiong dan Long Xiufei bertemu di tengah membuat ledakan yang besar.


Melihat serangan mereka tidak ada yang berhasil, keduanya tidak tinggal diam. YingXiong mencabut pedangnya dari tanah dan bergerak cepat sementara Long Xiufei juga menghunuskan tombaknya.


***Tring

__ADS_1


Tring***


Suara gesekan kedua senjata itu menggema di udara. Setelah beradu ilmu selama beberapa menit, akhirnya YingXiong memiliki peluang untuk melukai Long Xiufei karena pemimpin kedelapan kelompok Elang Sakti itu membuat kesalahan.


YingXiong tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia langsung menebaskan pedangnya dan berhasil. Dada Long Xiufei terkena sabetan pedang yang sangat tajam itu. Ia terluka parah!


YingXiong mundur dari jarak serang Long Xiufei karena anak buah pria itu telah maju untuk membantu pemimpin mereka.


Salah satu dari mereka melemparkan sesuatu berbentuk bola kecil dan saat mengenai tanah, benda itu meledak. Ternyata itu adalah bahan peledak untuk menghalangi pandangan.


Benar saja, seketika asap mengepul dengan tebal. Jarak pandang YingXiong menjadi terhalang. Ia tidak bisa melihat rombongan Long Xiufei. Ketika asap itu menghilang, Long Xiufei dan anak buahnya telah menghilang dari tempat itu bak ditelan bumi. Tidak ada jejak pelarian mereka.


YingXiong tidak mencoba mengejar, ia lebih terfokus kepada Pendekar Mawar Hitam karena ia penasaran dengan identitas pendekar misterius itu.


Tetapi saat YingXiong hendak mendekatinya, Pendekar Mawar Hitam berdiri. Ternyata kondisinya telah pulih sepenuhnya.


Pendekar Mawar Hitam melompat ke salah satu pohon yang ada di tempat itu dan berkata, "Terima kasih!" Lalu ia meninggalkan tempat itu.


Sebenarnya YingXiong ingin mengejar Pendekar Mawar Hitam, tetapi ia teringat kepada Mu Rong sebab itulah YingXiong mengurungkan niatnya. Ia berpikir bisa mencari tahu identitas sosok itu di masa depan.


"Rong'er, kau tidak apa-apa?" YingXiong menarik gadis kecil itu dan memeluknya. Bagaimanapun Mu Rong masih terlalu kecil tapi ia sudah melihat beberapa kali kekerasan bahkan kematian. YingXiong tidak ingin hal itu mempengaruh psikologi Mu Rong.


"Aku tidak apa-apa kak Ying. Tapi kali ini kau gagal membunuh mereka!" Balas Mu Rong seperti biasanya.


"Tidak apa-apa, kak Ying akan memburu mereka lain kali!" YingXiong lalu menggendong Mu Rong. Mereka melangkah dalam kegelapan malam meninggalkan tempat itu. YingXiong tidak berniat kembali ke desa, karena tidak ingin warga desa tersebut mendapat masalah.


Dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi, YingXiong bergerak dari satu pohon ke pohon lainnya.


Ia menghentikan langkahnya ketika fajar mulai menyingsing. Ayam hutan pun mulai berkokok, pada saat itu YingXiong dan Mu Rong masih berada di dalam hutan.

__ADS_1


YingXiong megajak Mu Rong beristirahat, ia juga mencari buah-buahan yang ada di hutan itu untuk mengisi perut mereka. Keduanya lalu melanjutkan perjalanan saat matahari mulai berada tepat di atas kepala mereka.


__ADS_2