
Ketika kakek membuka peti kayu yang berukuran cukup besar itu, sebuah cahaya berwarna putih muncul dalam beberapa detik sebelum kembali meredup dan akhirnya menghilang.
YingXiong mendekati kakek untuk menanyakan isi peti tersebut. Ia tahu, pasti isinya bukanlah sembarangan setelah melihat cahaya yang berkilau beberapa saat lalu.
Kakek tidak menjawab, melainkan memainkan matanya mengisyaratkan YingXiong untuk melihatnya sendiri.
"Ini...?" Tanya YingXiong dengan menatap ke arah kakek dan benda itu secara bergantian.
Kakek kemudian mengeluarkan benda tersebut, terlihat sebuah tongkat yang terbuat dari bambu khusus berwarna hitam. Tidak ada keistimewaan yang begitu mencolok paada tongkat tersebut, hanya di ujung dan pangkalnya terdapat lilitan kulit seekor harimau. Selain itu, ada semacam kekuatan yang mendominasi yang memancar dari tongkat tersebut.
"Senjata ini dinamakan Senjata Dewa Surgawi. Walaupun terlihat seperti bambu biasa saja, tapi kau boleh mencoba mengadunya dengan sebuah pedang tajam yang terbuat dari besi dengan kualitas tinggi, maka dipastikan tongkat ini tidak akan terpotong." Sang kakek lanjut menjelaskan, bahwa tongkat bambu tersebut termasuk ke dalam senjata bertuan.
YingXiong sedikit terkejut setelah mendengar tongkat bambu yang ada dihadapannya itu termasuk senjata bertuan. Pasalnya, senjata bertuan adalah jenis senjata tingkat tinggi.
Senjata sendiri terbagi menjadi beberapa bagian. Yang paling umum ditemukan bahkan di kalangan manusia biasa adalah jenis senjata dasar, sebuah senjata yang terbuat dari bahan biasa-biasa saja.
Sementara tingkat selanjutnya biasa digunakan oleh pendekar perunggu dan perak, kualitasnya tidak begitu tinggi, tetapi lebih kuat dibandingkan senjata dasar. Senjata pada tingkat tersebut dikenal dengan senjata ahli.
Selanjutnya adalah senjata bernama, senjata ini biasa digunakan pendekar emas ke atas. Senjata ini juga memiliki nama-nama khusus yang sudah terkenal di dunia beladiri.
Di atas senjata bernama adalah senjata bertuan. Senjata jenis ini masih begitu misterius dan sulit ditemui di dunia kependekaran, pasalnya masih sedikit yang memilikinya.
Misterius disini berarti, senjata tersebut masih banyak rahasia. Misalnya pada namanya 'bertuan', arti dari 'bertuan' itulah yang masih menjadi pertanyaan di kepala banyak pendekar bahkan mereka yang memiliki kekuatan tinggi.
*****
"YingXiong, tongkat bambu ini memiliki banyak rahasia, salah satunya kau bisa menekan tombol di tengah tongkat tersebut, maka senjata rahasia berupa jarum beracun akan keluar dari ujungnya." Demi memastikan ucapannya, kakek memperlihatkannya secara langsung kepada YingXiong.
Benar saja, setelah kakek menekan tombol rahasia yang ada ditengah tongkat bambu itu, sebuah jarum melesat dengan kecepatan tinggi dan menancap ke dinding rumah.
__ADS_1
Bukan hanya itu, dinding tersebut terbakar dan dalam hitungan detik berubah menjadi kehitaman akibat efek dari jarum itu.
"Selain membuat target menjadi terbakar, jarum itu juga bisa membuat mereka kehilangan kendali untuk menggunakan tenaga dalamnya beberapa waktu.
Mendengar penjelasan itu membuat YingXiong kagum, 'Kalau begitu, kita bisa mengubah jalannya pertarungan dengan jarum beracun itu?' Tanyanya dalam hati kepada dirinya sendiri.
"Tapi YingXiong, sebaiknya kau jangan menggunakannya jika tidak dalam keadaan terdesak. Kau harus menggunakan segenap kemampuan yang kau miliki dalam setiap pertarungan baik itu hidup dan mati, jangan terlalu bergantung pada senjata rahasia itu. Lagipula, senjata rahasia itu juga terbatas dan memiliki kelemahan. Untuk pendekar tingkat tinggi, mungkin mereka bisa menghindarinya dengan kecepatan yang mereka miliki." Kakek mengingatkan karena melihat tatapan YingXiong. Ia seolah mengerti dengan jalan pikiran pemuda itu.
