
YingXiong dan Mu Rong dibawa ke ruangan khusus untuk latihan para murid Pedang Surgawi setelah meninggalkan ruangan pengobatan. Ruangan tersebut adalah tempat para murid sekte untuk berlatih tanding.
Saat ketiganya memasuki ruangan, mereka disambut oleh seorang pemuda yang terlihat usianya tidak jauh berbeda dengan YingXiong maupun Shen Yue.
Dalam sekali lihat, YingXiong bisa mengetahui bahwa tatapan sang pemuda kurang bersahabat kepadanya bahkan terlihat membencinya. Hal itu bisa dirasakan saat sang pemuda hanya menyapa Shen Yue dan membuang muka dari YingXiong.
"Adik Shen, beberapa waktu lalu ku dengar kau sudah pulang ke sekte. Awalnya aku ingin menemui secara langsung tapi setelah ku pikir lagi, kau pastinya butuh istirahat. Tidak ku sangka ternyata kau masih berkeliaran di sekte, ternyata tebakanku begitu keliru. Kalau tahu begini, aku akan menyiapkan penyambutan kepadamu." Ujar sang pemuda yang tampak cukup akrab dengan Shen Yue.
"Kak Fei Hung tidak perlu sungkan. Saat ini aku sedang membawa pemuda spesial untukkuq, sebab itulah tidak merasakan lelah." Tanpa aba-aba, Shen Yue langsung memegangi lengan YingXiong yang membuat pemuda itu terkejut. Awalnya YingXiong ingin menanyakan maksud Shen Yue, tetapi setelah melihat mata sang gadis melotot ke arahnya, YingXiong melupakan niatnya.
"Oh benarkah? Ku harap kau tidak keliru!" Balas pemuda yang bernama Fei Hung itu dan kemudian ia meninggalkan YingXiong dan lainnya sambil mendengus kesal.
"Nona Shen, tampaknya hubunganmu dengan pemuda itu cukup rumit?" YingXiong penasaran dengan hal tersebut.
"Benar, mari tinggalkan tempat ini. Nanti akan ku ceritakan di tengah perjalanan." Shen Yue tidak berniat lebih lama di tempat itu karena sudah bertemu dengan pemuda bernama Fei Hung tersebut.
Sementara itu Fei Hung terlihat sangat kesal dengan perlakuan Shen Yue kepadanya sebelumnya, "Seistimewa apa pemuda itu? Aku tidak merasakan bahwa ia adalah seorang pendekar! Tunggu saja, aku akan membuat perhitungan dengannya!" Fei Hung mengepalkan tangannya dengan keras.
*****
Shen Yue mulai menjelaskan tentang Fei Hung kepadanya setelah mereka meninggalkan ruangan latihan tanding.
Dari yang Shen Yue ceritakan, Fei Hung adalah seorang murid yang berbakat, tetapi bakatnya masih kalah dibawah Shen Yue dan Shen Long. Sang pemuda merupakan cucu dari salah satu tetua yang cukup berpengaruh di sekte Pedang Surgawi. Usianya terpaut dua tahun lebih tua daripada Shen Yue maupun YingXiong. Sang pemuda tepatnya berusia sembilan belas tahun.
Fei Hung memang cukup dekat dengan Shen Yue dan Shen Long karena ketiganya tumbuh bersama. Sang pemuda juga terlihat begitu akrab dengan Shen Yue karena ia menyukai sang gadis. Tapi di sisi lain Shen Yue tidak menyukainya, cinta bertepuk sebelah tangan adalah situasi yang tepat menggambarkan hal tersebut.
YingXiong mengangguk mengerti setelah mendapatkan gambaran Fei Hung. Ia cukup prihatin karena sang pemuda harus menanggung rasa cinta yang sulit untuk diwujudkan.
"Kak Ying, aku tidak suka dengan kak Fei Hung itu, kelihatannya dia orang yang jahat?!" Mu Rong ikut bersuara.
"Kau tenang saja Rong'er, aku tidak akan membiarkannya mengganggu bahkan menyakitimu!" YingXiong mengusap kepala Mu Rong yang ada di punggungnya.
__ADS_1
"Bagaimana dengan yang ku katakan sebelumnya?" Shen Yue menatap YingXiong meminta pendapatnya.
YingXiong tampak kebingungan, "Perkataanmu yang mana nona Shen, sejauh ini banyak sekali yang kau katakan!"
Shen Yue yang mendengar jawaban itu langsung cemberut dan berjalan lebih cepat daripada sebelumnya.
"Dasar pria tidak peka!" Shen Yue bergumam sendiri.
