
Kedatangan lima buah perahu dengan masing-masing sepuluh orang di dalamnya itu memang tidak bermaksud baik. Saat sudah mendekati perahu rombongan YingXiong, kelima perahu itu langsung berpencar dan mengepungnya.
"Kalian sudah kami kepung, sebaiknya serahkan harta yang kalian bawa kalau ingin selamat!" Salah seorang dari mereka mengangkat suaranya.
"Kami tidak memiliki apa-apa, jadi tidak ada yang bisa kami berikan." Balas YingXiong sambil berdiri dan tersenyum tipis.
"Jangan berbohong anak muda, kami tahu kalian adalah rombongan pendekar. Kami yakin pasti kalian membawa harta, setidaknya senjata kalian pasti berharga tinggi!" Sosok itu kembali bersuara dan menunjuk ke arah pedang yang tersarung di punggung Lian Chong. Sementara pada YingXiong, mereka tidak menemukan apa-apa selain sebuah tongkat bambu yang terlihat biasa saja.
Sebenarnya YingXiong memiliki pedang juga, pedang yang dia ambil dari pemimpin ke sepuluh kelompok Elang Sakti. Tapi ia menutupinya dengan kain karena tidak ingin terlalu mencolok. Apalagi, ia mengenali kelompok yang menghadang mereka saat ini.
Kelompok Elang Sakti!
Dari cerita para pedagang sebelumnya, kelompok Elang Sakti juga menguasai sungai dan lautan yang ada di daerah kerajaan Baiyun. Rombongan yang menguasai sungai ini di pimpin oleh Ye Fan, pemimpin ke sembilan kelompok Elang Sakti.
Seorang pria yang baru berusia tiga puluh tahunan awal. Menjadi salah satu pemimpin kelompok Elang Sakti karena prestasi yang ia peroleh dari masa muda di bidang ilmu beladiri.
"Kalau kami tidak ingin menyerahkannya, bagaimana? Apa yang akan kalian lakukan?" YingXiong meningkatkan kewaspadaannya, bersiap menyambut semua situasi yang akan datang.
"Tidak perlu basa-basi, kami akan memaksa kalian memberikannya!" Ye Fan langsung memerintahkan anak buahnya untuk menyerang rombongan YingXiong.
Baik YingXiong maupun Lian Chong menyadari, kelompok Elang Sakti yang di pimpin oleh Ye Fan adalah mereka yang mempelajari ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi. Hal itu sudah bisa dilihat dari cara mereka yang berjalan di atas air seperti berjalan di tanah seperti biasa.
"Air dan darat adalah dua tempat yang berbeda. Walaupun kekuatan kalian tinggi, tapi di air, kalian pasti akan kesulitan mengeluarkan seluruh kemampuan! Sementara kami, sudah puluhan tahun berada di tempat ini dan selalu bertarung di air." Ye Fan tersenyum lebar dari balik topengnya. Dia berpikir, kemenangan sudah ada di depan mata mereka. Setidaknya sebelum YingXiong melompat dari atas perahu, yang membuat pria paruh baya itu mengerutkan keningnya bahkan lima puluh orang anak buahnya mematung sejenak.
"Kau benar, menghadapi kalian di atas air pasti sangat merepotkan. Tapi tidak dari udara bukan?" YingXiong kali ini telah terbang di udara tanpa kesulitan.
Setiap pendekar yang sudah mencapai tingkat pendekar emas bisa membuat tubuh mereka terbang di udara. Tapi tidak untuk waktu yang lama, sebab mereka membutuhkan tenaga dalam yang banyak dan ilmu tingkat tinggi.
Ye Fan misalnya, dia memiliki kekuatan di tingkat pendekar kaisar kelas dua, tapi untuk melayang di udara. Ia tidak yakin bisa melakukannya selama sepuluh menit.
__ADS_1
Sementara pemuda yang ada di hadapan mereka itu sudah melayang di udara sekitar lima menit tanpa kesulitan berarti.
YingXiong tersenyum lebar melihat keterkejutan lawannya, "Ilmu melayang yang diturunkan kak Yun sangat berguna!" YingXiong senang, ia tidak sia-sia mempelajari ilmu melayang dari Yun Fei.
Saat di dunia Yun Fei, YingXiong dipaksa sosok itu untuk mempelajari ilmu yang diberinya nama 'Langkah Ringan'.
Sebenarnya jurus ini tidak sulit dilakukan, hanya membutuhkan sedikit tenaga dalam dan elemen angin.
YingXiong mengetahui bahwa pendekar bisa mengubah tenaga dalamnya menjadi elemen yang mereka inginkan setelah berada di tingkat tertentu yang pastinya bukan di tingkat praktiknya sekarang.. YingXiong bisa melakukannya karena bimbingan dari Yun Fei. Dan ilmu tingkat tinggi yang ia pelajari juga ikut berperan penting.
