
Shen Yue datang ke ruangan YingXiong dan Mu Rong dengan tergesa-gesa sambil menunjuk raut wajah yang kurang bersahabat.
"Apa yang terjadi padamu, nona Shen? YingXiong mencoba mencari tahu alasan gadis itu cemberut.
"Aku benci ayahku!" Jawab Shen Yue dengan ketus dan wajah datar. Ia tidak memberikan jawaban lainnya setelah itu.
YingXiong yang menyadari bahwa gadis itu sedang marah, berpikir untuk tidak menambah kacau hatinya. Ia berusaha untuk menenangkan sang gadis.
"Nona Shen, bagaimana kalau kau mengajakku dan Rong'er berkeliling sekte ini?" YingXiong mencari cara agar hati Shen Yue membaik.
Usahanya membuahkan hasil, Shen Yue menyetujuinya. Ia mengajak YingXiong dan Mu Rong untuk mengunjungi beberapa tempat yang ada di sekte Pedang Surgawi.
*****
Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah sebuah bangunan yang cukup besar. Terdapat dua orang wanita paruh baya yang menjaga tempat itu. YingXiong bisa merasakan kekuatan mereka lebih tinggi darinya.
Kedua wanita itu memberi hormat kepada Shen Yue. Shen Yue pun membalasnya sebelum memasuki tempat itu dan mulai menjelaskan kepada YingXiong dan Mu Rong.
"Ini adalah ruangan administrasi, dimana para murid ataupun petinggi sekte yang ingin keluar masuk sekte atau menjalankan misi dan kembali dari menyelesaikan misi harus mendaftarkan namanya disini!" Jelas Shen Yue.
"Tapi kenapa kau sebelumnya tidak melakukan hal yang sama?" YingXiong bertanya karena penasaran, sebab ia hanya mencatatkan namanya di pintu gerbang saja, tidak di ruangan ini.
"Posisiku sedikit istimewa, jadi tidak perlu melakukan hal yang merepotkan seperti ini!" Shen Yue menjawab sambil tertawa kecil. Terlihat rasa bangga di matanya.
"Oh, itu menjelaskan semuanya!" YingXiong membalasnya dengan senyuman tipis karena ia memahami perkataan sang gadis.
Ketiganya kembali berjalan beberapa waktu dan akhirnya sampai di bangunan yang lainnya.
"Ruangan pengobatan?!" Walaupun belum masuk ke ruangan tersebut, tetapi YingXiong sudah bisa menebaknya dari aroma obat-obatan yang tercium dengan jelas di hidungnya.
"Benar! Ini adalah ruangan pengobatan khusus sekte Pedang Surgawi. Jika ada anggota sekte yang terluka baik itu akibat latihan, menjalankan misi ataupun lainnya. Mereka akan dibawa ke tempat ini untuk di obati." Shen Yue lalu mengajak YingXiong dan Mu Rong memasuki ruangan tersebut.
__ADS_1
Ketiganya disambut seorang pria sepuh yang terdapat banyak kerutan dan keriput di wajahnya. Dia adalah tabib nomor satu di sekte Pedang Surgawi, Yao Farau.
"Ada perlu apa tuan putri datang ke tempat ini?" Yao Farau menyambut dengan hangat.
"Kakek Yao, aku hanya mengajak kedua tamuku untuk mengunjungi tempat ini. Tidak perlu dipikirkan! Sebaiknya kakek Yao kembali menyelesaikan apa yang dikerjakan." Jawab Shen Yue dengan sopan. YingXiong bisa melihat dan merasakan bahwa Shen Yue sangat menghormati pria sepuh tersebut.
"Baiklah kalau begitu hamba izin pergi dulu. Jika ada yang tuan putri inginkan cukup panggil saja hamba." Tabib Yao Farau meninggalkan mereka bertiga.
"Bukankah itu adalah bahan dasar pembuatan pil penyembuh, Madu Manis Merah yang hanya bisa didapatkan dari sarang lebah langka?" YingXiong memperhatikan salah satu cairan berwarna merah hitam pekat yang ada di ruangan tersebut.
"Itu... Itu adalah Rumput Giok Emas yang langka. Bahan dasar pembuatan pil penambah tenaga dalam." YingXiong kembali mengenali barang yang ada di tempat itu.
"Sementara itu adalah Ginseng Air, walaupun mudah ditemui di toko-toko penyedia barang pendekar, tetapi mendapatkannya adalah hal yang berbeda. Tanaman ini hanya bisa ditemui di dasar sungai yang paling dingin. Memperlancar peredaran darah dan memperkuat tulang adalah salah satu fungsinya." YingXiong menunjukkan ginseng berwarna hitam di salah satu meja.
