
YingXiong dan Mu Rong kembali menjalani hari-harinya bersama para warga desa setelah jendral Wen dan anak buahnya meninggalkan desa itu.
Mereka sudah seperti anak dari kepala desa, pria paruh baya dan istrinya itu juga tidak memiliki anak sebab itulah rasa sayang mereka curahkan semuanya kepada YingXiong dan Mu Rong. Pemuda yang sebelumnya ikut dipukuli prajurit kerajaan juga adalah anak angkatnya. Tapi karena latihan keras, anak angkatnya tersebut jarang pulang ke rumah selama sebulan ini.
Sementara itu, para warga juga menyayangi keduanya, mereka selalu membawakan YingXiong dan Mu Rong berbagai macam makanan yang mereka buat sendiri.
Sebulan pun telah berlalu, waktu memang terasa begitu cepat saat kita menghabiskannya dengan orang-orang terdekat. Ya, setidaknya itulah yang sering banyak orang rasakan. Rasanya baru kemarin bersama mereka, ternyata sudah harus berpisah lagi.
YingXiong dan Mu Rong juga demikian, mereka sudah cukup lama berada di desa itu, sudah saatnya keduanya melanjutkan perjalanan. Bagaimanapun YingXiong tidak melupakan tujuan utamanya. Memasuki istana kerajaan Baiyun!
Ia kemudian mengingat undangan jendral Wen beberapa waktu lalu, yang mengatakan kerajaan akan mengadakan acara untuk mencari pengawal khusus raja. Menurutnya itu adalah ide yang bagus untuk memasuki istana.
YingXiong juga merasa tugasnya di tempat itu sudah selesai, sawah dan ternak para warga sudah menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Padi dan sayur-sayuran sudah mulai tumbuh, hewan ternak seperti sapi, ayam, domba dan kambing pun sudah ada yang beranak.
YingXiong menyampaikan niatnya kepada kepala desa, kedua orang tua angkatnya itu tidak melarangnya. Mereka merelakan kepergian YingXiong dan Mu Rong karena kepala desa dan istrinya menyadari bahwa hal ini akan terjadi.
Tapi kepala desa memohon kepada YingXiong dan Mu Rong untuk tinggal selama sehari lagi di tempat itu, karena malam ini mereka akan mengadakan pesta perpisahan dengan keduanya. YingXiong menyetujuinya, di sisi lain Mu Rong selalu mengikuti apa yang YingXiong katakan.
Malam pun tiba, pesta yang dijanjikan kini sudah di gelar. Mereka merayakannya dengan makan, minum dan mendengarkan musik serta menari bersama.
Tanpa mereka sadari, sebuah rombongan sedang mendekati desa itu dengan membawa senjata lengkap. Topeng yang mereka gunakan berbentuk burung elang. Ya, mereka adalah anggota kelompok Elang Sakti.
"Cepat geledah tempat ini dan cari dua orang pendekar muda serta anak kecil bersama mereka." Sosok bertopeng putih memerintahkan. Ia tidak lain adalah Long Xiufei, pemimpin kedelapan kelompok Elang Sakti.
Saat meninggalkan markas kelompok Elang Sakti, ia bersama anggotanya pergi ke perairan tempat Ye Fan melakukan kejahatannya selama ini. Sesampainya disana Long Xiufei memerintahkan anak buahnya untuk mencari jejak pembunuh Ye Fan. Saat itulah ia mendapati dua orang pendekar muda yang membawa anak kecil mendarat di tempat itu setelah melakukan perjalanan melewati sungai.
Sebenarnya masih ada yang melewati sungai setelah kematian Ye Fan, tapi Long Xiufei dengan mudah mencari jejak mereka dan mendapatkannya. Semuanya sudah mati terbunuh di tangan Long Xiufei dan anak buahnya.
Rombongan YingXiong adalah kelompok yang terakhir yang menjadi tersangka kematian Ye Fan. Sebab itulah Long Xiufei mencari jejaknya dan menemukannya berada di desa sekarang mereka tempati.
__ADS_1
Desa Empat Musim, itulah nama desa yang ditinggali YingXiong dan Mu Rong saat ini. Di tempat itu ada sebuah bangunan yang dijadikan tempat pertemuan warga desa, tempat itu juga yang menjadi lokasi acara perpisahan YingXiong dan Mu Rong dengan para warga.
Pesta itu terhenti saat dua orang pemuda terlempar dengan keras ke hadapan kepala desa. Sesaat kemudian muncullah lima puluh orang bertopeng khas kelompok Elang Sakti.