"Sebaiknya mari kita mulai!" YingXiong membuka balutan kain yang sudah berada di tangannya yang membuat Ye Fan dan anak buahnya terkejut sekali lagi.
"Kau... Bagaimana kau bisa memiliki pedang itu!" Ye Fan mengenali pedang tersebut milik Yun Shui, pemimpin ke sepuluh kelompok Elang Sakti. Ia mendengar perempuan itu tewas dalam misi, tidak dijelaskan secara rinci siapa pelakunya karena mereka tidak memiliki jejak sedikitpun.
"Melihat keterkejutan kalian, pasti kalian mengenali pedang ini. Asal kalian tahu saja, aku yang membunuh perempuan itu!" YingXiong mengakui perbuatannya.
Keterkejutan Ye Fan sebelumnya kini berubah menjadi kemarahan. Amarah bergejolak di hatinya. Yun Fei adalah adik seperguruannya yang sangat ia sayangi. Terlalu banyak kenangan manis di antara mereka, tidak mudah untuk melupakannya.
"Bagus... bagus! Jika kau Benar-benar yang membunuhnya, hari ini aku bisa membalas dendam hal itu."
"Maafkan aku harus membungkam kepercayaan dirimu! Hari ini bukan takdir kematianku, sebaliknya kau yang akan tewas di pertarungan kali ini!" YingXiong tidak berniat berbasa-basi lagi. Ia sudah melihat Mu Rong ketakutan menyaksikan situasi ini.
*****
Walaupun mereka bisa berjalan dan bertarung di atas air tanpa kesulitan, tapi menghadapi seseorang yang bisa terbang di udara tanpa kesulitan di luar perkiraan mereka. Hasilnya, hanya butuh beberapa menit separuh dari mereka sudah berhasil di kalahkan.
YingXiong tidak membiarkan yang lainnya mundur dengan leluasa, ia mengeluarkan jurus lain yang ia pelajari dari Yun Fei sebelumnya.
"Pedang Petir Biru!" YingXiong mengibaskan pedangnya ke kiri dan kanan, seketika itu juga pedang itu mengeluarkan aliran petir yang bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah anggota kelompok Elang Sakti.
__ADS_1
Bbbbaaammm
Arghhhh
Ledakan keras tercipta, membuat air melambung tinggi ke atas dan mengenai beberapa anggota kelompok Elang Sakti yang dalam jangkauannya.
Melihat hal tersebut, tubuh anggota kelompok Elang Sakti yang tersisa kini menggigil ketakutan. Tidak ada lagi nafsu membunuh yang mereka keluarkan seperti di awal pertarungan.
"Jangan seperti ini, walaupun kalian meminta pengampunan aku tidak akan mengampuni satupun dari kalian!" YingXiong kembali mendekat. Kali ini dia tidak melayang di udara, melainkan berjalan di atas air yang membuat anggota kelompok Elang Sakti kembali dikejutkan.
"Tidak perlu terkejut, sebenarnya aku juga bisa seperti kalian. Tapi aku tidak ingin membuang-buang tenaga dalamku." YingXiong tersenyum tipis dan bersiap menyerang lagi.
Di sisi lain anggota kelompok Elang Sakti begitu ketakutan, mereka tidak berpikir akan bertemu dengan seorang pemuda yang memiliki kekuatan tinggi.
Saat YingXiong hendak menyerang anggota kelompok Elang Sakti yang tersisa, ia tidak bisa melakukannya. Lima buah pisau kecil bergerak dengan kecepatan penuh ke arahnya yang membuatnya harus melangkah mundur beberapa meter.
"Kau tidak sabaran ya, seharusnya biarkan saja aku membunuh mereka terlebih dahulu baru kita bisa bertarung dengan leluasa!" YingXiong tersenyum tipis ke arah Ye Fan.
"Maaf, tapi aku tidak bisa membiarkanmu melakukannya. Jika kau membunuh mereka semua, maka aku akan dalam bahaya.
Kau sendiri saja sudah merepotkan, apalagi jika ia membantumu!" Ye Fan mengepalkan tangannya dengan keras lalu menunjuk ke arah Lian Chong berada.
Selain menyaksikan cara bertarung YingXiong, Ye Fan juga memperhatikan Lian Chong. Mempelajari kekuatan pemuda itu.
"Kekuatannya berada di tingkat pendekar kaisar kelas satu, tentu akan merepotkan jika kalian bekerja sama melawanku. Lagipula aku tidak mengetahui batas kemampuan dan tingkat kekuatanmu!" Ye Fan memasang wajah datar.
"Tenang saja, ku pastikan kak Lian tidak akan menganggu pertarungan kita!" YingXiong menggelengkan kepalanya pelan sebelum bergerak dengan cepat ke arah anggota kelompok Elang Sakti yang tersisa.
Dalam hitungan detik, YingXiong berhasil membunuh semuanya dan menyisahkan Ye Fan yang berdiri di atas perahu tidak jauh darinya.
__ADS_1