
Patriak Shen Wang membawa YingXiong ke ruangan kerjanya, setelah keduanya tiba disana pria paruh baya itu melepaskan genggaman tangannya dari tangan YingXiong.
"Anak muda, aku tidak tahu darimana kau mempelajari jurus Cakar Harimau Menerkam Mangsa, tetapi aku yakin kau tidak mencurinya. Untuk memastikan keamananmu, sebaiknya kau tidak menggunakan jurus itu lagi dan lebih berhati-hati kedepannya." Patriak Shen Wang menepuk pundak YingXiong.
"Benar-benar menarik!" Sambungnya sambil tertawa lantang. Ia bersikap demikian karena ia bukan hanya sembarang menepuk pundak pemuda itu, tetapi ia juga membaca tingkat kekuatan YingXiong.
Di sisi lain, YingXiong juga menyadari tindakan patriak Shen Wang, tetapi ia membiarkannya saja. YingXiong juga terpana dengan kejadian itu karena ia mengetahui seseorang yang bisa memeriksa kekuatan lawannya hanya dengan menepuk pundaknya saja adalah orang yang sebaiknya tidak dijadikan musuh ataupun diganggu. Yang pastinya, kekuatannya bukanlah untuk lawan pendekar kaisar seperti YingXiong saat ini.
"Silahkan kembali ke ruanganmu karena aku masih ada yang harus diurus!" Patriak Shen Wang berjalan ke arah meja kerjanya.
"Baik, terima kasih atas bantuannya, patriak!" YingXiong mengangguk lalu meninggalkan ruangan patriak Shen Wang.
Baru saja YingXiong menutup pintu ruangan tersebut ternyata sudah ada Shen Yue yang menunggunya diluar.
"Nona Shen apa yang kau lakukan disini?" YingXiong menyapa gadis itu.
"Apa yang patriak katakan padamu? Dia tidak menyakitimu bukan?" Shen Yue tidak menjawab pertanyaan YingXiong, ia malah balik bertanya kepada sang pemuda.
"Aku tidak apa-apa nona Shen. Tampaknya kau begitu cemas dengan keadaanku!" YingXiong tertawa kecil.
Shen Yue yang melihat tawa menjengkelkan dari YingXiong langsung memukul perut sang pemuda yang membuatnya menjerit kesakitan.
"Aw, nona Shen kau mengenai lukaku!" YingXiong langsung memegangi perutnya dan menunjukkan rasa yang begitu sakit.
Shen Yue menjadi panik, ia tidak menduga akan membuat YingXiong kesakitan. Shen Yue dengan cepat memegangi lengan YingXiong dan menyuruhnya duduk. Shen Yue tidak tahu bahwa YingXiong sedang mempermainkannya.
"Aw Aw Aduh!" YingXiong terus memegangi perutnya, tapi sesekali tertawa kecil saat Shen Yue tidak fokus kepadanya.
YingXiong juga memperhatikan wajah Shen Yue, ia melihat gadis itu sangat peduli kepadanya. Perlahan perasaan aneh yang selama ini dirasakan oleh YingXiong mulai disadarinya.
"Inikah yang dinamakan cinta seperti kata orang-orang?" YingXiong membatin, semakin ia memandangi wajah Shen Yue, semakin ia merasakan hatinya berdegup kencang.
Di sisi lain, Shen Yue merasakan YingXiong memperhatikannya. Dengan tiba-tiba ia membalikkan kepalanya yang membuat YingXiong terkejut karena ia sedang memandangi wajah Shen Yue.
__ADS_1
"Hayo ngaku tadi kamu memandangi wajahku kan?" Shen Yue mencolekkan jari telunjuknya ke hidung YingXiong.
YingXiong mengelak, ia tidak mau mengakuinya. YingXiong terlalu kaku dalam hal seperti ini.
Saat keduanya sedang saling memandangi, tiba-tiba terdengar sebuah suara batuk yang tidak jauh dari mereka.
HM
Keduanya sontak kaget dan mencari asal suara tersebut. Ternyata itu berasal dari Shen Long yang sudah tersenyum menyeringai lebar.
"Itu tidak seperti yang kak Long lihat. Aku hanya menolongnya karena lukanya kembali terbuka setelah kena pukulanku!" Shen Yue langsung mencari alasan dan pembenaran.
Di sisi lain YingXiong juga melakukan hal yang sama, "Mohon senior Long tidak salah paham!" YingXiong memberi hormat.