"Kelompok Elang Sakti!" YingXiong yang juga berada di tempat itu langsung meningkatkan kewaspadaannya. Ia juga menarik Mu Rong ke dekatnya.
"Kak Ying, mereka datang lagi!" Mu Rong ketakutan melihat kelompok Elang Sakti.
"Jangan takut, kak Ying bersamamu dan tidak akan membiarkanmu terluka." YingXiong menenangkan Mu Rong.
Di sisi lain kepala desa mengangkat suara, menanyakan alasan kedatangan kelompok Elang Sakti ke desanya.
"Maaf tuan-tuan sekalian, apa alasan kalian datang ke desa ini?" Kepala desa memperkenalkan dirinya sebagai pemimpin warga disini.
"Kami tidak berhak menjawab pertanyaanmu, sebaiknya kalian ikut dengan tenang menghadap ke pemimpin kami." Balas salah satu dari anggota kelompok Elang Sakti.
Karena tidak bisa melawan, kepala desa meminta para warga menurutinya agar tidak kehilangan nyawa. YingXiong dan Mu Rong juga ikut dalam rombongan mereka.
"Dimana dua pendekar muda yang membawa anak kecil bersama mereka?" Long Xiufei langsung menanyakan inti kedatangan mereka.
Tidak ada yang menjawab pertanyaannya, membuatnya murka.
"Kalau tidak ada yang mau menjawabnya, kami akan membunuh kalian semua!" Long Xiufei kembali bersuara.
Sementara itu YingXiong memikirkan jalan keluar dari masalah ini. Jika ia mengaku, pasti para warga juga akan mendapatkan masalah bahkan mungkin akan mati semuanya. Mu Rong pun tidak akan luput dari hal itu.
Akhirnya YingXiong mendapatkan sebuah ide, ia diam-diam mengeluarkan tongkat bambu dari cincin Merah Darah. Karena ia berada di tengah-tengah kumpulan warga jadi tidak ada kelompok Elang Sakti yang menyadari tindakannya itu.
YingXiong mengingat penjelasan dari kakeknya, bahwa senjata itu bisa mengeluarkan senjata rahasia berupa jarum beracun.
__ADS_1
YingXiong mengarahkan tongkat bambunya ke arah seorang anggota kelompok Elang Sakti dengan sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan.
Wush
Jarum beracun YingXiong melesat dengan kencang tepat mengenai sasaran. Anggota kelompok Elang Sakti yang terkena serangan itu langsung terjatuh dan tewas seketika.
Anggota kelompok Elang Sakti lainnya menjadi waspada, begitupun dengan Long Xiufei. Ia sudah mengangkat tombak trisula yang ada di tangannya bersiap menyambut serangan yang akan datang.
Krasak krusuk
"Itu dia, periksa disana!" Long Xiufei menberikan perintah, karena ia mendengar suara dari balik semak-semak.
Saat anggota kelompok Elang Sakti mendekati semak-semak itu, tiba-tiba keluar seseorang dengan melompat terbang menggunakan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi.
YingXiong terkejut, para warga yang di dekat YingXiong juga terkejut. Mereka mengetahui bahwa YingXiong lah yang menyerang anggota kelompok Elang Sakti itu secara diam-diam. Mereka tidak menduga ada seseorang yang bersembunyi di balik semak-semak itu.
Tidak ada yang mengenali sosok itu, karena ia menggunakan topeng berwarna hitam. Yang membedakannya dengan anggota kelompok Elang Sakti adalah bentuk topengnya menyerupai bunga mawar.
"Cepat tangkap dia!"
Aksi kejar-kejaran pun terjadi, Long Xiufei juga ikut mengejar sosok itu karena ia yakin itu adalah salah satu dari orang yang mereka cari.
Di sisi lain para warga memanfaatkan situasinya, mereka berlarian meninggalkan tempat itu.
Sementara itu YingXiong juga berniat meninggalkan desa Empat Musim.
"Aku berjanji akan mengunjungi tempat ini lain kali." Ucap YingXiong kepada kepala desa. Ia kemudian mengajak Mu Rong pergi setelah berbincang sebentar dengan kepala desa.
"Jaga diri kalian, nak!"
__ADS_1
"Sampai jumpa!"
YingXiong mengajak Mu Rong meninggalkan desa Empat Musim saat itu juga. Keduanya berlarian mengikuti arah perginya sosok bertopeng dengan kelompok Elang Sakti. Ia penasaran dengan identitas sosok itu.