The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
Jenius Sesungguhnya


__ADS_3

Para petinggi sekte sekaligus juri di pertandingan itu melihat kejadian yang menimpah YingXiong dan Shen Long. Biksu Wu Jian dari Kuil Cahaya Abadi yang pertama kali merespon, "Apa yang mereka lakukan? Bagaimana kita menyikapinya?" tanyanya kepada yang lain.


"Biarkan saja, lagipula tidak ada dalam peraturan untuk tidak saling menyerang dalam upaya mendapatkan gulungan kertas itu. Kita lihat sampai mana pertarungan ini berlangsung, jika tidak membahayakan nyawa maka biarkan saja." jawab Shen Wang menanggapi pertanyaan biksu Wu.


"Benar yang dikatakan saudara Shen, biksu Wu tenang saja dan sebaiknya menyaksikan pertarungan yang menarik ini." timpal Gu Lang dari sekte Tapak Seribu Lingkaran. Ketiganya adalah juri yang ditunjuk oleh raja untuk memimpin jalannya pertandingan.


Di sisi lain para penonton menjadi antusias, berbagai tanggapan dan diskusi terjadi diantara sesama mereka.


"Menurutku dua orang itu akan menjadi makanan empuk untuk lawannya." ucap salah satu penonton berpendapat.


"Kau terlalu cepat menyimpulkan saudaraku, diantara dua orang pemuda itu adalah Shen Long, putra dari patriak Shen Wang sekaligus jenius paling berbakat di Kerajaan Baiyun ini. Apakah kau lupa akan hal itu?" timpal penonton yang lainnya.

__ADS_1


Penonton yang berpendapat sebelumnya lebih memfokuskan pandangannya ke pertarungan itu dan beberapa saat kemudian matanya melebar dan keterkejutannya yang selanjutnya terjadi.


"Bagaimana bisa...?" mulutnya terperangah tidak percaya menyaksikan kemampuan yang ditunjukkan Shen Long dan YingXiong.


"Bukankah sudah ku katakan sebelumnya?!" penonton yang lainnya kembali berkata.


Meskipun dua lawan banyak, nyatanya YingXiong dan Shen Long tidak terkalahkan. Satu persatu musuhnya berhasil dilumpuhkan, ada yang langsung tidak sadarkan diri setelah terkena beberapa pukulan dan ada yang setengah sadar tetapi tidak bisa untuk bangkit lagi.


Pada akhirnya menyisahkan lima orang yang memang cukup kuat karena bisa menahan serangan demi serangan yang dilancarkan YingXiong dan Shen Long.


"Kau terlalu berlebihan saudara Kong, aku tidak seperti yang kau pikirkan. Sebaiknya kalian lebih memperhatikan pemuda yang ada di sampingku, dia jauh lebih berbahaya daripada diriku sekalipun." Shen Long menggelengkan kepalanya, menolak pujian dari Kong Jia.

__ADS_1


Kong Jia dan keempat rekannya yang lain tanpa disadari langsung menatap ke arah YingXiong. Beberapa saat kemudian, mereka mematung tidak bergerak saat melihat senyuman dari pemuda yang bahkan lebih muda daripada mereka itu.


Sebenarnya bukan senyumannya yang menakutkan tetapi aura bertarung yang dipancarkannya kini lebih kuat daripada sebelumnya. Apalagi aura pembunuh pemuda itu bahkan sulit ditemui di kalangan pendekar aliran hitam sekalipun.


"Ba... bagaimana kau bisa melakukannya?" ucap seorang pemuda kurus dan tinggi yang melebihi Kong Jia sekalipun, Meng Fan.


"Ini belum seberapa, masih banyak lagi yang bisa kulakukan untuk membuat kalian terkejut. Sebaiknya kalian bertahan sampai akhir jika ingin melihatnya," balas YingXiong dengan senyuman lebar yang menghiasi bibirnya.


"Tidak perlu basa-basi lagi, bersiap dan terima serangan ini." Seketika YingXiong menghilang dari tempatnya berdiri dan beberapa saat kemudian muncul di hadapan salah satu pemuda yang bertubuh kecil, Ye Rao.


"Kau yang pertama harus menerimanya," bisik pelan YingXiong dan selanjutnya yang terjadi pukulan keras mendarat di tubuh pemuda itu. Ia tidak bisa menahan serangan YingXiong karena terlalu tiba-tiba. Akhirnya Ye Rao terpental puluhan meter sebelum menghantam dinding bangunan yang ada di tempat itu. Satu serangan itu berhasil membuat Ye Rao tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Tidak bisa diandalkan," gumam YingXiong sambil bergerak mundur mengambil jarak dari empat lawan lainnya.


"Aku akan melawan yang kurus dan besar itu, kau dua orang lainnya," seru YingXiong kepada Shen Long. Pemuda itu mengangguk dan bersiap bertarung kembali.


__ADS_2