"Kenapa kalian berdua seperti itu? Aku tidak ingin membahasnya!" Shen Long tersenyum penuh arti.
"Junior Ying, ada yang ingin aku bahas denganmu. Mari ikut denganku!" Shen Long meninggalkan tempat itu.
YingXiong mengikutinya dari belakang sementara Shen Yue pergi menyelesaikan pekerjaannya yang sebelumnya tertunda.
"Silahkan masuk junior Ying, tidak perlu sungkan!" Shen Long mempersilahkan.
Setelah di dalam, Shen Long juga menghidangkan arak untuk menemani perbincangan mereka.
"Junior Ying, dua bulan lagi akan diadakan perekrutan penjaga khusus untuk raja, apakah kau juga ingin mengikutinya?"
"Sebenarnya aku tidak yakin senior Long! Sebulan yang lalu aku bertemu dengan jendral Wen, beliau juga memberitahukan berita ini kepadaku. Tapi sampai saat ini aku belum membuat keputusan!" Jawab YingXiong dengan ragu.
"Kau bertemu dengan jendral Wen?" Shen Long memastikan yang didengarnya dari mulut YingXiong.
"Benar senior!"
"Kalau boleh tahu bagaimana kau bisa bertemu dengan jendral Wen?" Shen Long kembali bertanya.
__ADS_1
"Ah itu, sebenarnya ceritanya cukup panjang!" Jawab YingXiong sambil tersenyum pahit.
"Aku punya banyak waktu untuk mendengarkannya jika kau bersedia menceritakannya."
Mendengar hal itu, YingXiong mengangguk. Ia kemudian menceritakan bagaimana ia bisa bertemu dengan jendral Wen.
*****
"Kenapa kau bersedia membantu manusia biasa dan memposisikan dirimu dalam bahaya. Untuk pendekar seperti kita, manusia biasa hanyalah pengganggu dan beban saja!" Shen Long berpendapat setelah mendengar cerita YingXiong yang mengatakan ia membantu para warga karena ia melihat prajurit kerajaan menghukum mereka dengan berlebihan.
"Itu kalian yang berpikiran demikian, tidak denganku!" YingXiong agak terpancing. Ia selalu tidak senang jika ada orang yang mengatakan bahwa manusia biasa hanyalah beban saja.
Shen Long menyadari perubahan wajah YingXiong, karena ia merasa ucapannya memang salah, Shen Long meminta maaf.
"Maafkan aku junior Ying, aku tidak bermaksud demikian. Aku hanya kagum denganmu, yang membantu orang-orang tanpa mengharapkan imbalan. Hanya sedikit orang yang berpikiran sepertimu, bahkan mungkin sudah hampir punah." Shen Long mencairkan suasana.
Di sisi lain YingXiong menyadari bahwa ia terbawa emosi, "Maafkan aku senior Long. Aku sedikit terbawa suasana!"
"Tidak perlu dipikirkan! Mari bersulang!" Shen Long mengangkat cangkirnya yang telah berisi arak. YingXiong juga melakukan hal tersebut, keduanya melakukan sulang lalu meminum arak tersebut.
"Arak yang enak!" YingXiong berpendapat di sela-sela minumnya.
"Kau benar, arak ini adalah arak terenak di sekte. Dibuat langsung oleh kakek Yao!" Shen Long menjelaskan asal arak tersebut.
"Itu menjelaskan semua hal!"
YingXiong dan Shen Long minum dan tertawa bersama. Sejak saat itu mereka menjadi dekat. Bahkan Shen Long mengajak YingXiong untuk menjadi saudara angkat.
YingXiong menyetujuinya, ia yang pertama kali mengambil sumpah tersebut.
"Aku YingXiong bersumpah akan menjadi saudara angkat yang baik untuk kak Shen Long. Jika ia dalam kesulitan maka aku akan datang membantunya. Jika aku melanggar, maka petir akan membakar tubuhku!" YingXiong bersumpah sambil berdiri dan menghadap ke langit. Ia berkata dengan jelas dan tegas menunjukkan ia serius dengan sumpahnya.
"Aku Shen Long bersumpah akan menjadi saudara angkat yang baik untuk adik YingXiong. Jika ia dalam kesulitan maka aku akan datang membantunya. Jika aku melanggar, maka petir akan membakar tubuhku!" Shen Long ikut bersumpah.
__ADS_1
Setelah selesai, keduanya kembali duduk dan menikmati arak. Hari itu kedua saudara angkat baru itu menghabiskan waktunya bersenang-senang sampai tertidur pulas.