
Sesampainya di daratan YingXiong, Lian Chong, dan Mu Rong memutuskan untuk mencari kedai untuk mengisi perut mereka. Selama beberapa hari di laut, mereka hanya memakan roti kering yang di beli YingXiong sebelum meninggalkan kota Pelabuhan Perak.
YingXiong merasa bersalah kepada Mu Rong karena mengajak gadis kecil itu makan makanan sembarangan. Sebab itulah YingXiong mengajak mereka ke kedai untuk menebus rasa bersalahnya. Lagipula, perutnya juga sudah merontah minta diisi.
Setelah berjalan beberapa waktu, ketiganya menemukan sebuah kedai. Tanpa banyak berpikir, mereka langsung memasukinya.
"Selamat datang di kedai kami. Silahkan duduk dan pesan menu makanannya." Ucap seorang gadis dengan tersenyum lembut. Gadis itu terlihat berusaha sesopan mungkin kepada YingXiong dan lainnya.
YingXiong dan Lian Chong kemudian masing-masing memesan dua makanan utama dsn satu hidangan penutup serta satu botol arak. Sementara Mu Rong memesan tiga makanan utama dan dua hidangan penutup serta secangkir susu kambing. Tampaknya nafsu makan gadis kecil itu masih besar seperti biasanya.
Ketiganya lalu duduk di meja yang ada di sudut ruangan. YingXiong dan Lian Chong langsung memperhatikan pengunjung kedai tersebut.
Kedai ini adalah kedai terbesar yang ada di tempat itu, sebab itulah selain pengunjungnya adalah para manusia biasa, sebagian besar juga adalah para pendekar.
Melihat hal tersebut, YingXiong maupun Lian Chong meningkatkan kewaspadaannya. Karena biasanya akan ada saja hal yang tidak terduga terjadi.
*****
Hutan Seribu Bahaya adalah hutan terbesar yang ada di daerah kekuasaan Kerajaan Baiyun. Hutan tersebut terletak di ujung timur kerajaan tersebut.
Dinamakan demikian, karena di dalam hutan tersebut banyak sekali bahaya yang menunggu. Mulai dari siluman, jebakan, ataupun hal-hal yang membahayakan lainnya membuat manusia biasa bahkan pendekar sekalipun berpikir ribuan kali untuk memasukinya.
Pepatah mengatakan tempat yang paling berbahaya adalah tempat yang paling aman. Hal itu ada benarnya juga, karena lokasi tersebut adalah tempat persembunyian sebuah kelompok yang paling dicari di daerah kekuasaan Kerajaan Baiyun.
Kelompok Elang Sakti!
Mungkin untuk pendekar lain lokasi itu adalah tempat kematian, tetapi bagi kelompok Elang Sakti sendiri lokasi tersebut adalah tempat yang paling aman untuk bersembunyi dan menyelamatkan nyawa mereka.
Tepat di tengah-tengah hutan, markas besar kelompok Elang Sakti berdiri. Sebuah bangunan besar dan di kelilingi sepuluh bangunan kecil lainnya.
Di dalam sebuah ruangan, terlihat seseorang sedang berdiri dengan gagah. Tidak tahu bagaimana ekspresi wajahnya karena ditutupi sebuah topeng berwarna emas yang berukiran seekor burung elang.
"Aku tidak mau tahu, kali ini kalian harus mencari informasi tentang siapa yang membunuh Ye Fan." Dari suaranya, jelas-jelas sosok bertopeng emas itu adalah seorang pria sepuh.
Pria sepuh itu tidak lain adalah pemimpin utama kelompok Elang Sakti. Dia adalah ketua agung yang dihormati, memiliki kekuatan yang paling tinggi diantara lainnya. Tetapi namanya ataupun sosoknya tidak dikenali di dunia persilatan.
Jika membicarakan tentang kelompok Elang Sakti, para pendekar hanya akan mengetahui bahwa kelompok itu memiliki sepuluh pemimpin yang berkuasa. Hanya segelintir orang yang mengetahui kebenarannya bahwa kelompok Elang Sakti sebenarnya memiliki pemimpin agung. Sepuluh pemimpin yang muncul ke permukaan itu hanyalah sebuah kedok semata.
__ADS_1
Di kalangan kelompok Elang Sakti sendiri, hanya sepuluh pemimpin itu yang mengetahui identitas asli ketua agung mereka.
Pria sepuh itu hanya dikenal dengan sebutan Shenmi. Semua anggota kelompok Elang Sakti akan memanggilnya ketua Agung Shenmi yang berarti misterius/gaib.
"Baik ketua agung, kami akan melaksanakan sesuai perintah!" Ucap seseorang yang menggunakan topeng putih. Ia adalah salah satu dari sepuluh pemimpin kelompok Elang Sakti yang dikenal luas di dunia beladiri.
"Gui Feng, kau sebagai pemimpin pertama memang seharusnya melakukan hal tersebut. Kau harus mencari tahu informasi pembunuh kedua adik seperguruanmu." Pemimpin agung Shenmi berbicara datar sambil menggelengkan kepalanya.
