
YingXiong mengatur posisi para pendekar yang berniat membantunya menahan Crocorhinosaurus. Walaupun YingXiong lebih muda daripada mereka, tapi tetap mengikuti arahannya karena mereka juga menjadi saksi YingXiong mengalahkan petarung Gong dengan satu pukulan saja.
Salah satu pendekar itu tidak lain adalah Shen Yue. Dia keluar dari penginapan beberapa saat setelah YingXiong. Ia juga penasaran apa yang terjadi sebenarnya.
Betapa terkejutnya ia saat melihat wujud Crocorhinosaurus. Saat melihat YingXiong akan melawan makhluk raksasa itu, Shen Yue memutuskan untuk membantunya.
Di sisi lain, Crocorhinosaurus terus mendekat. Gelombang ombak pun kian membesar dan sewaktu-waktu bisa menghantam pinggir pelabuhan.
Benar saja, saat sang siluman legenda mengibaskan ekornya, seketika itu juga gelombang air meninggi dan menghantam ke arah rombongan YingXiong. Beruntung mereka sudah waspada sebelumnya, jadi mereka bisa menghindari serangan makhluk raksasa itu.
Melihat serangan pertamanya gagal, Crocorhinosaurus naik ke permukaan. Saat itulah YingXiong dan pendekar lainnya bisa melihat, makhluk raksasa itu memiliki enam buah kaki.
Setelah menginjakkan kakinya di tanah, serangan Crocorhinosaurus kembali berlanjut, kali ini ia membuka mulutnya lebar-lebar dan seketika keluar segumpalan air berbentuk bulat besar dari mulutnya. Dan detik selanjutnya, ia melepaskannya ke arah YingXiong dan pendekar lainnya.
Lagi-lagi mereka bisa menghindarinya, membuat Crocorhinosaurus menjadi murka. Makhluk raksasa itu tidak membiarkan YingXiong dan pendekar lain bisa bergerak leluasa. Kali ini ia melepaskan duri-duri yang tertancap di ujung ekornya.
Karena begitu cepat dan ukurannya yang besar, akhirnya duri-duri itu berhasil mengenai dua orang pendekar yang membuat mereka tewas seketika. Sementara duri yang lain menghantam bangunan-bangunan yang ada di dekat sana. Beruntung bangunan itu sudah kosong karena para warga sudah jauh meninggalkan tempat itu.
Melihat hal tersebut YingXiong menggelengkan kepalanya pelan, "Andai aku tidak berhasil menghindarinya. Aku yakin akan mengalami nasib yang sama dengan mereka." YingXiong kemudian kembali memfokuskan pandangannya ke Crocorhinosaurus.
"Jangan takut, serang bersamaan!" Teriak YingXiong untuk membangkitkan semangat bertarung pendekar lain setelah melihat dua orang pendekar mati seketika.
"Benar, kalau kita tidak bisa mengalahkan makhluk raksasa itu. Jangan harap kita bisa lari!" Shen Yue menambahkan.
Mendengar suara dua orang muda-mudi memiliki semangat juang yang tinggi, membuat pendekar-pendekar lain ikut semangat. Mereka tidak ingin kalah dari YingXiong dan Shen Yue.
Semua pendekar mengeluarkan keahliannya dan menyerang Crocorhinosaurus secara bersamaan. Ada yang menggunakan tombak, pedang, senjata rahasia bahkan hanya dengan tangan kosong saja.
Entah karena tubuh Crocorhinosaurus yang besar membuat kulitnya tebal atau karena serangan para pendekar yang lemah. Satupun dari serangan mereka tidak bisa melukai makhluk raksasa itu.
Begitupun dengan YingXiong, ia hanya bisa menggores sedikit kulit Crocorhinosaurus tanpa membuat makhluk raksasa itu kesakitan.
__ADS_1
Pertarungan sudah berlangsung hampir sepuluh menit, napas para pendekar pun sudah mulai tidak beraturan bahkan tenaga dalam mereka sudah terkuras dan hampir habis. Hanya YingXiong, Shen Yue dan petarung Gong yang terlihat masih bisa menyerang tanpa kesulitan.
Melihat serangan mereka tidak bisa melukai Crocorhinosaurus perlahan membuat para pendekar kehilangan semangat bertarungnya. Lagipula, tenaga dalam mereka sudah diambang batas yang membuat mereka kelelahan.
YingXiong menyadari hal itu, ia memutar otaknya untuk bisa keluar dari masalah ini. Setelah beberapa saat, YingXiong kembali membuka suaranya, "Aku akan mengalihkan perhatiannya, selama itu kalian bisa memulihkan kondisi dan membantuku lagi."
Pendekar lain menyetujui saran YingXiong, hanya Shen Yue yang tetap bersikukuh membantu pemuda itu.
"Seberapa kuat dirimu sampai-sampai ingin menghadapinya sendiri. Menyerangnya secara bersamaan saja tidak bisa mengalahkannya apalagi sendirian." Shen Yue mendengus kesal. Dia tidak mengerti jalan pikiran YingXiong.