"Lagipula, kau harus mengingat dari aliran mana kau berasal. Aliran putih dan netral seperti kita sangat tabu menggunakan racun dalam jenis apapun. Berbeda dengan aliran hitam yang menjadikan racun sebagai teman dan senjata mereka." Kakek menjelaskan lebih jauh.
"Tongkat ini juga memiliki rahasia-rahasia lainnya, tapi kakek belum bisa menemukannya untuk saat ini. Ku kira seiring berjalannya waktu, kau bisa menemukannya sendiri.
" Kakek terlihat sedikit merasa bersalah.
"Terima ini, kakek berikan untukmu." Kakek menyodorkannya pada YingXiong.
YingXiong tidak berbasa-basi, dia menerimanya dan berjanji akan menjaganya dengan nyawanya sendiri.
"Tentunya senjata seperti ini kurang lengkap rasanya jika tidak memiliki jurus bersamanya. Maka dengan itu, terima ini juga." Kakek kemudian mengambil sebuah buku yang sampulnya berwarna hitam dari dalam peti kayu tersebut lalu menyerahkannya juga kepada YingXiong.
YingXiong kembali menerimanya, dia bisa melihat dengan jelas judul yang tertulis rapi di sampul buku usang tersebut.
......**Kitab Pusaka......
......Jurus Tujuh Bintang Surgawi**......
Itulah judul dari buku tersebut.
Tetapi ada keanehan dari kitab pusaka itu, ketika YingXiong membaliknya, ternyata kitab tersebut hanya berisi separuhnya sementara sebagiannya lagi entah kemana.
__ADS_1
Kakek mengangguk dan menjelaskan bahwa memang kitab itu hanya separuhnya saja. Dia pertama kali menemukan kitab itu sudah dalam keadaan tersebut.
YingXiong mengangguk, kemudian membuka halaman demi halaman kitab pusaka itu dan sampai kepada akhir potongannya.
"Potongan kitab ini hanya memuat enam jurus. Berarti jurus terakhir dari kitab ini yang hilang." Ucap YingXiong setelah melihatnya lebih jauh.
Ia kemudian membaca halaman sekaligus jurus pertama kitab itu.
...Laut yang tenang bukan karena tidak ada bahaya di dalamnya...
...Ketika sang prajurit marah dan menyerang, maka semua yang dihantamnya akan hancur dan binasa...
"Sepertinya kata-kata ini mengandung arti yang mendalam. Kurasa di dalam kata-kata inilah petunjuk dari jurus pertama." Ucap YingXiong setelah membaca penggalan kata tersebut.
"Kakek, kurasa aku sudah mendapatkan pencerahan dan pemahaman dari kata-kata tersebut. Bolehkah aku langsung mempelajarinya sekarang juga?" Tanya YingXiong sambil menunjuk bait demi bait kata-kata itu.
"Kau bisa melakukan sesuka hatimu." Kakek mempersilahkan sambil tertawa kecil.
Setelah YingXiong keluar dari rumah, kakek menggelengkan kepalanya pelan.
"Pemahaman anak ini, benar-benar mengerikan!" Kakek tidak menyangka YingXiong akan menemukan rahasia kitab itu hanya dengan sekali melihatnya. Padahal kitab tersebut adalah jurus tingkat tinggi yang tentu saja seseorang harus memiliki kecerdasan dan kemampuan pemahaman yang tinggi juga.
YingXiong ternyata pergi ke lembah dari jurang kematian, ia lalu duduk bersila di batu besar yang ada di tempat itu.
"Laut yang tenang bukan karena tidak ada bahaya di dalamnya..." YingXiong mengingat kembali penggalan kalimat yang ia baca sebelumnya.
"Ketika sang prajurit marah dan menyerang, maka semua yang dihantamnya akan hancur dan binasa..." Ia kembali mengingat penggalan kalimat yang kedua.
"Itu berarti jurus ini adalah Hempasan Ombak!"
__ADS_1
YingXiong seolah tercerahkan. Ia kemudian berdiri dari tempat duduknya sebelumnya dan mulai memeragakan gerakan-gerakan yang terasa baru baginya.