"Sebaiknya kita sudahi dulu, kalian butuh istirahat terutama Rong'er. Besok akan kita lanjutkan!" Dengan wajah yang masih cemberut, Shen Yue meninggalkan YingXiong dan Mu Rong. Memang ketiganya sudah cukup dekat dengan ruangan yang disediakan untuk YingXiong dan Mu Rong.
YingXiong mengangguk sambil kebingungan. Ia menatap punggung Shen Yue yang perlahan menjauh dan akhirnya tidak lagi kelihatan.
YingXiong kemudian mengajak Mu Rong kembali ke kamar mereka, tetapi sebelum keduanya masuk, ada seorang murid sekte Pedang Surgawi menghampirinya.
"Maafkan aku senior, aku ingin menyampaikan pesan ini." Tanpa basa-basi, murid itu menyerahkan sepucuk surat kepada YingXiong.
"Dari siapa?" YingXiong penasaran.
"Kak Ying, apa isi surat itu? Jangan-jangan surat cinta dari kak Shen." Mu Rong tertawa kecil, "Baru tidak bertemu beberapa menit saja, kak Shen sudah mengirimkan surat untukmu!" Mu Rong terus menggoda YingXiong membuat pemuda itu menggelengkan kepalanya.
"Hust," YingXiong tersenyum kecut, tapi ia juga berharap demikian. Entah mengapa ada perasaan aneh saat ia dekat dengan Shen Yue ataupun membicarakan tentang gadis itu.
Tanpa menunggu lagi, YingXiong membuka surat tersebut.
"Jika kau berani, besok temui aku di ruangan tanding sekte!" Ternyata surat tersebut berasal dari Fei Hung. Ia mengajak YingXiong untuk bertanding satu lawan satu di arena latihan sekte Pedang Surgawi.
"Kak Ying, apa isinya? Apakah kak Shen masih marah kepadamu?" Tanya Mu Rong penasaran karena ia melihat perubahan di wajah YingXiong. Walaupun ia tersenyum tetapi tatapan matanya begitu dingin dan wajahnya pun datar.
"Tidak apa-apa, sebaiknya kau istirahat!" YingXiong menyembunyikan isi surat itu kepada Mu Rong agar tidak membuatnya khawatir.
Siang telah berlalu, gelapnya malam pun mulai menemani bumi. Suara riuh burung pun ikut menemani kegelapan malam.
__ADS_1
YingXiong sedang berlatih teknik pernafasan sementara Mu Rong sedang berbaring di tempat tidurnya saat terdengar suara ketukan pintu.
YingXiong membuka matanya lalu perlahan mulai berjalan untuk melihat siapa yang datang.
"Senior, saya ingin mengantarkan makan malam Anda dan adik Anda!" Suara seorang perempuan terdengar di balik pintu.
YingXiong yang mendengar hal itu menurunkan kewaspadaannya dan membuka pintu. Ternyata seorang murid sekte Pedang Surgawi yang hendak mengantarkan makanan kepada YingXiong dan Mu Rong.
"Taruh di meja sana saja! Terima kasih! Maaf sudah merepotkanmu!" YingXiong tersenyum tipis.
"Tidak perlu sungkan senior!" Merasa tidak ada lagi yang bisa ia bantu, murid sekte itu meninggalkan kamar YingXiong.
Setelah murid itu pergi, YingXiong mengajak Mu Rong untuk makan hidangan tersebut.
Baru beberapa suapan, YingXiong merasakan ada hal yang aneh di makanan tersebut.
"Rong'er, jangan lanjutkan makanmu!" YingXiong menarik piring di tangan Mu Rong lalu mencium baunya.
YingXiong mencoba mencari tahu apa yang ditaburkan dalam makanan tersebut, disaat yang bersamaan Mu Rong tiba-tiba merasakan sakit perut.
"Kak Ying, aku rasa ingin ke kamar mandi!" Mu Rong memegangi perutnya lalu meninggalkan YingXiong.
YingXiong melihat nampan yang menyajikan makanan mereka, ia baru menyadari ada sebuah kertas tersimpan disana.
"Bagaimana rasa makanan itu. Bukankah enak?!" YingXiong mengepalkan tangannya, pandangannya berubah menjadi dingin.
Surat itu berasal dari Fei Hung, tampaknya Pemuda itu benar-benar ingin membuat YingXiong bertarung dengannya.
Jika sebelumnya YingXiong enggan menanggapi tantangan pemuda itu, tidak untuk sekarang, ia akan menerima tantangan tersebut karena Fei Hung telah lancang melibatkan Mu Rong dalam masalah yang YingXiong sendiri tidak ketahui.
YingXiong berjanji akan membuat pelajaran yang akan sangat berkesan bagi Fei Hung sampai akhir hidupnya.
__ADS_1