"Aku menyadari batas kemampuanku. Aku hanya mengulur waktu untuk membiarkan kalian memulihkan kondisi ke posisi prima seperti sebelumnya. Lagipula, jika sangat berbahaya, aku memiliki trik untuk berlari." YingXiong membujuk gadis itu untuk mempercayainya.
"Ada apa dengannya, kenapa terlihat begitu memperdulikanku? Padahal kami baru saja bertemu!" YingXiong membatin, tidak mengerti dengan alasan sang gadis.
"HM! Terserah kau saja. Aku juga tidak peduli padamu!" Shen Yue mendengus kesal.
"Nona Shen, aku juga menitipkan Mu Rong, jika aku tidak kembali, mohon jaga dia baik-baik. Mu Rong tidak memiliki keluarga lagi selain aku, jangan biarkan dia kesepian." YingXiong tidak mendengarkan lagi jawaban dari Shen Yue.
Shen Yue baru tersadar dari lamunannya setelah YingXiong meninggalkan tempat itu. Sebelumnya ia mencoba mencerna perkataan sang pemuda.
"Kau...!" Shen Yue ingin menghentikan YingXiong tapi sudah terlambat. Perasaan gadis itu campur aduk, tetapi ia menuruti perkataan YingXiong.
*****
YingXiong menghentikan langkahnya setelah cukup jauh dari pusat kota. Selain untuk membuat pendekar lain bisa memulihkan kondisinya, YingXiong melakukan hal itu untuk mengurangi kerusakan yang dapat ditimbulkan sang makhluk raksasa. Alasan lainnya, YingXiong ingin mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Ia tidak ingin melakukannya di depan orang lain, sebab YingXiong ingin merahasiakan kemampuannya.
Di sisi lain, ketika sang Crocorhinosaurus melihat targetnya menghentikan langkahnya, makhluk raksasa itu langsung menyerang YingXiong.
Ia mengibaskan ekornya dan menghantamkannya ke YingXiong.
YingXiong menghindari serangan itu karena dari awal ia sudah meningkatkan kewaspadaannya ke tingkat yang paling tinggi.
__ADS_1
"Kau tidak bisa menunggu ya?!" YingXiong tertawa kecil setelah berhasil menghindari serangan Crocorhinosaurus.
"Baiklah, sekarang giliranku!" YingXiong menarik tongkat yang terpasang di punggungnya.
"Tujuh Bintang Surgawi : Hempasan Ombak!" YingXiong mengeluarkan jurus pertama. Ia melompat ke udara dan mengubah posisi menjadi bentuk horizontal lalu mulai berputar-putar sambil maju menyerang Crocorhinosaurus. Kemudian ia mengayunkan tongkat bambu yang ada ditangan kanannya ke arah kiri dan kanan secara bergantian.
***Bbbboooommmm
Bbbboooommmm***
Serangan itu berhasil mendarat di tubuh Crocorhinosaurus membuat luka di beberapa bagian tubuhnya. Walaupun tidak parah, tetapi cukup untuk membuat makhluk raksasa itu kesakitan.
Crocorhinosaurus menggeliat, merasakan sakit di tubuhnya akibat serangan YingXiong. Matanya terlihat murka dan memandang YingXiong penuh kebencian.
YingXiong tidak membiarkan Crocorhinosaurus untuk menyerangnya. Setelah melihat serangannya berhasil, YingXiong kembali menyerang makhluk raksasa tersebut.
"Tujuh Bintang Surgawi : Badai Angin dari Barat!"
YingXiong mengeluarkan jurus kedua. Ia kemudian melayang di udara membentuk vertikal tapi kepalanya mengarah ke bawah, lalu kemudian ia berputar-putar dengan cepat seperti gasing dan menghantamkan tongkatnya ke tanah.
Angin berhembus dengan kencang dari belakang YingXiong dan menghantam Crocorhinosaurus.
Sekali lagi, membuat ledakan-ledakan di tubuh sang makhluk raksasa yang membuatnya kembali menggeliat kesakitan.
YingXiong tidak melanjutkan serangannya menggunakan jurus Tujuh Bintang Surgawi. Karena bagaimanapun juga, mengeluarkan jurus tersebut membutuhkan tenaga dalam yang besar.
Walaupun belum bisa lagi menggunakan jurus tersebut sementara waktu, YingXiong tidak menurunkan intensitas serangannya. Ia menggunakan tongkat bambunya dan memukul tubuh Crocorhinosaurus.
Setiap pukulan tongkat bambu YingXiong nyatanya menghasilkan serangan yang besar membuat tubuh Crocorhinosaurus mengalami luka-luka luar.
Tentu saja Crocorhinosaurus tidak membiarkan YingXiong menyerangnya dengan leluasa. Makhluk raksasa itu membalas serangan sang pemuda.
__ADS_1