Pandangan YingXiong kembali beralih, kali ini terhenti pada sebuah tumbuhan yang terletak di meja berbeda. Tumbuhan itu berhasil membuat YingXiong terpana sekaligus mengingat kembali kebesaran sekte Pedang Surgawi.
Jiwa Lotus Es, itu adalah tumbuhan yang YingXiong lihat sebelumnya. Ia bisa mengenalinya karena sebelumnya YingXiong pernah melihatnya saat kakek membawanya. Tanaman itu sangat langka bahkan hampir punah, di dunia beladiri hanya tersisa beberapa saja.
"Sedangkan tumbuhan ini adalah, Jamur Lima Warna... Itu Bunga Kumis Kucing... Sementara di dekatnya adalah Lidah Buaya." YingXiong menjelaskan satu persatu nama tumbuhan yang dilihatnya serta menjelaskan kegunaannya.
Hal itu membuat Shen Yue terpana, karena ia sendiri tidak terlalu banyak mengenali macam-macam tumbuhan tersebut. Shen Yue bahkan sempat berpikir bahwa YingXiong adalah seorang tabib. Karena penasaran, Shen Yue menanyakan secara langsung.
"Tidak, aku tidak bisa membuat ramuan apalagi pil. Semua pengetahuan itu kudapatkan dari petunjuk kakekku yang sekaligus menjadi guruku." Jelas YingXiong.
Sebenarnya bukan hanya Shen Yue yang terpukau dan terpana dengan penjelasan YingXiong, tabib Yao Farau yang sedari tadi meracik obat pun ikut berdecak kagum.
"Nak, kalau boleh tahu siapa namamu dan berapa usiamu?" Tabib Yao menghentikan kegiatannya.
"Namaku YingXiong dan usiaku tujuh belas tahun kek!" YingXiong menjawab tanpa keraguan.
"Siapa nama gurumu? Dengan wawasan yang kau miliki pasti gurumu itu adalah tabib terkenal!" Tabib Yao menjadi penasaran.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan tabib Yao, YingXiong terdiam sejenak. Tampaknya ia sedang memikirkan sesuatu.
Tabib Yao menyadari hal tersebut, ia lalu berkata, "Kalau kau tidak ingin mengatakan identitas gurumu tidak apa-apa, jangan terlalu dipikirkan!" Tabib Yao tidak memaksa YingXiong. Menurutnya itu adalah yang terbaik.
"Maaf kakek Yao, sebenarnya bukan aku tidak ingin memberi tahumu. Tapi selama aku bisa mengingat, kakek tidak pernah memberi tahu namanya kepadaku!" YingXiong tersenyum kecut dan merasa bersalah. Ia juga merasa bodoh tidak mengetahui nama kakeknya sendiri.
"Benarkah? Kalau begitu kau adalah pemuda yang menarik!" Tabib Yao tertawa kecil. Tapi tawanya langsung terhenti ketika pandangannya tertuju pada jari manis tangan kiri YingXiong, tempat cincin Merah Darah terpasang.
"Nak, darimana kau mendapatkan cincin itu?" Tabib Yao tidak bisa menahan rasa penasarannya.
"Cincin ini? Ini adalah pemberian kakekku. Beliau bilang itu adalah peninggalan dari orang tuaku!" YingXiong tidak menutupinya karena menurutnya tabib Yao bukanlah orang yang jahat.
"Benarkah? Kalau begitu aku sudah mengetahui siapa kakekmu itu!" Tabib Yao tertawa kecil, terlihat di raut wajahnya yang senang.
Sebaliknya, kali ini YingXiong yang penasaran dengan tabib Yao karena ia bisa mengenali cincin YingXiong.
Pemuda itu juga berpikir apakah cincinnya itu cukup terkenal di kerajaan Baiyun. Tapi setelah dipikir-pikirnya kembali, kelompok Elang Sakti, murid-murid sekte Pedang Surgawi bahkan Shen Yue tidak mengenali cincinnya tersebut.
YingXiong akhirnya menarik kesimpulan bahwa cincinnya itu dikenali oleh orang-orang tertentu saja. YingXiong berpikir untuk mencari tahu apa rahasia dibalik cincin ditangannya itu.
Di sisi lain, Shen Yue tampak kebingungan dengan apa yang terjadi di hadapannya. Ia tidak mengira bahwa cincin yang ada ditangan YingXiong cukup berarti. Awalnya ia mengira itu hanyalah cincin biasa. Tapi kini pandangannya mulai berubah.
*****
***Sebenarnya saya ingin mencoba update 2 chapter perhari, tapi berhubung besok saya akan berangkat KKN jadi saya tidak bisa melakukannya.
Mungkin saya akan mencoba update 2 chapter awal bulan nanti, tapi tidak janji ya.
Terima kasih sudah membaca novel ini, jangan lupa like, komen, share ke teman-teman dan jadiin favorit.
Terima kasih***
__ADS_1