Ia kemudian mengingat kembali, saat ia sedang duduk di meja kepemimpinannya, seorang anggota kelompok Elang Sakti tiba-tiba menemuinya.
"Ampun ketua agung, hamba anggota yang berasal dari gedung peribadatan. Hamba ingin mengabarkan bahwa guci yang di dalamnya terdapat nama pemimpin Ye Fan sudah pecah!" Anggota kelompok Elang Sakti itu bersujud ketakutan. Ia pun terbata-bata menjelaskan hal tersebut.
"Apa?!" Ketua agung Shenmi memukul meja dan seketika itu juga meja tersebut hancur berkeping-keping. Ia begitu terkejut mendengar hal itu.
Sepuluh pemimpin dan ketua agung Shenmi memiliki ruangan khusus yang menyimpan nama mereka di dalam sebuah guci. Itu adalah pertanda bagi mereka. Ketika guci yang berisi nama mereka pecah, maka sudah dipastikan orang tersebut sudah meninggal.
Saat kematian Yun Shui juga seperti itu, guci yang berisi namanya pecah. Ketua agung Shenmi pun bersikap sama seperti saat ini, murka!
Tapi ketika ia memerintahkan anggotanya untuk mencari tahu siapa yang membunuh Yun Shui, mereka tidak menemukan apa-apa. Bahkan bukti maupun petunjuk tidak ditemukan disana.
Karena selama seminggu mereka tidak menemukan siapa yang membunuh Yun Shui, ketua agung memerintahkan menarik anggotanya karena ia tidak ingin gerakan anggotanya diketahui oleh orang-orang dunia beladiri yang akan membuat mereka celaka. Ketua agung mengikhlaskan kepergian Yun Shui.
*****
"Kalian harus mencari tahu siapa yang membunuh Ye Fan apapun caranya!" Ketua agung mendengus kesal.
"Aku harus pergi dulu, kembali ke 'tempat itu'!" Sambungnya.
Kedelapan orang yang ada dihadapannya mengangguk karena mereka mengetahui maksud ketua agung mereka dengan 'tempat Itu'.
Setelah kepergian ketua agung mereka, Gui Feng sebagai pemimpin pertama yang mengambil alih kepemimpinan.
"Aku akan pergi sendiri untuk mencari tahu penyebab kematian saudara Ye." Ujarnya dengan mengepalkan tangannya.
"Tidak kak Gui, masalah seperti ini biar aku saja yang mengurusnya. Kau cukup tunggu disini saja." Balas pemimpin yang lain.
Dia adalah Long Xiufei, pemimpin kedelapan kelompok Elang Sakti.
__ADS_1
Mendengar perkataan Long Xiufei, Gui Feng berpikir sejenak sebelum mengangguk dan menanyakan keputusannya kepada saudara yang lainnya.
"Bagaimana saudaraku?" Tanyanya memastikan.
"Aku setuju!"
"Setuju!"
"Aku juga!"
"Terserah!"
Setelah berbagai macam jawaban dari pemimpin lainnya, akhirnya Gui Feng menahan dirinya untuk pergi dan memerintahkan Long Xiufei untuk menggantikannya.
Long Xiufei memberikan hormatnya kepada kakak-kakak tertuanya dan meninggalkan ruangan pertemuan.
"Kelompok delapan, ayo ikuti aku!" Ucapnya dengan tegas.
Anggota kelompok Elang Sakti yang berjumlah lima puluh orang itu mengikuti pemimpin mereka, mencari tahu penyebab kematian Ye Fan, pemimpin kesembilan!
*****
YingXiong, Lian Chong dan Mu Rong keluar dari kedai setelah selesai mengisi perut mereka. Keduanya juga bernafas lega karena tidak terjadi keributan di tempat itu.
"Kak Lian, kemana tujuanmu sekarang? Kalau tidak ada, bagaimana kita berkelana bersama?"
"Sebenarnya aku juga ingin berkelana denganmu dan Mu Rong. Tapi maaf adik Ying, ada beberapa urusan yang harus ku selesaikan terlebih dahulu." Balas Lian Chong.
"Tapi jangan khawatir, ku pastikan kita akan bertemu lagi." Sambungnya sambil tersenyum tipis.
"HM, baiklah kalau begitu kita berpisah disini. Semoga kita bisa bertemu lagi." YingXiong tidak memaksa.
"Rong'er, jaga dirimu baik-baik. Jangan nakal yang membuat kak Ying kesulitan!" Lian Chong berpesan kepada gadis kecil itu dan mengusap kepalanya.
"Kak Lian tidak perlu khawatir! Rong'er tidak akan menyulitkan kak Ying!" Balas Mu Rong tersenyum tipis.
"Baiklah kalau begitu kakak pergi dulu." Lian Chong melangkahkan kakinya.
__ADS_1
"Jaga diri kalian baik-baik!" Sambungnya sambil melambaikan tangan setelah cukup jauh dari YingXiong dan Mu Rong.
Di sisi lain, keduanya membalas lambaian tangan tersebut.