The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
Masa Lalu jendral Wen


__ADS_3

Malam hari di kota Awan Suci, terlihat warga kota sedang sibuk beramai-ramai menyalakan lampion karena hari itu adalah hari peringatan terbentuknya kota tersebut.


Kota Awan Suci sendiri merupakan ibukota dari kerajaan Baiyun, sekaligus kota terbesar yang ada di daerah kekuasaan kerajaan tersebut.


Tepat di sebuah kedai minuman yang khusus menjual arak, ramai pengunjung yang berdatangan. Kebetulan kedai itu memiliki ruangan yang terbuka, sehingga pengunjungnya dengan mudah menyaksikan penerbangan lampion dari sana.


Di sebuah ruangan khusus yang jauh dari pengunjung lain, terlihat seorang pria paruh baya sedang duduk dengan posisi bertongkat kaki. Sebelah kakinya menaikkan lutut, sementara kaki yang lainnya menekuk ke samping.


Sikut kiri pria paruh baya itu bertengger di meja sementara tangan kanannya memegang seguci arak. Pria paruh baya itu juga tampak sudah mabuk karena kebanyakan minum.


Saat ia sedang menuangkan arak ke cangkirnya, seseorang menghampirinya dan duduk bersimpuh sambil memberi hormat.


"Jendral Wen, hamba membawakan informasi yang Anda inginkan!" Ucap seorang itu yang tidak lain adalah prajurit pengawal jendral Wen.


Sementara pria paruh baya yang sedang mabuk tadi tidak lain adalah Jendral Wen, jendral kerajaan Baiyun Kingdom.


Setelah pertemuannya dengan YingXiong dan melihat cincin Merah Darah yang ternyata ia kenali, pria paruh baya itu tidak bisa berpikir dengan tenang. Ia selalu gelisah, tampaknya banyak hal yang menghantui pikirannya.


Sang Jendral lalu meminta prajuritnya untuk menyampaikan informasi yang didapatkan. Sebelumnya, pria paruh baya itu memerintahkan sang prajurit untuk mencari tahu informasi tentang YingXiong ke pusat penjualan informasi yang ada di ibukota. Menurutnya, tidak ada tempat yang lebih baik untuk mendapatkan informasi selain di sebuah bangunan yang dikenal dengan Toko Teratai Salju.


Toko Teratai Salju sendiri merupakan pusat penjualan informasi terbesar yang ada di kerajaan Baiyun. Toko ini telah membuat cabang-cabang di seluruh kota besar yang ada di daerah kekuasaan kerajaan Baiyun.


Jika ingin menemukan informasi yang sulit di temukan oleh para pendekar, Toko Teratai Salju dapat dipastikan memilikinya. Selama ia berdiri, tidak ada pengunjungnya yang dirugikan dengan informasi mereka ataupun tidak bisa menyelesaikan masalah mereka. Semuanya merasa puas setelah mendapatkan informasi dari Toko Teratai Salju.


Tapi tampaknya, ini kali pertama Toko Teratai Salju tidak bisa memuaskan pelanggan mereka.


"Tidak banyak tentang informasi pemuda ini, pelayan toko Teratai Salju hanya memberikan informasi tentangnya. Pemuda itu pertama kali dilihat di kota Matahari Senja. Lalu pemuda yang sama menyelamatkan seorang anak dari sebuah desa,"


Prajurit kembali melanjutkan, "Pemuda itu lalu pergi ke kota Pelabuhan Perak dan membantu warga membunuh siluman air yang bernama Crocorhinosaurus bersama pendekar lainnya. Shen Yue salah satu yang membantunya menyerang siluman raksasa itu,"


Sang prajurit menceritakan semua informasi yang didapatkan dari toko Teratai Salju, ia juga menceritakan bahwa YingXiong berhasil membunuh pemimpin kesembilan kelompok Elang Sakti. Perjalanan terakhirnya membantu warga desa Empat Musim. Dan informasi terakhir yang ia dapatkan adalah YingXiong membantu Pendekar Mawar Hitam melawan kelompok Elang Sakti yang dipimpin Long Xiufei, pemimpin kedelapan kelompok tersebut.

__ADS_1


Jendral Wen mengangguk, ia cukup terkesan dengan pencapaian yang ditunjukkan YingXiong. Tapi bukan itu yang ia cari. Merasa prajurit itu tidak bisa memberikan apa yang ia inginkan, jendral Wen menyuruhnya meninggalkannya sendirian.


Setelah kepergian prajurit, jenderal Wen melamun. Ia kemudian mengingat sesuatu yang selalu menganggu pikirannya.


*****


Flashback jendral Wen


Jendral Wen adalah seorang murid dari salah satu sekte besar yang ada di daerah kekuasaan kerajaan Baiyun.


Ia memiliki beberapa kakak seperguruan laki-laki dan seorang adik seperguruan perempuan.


Suatu hari, semua murid dikumpulkan di ruang pertemuan sekte. Mahaguru mereka yang mengumpulkan secara langsung.


"Feng'er, sebagai murid tertua kau harus menjaga adik-adik seperguruanmu dan mendidik mereka untuk menjadi pendekar yang kuat dan bijaksana, membantu orang lemah adalah tugas utama kita!" Sang Mahaguru langsung membuka pertemuan itu.


"Baik Mahaguru, murid akan mengingat pesan ini dan berjanji akan melakukan yang terbaik." Balas murid yang dipanggil Feng itu.


"Wen'er, kau adalah murid paling jenius yang sekte kita pernah miliki. Kau harus menggunakan kekuatanmu untuk kebaikan, jangan sebaliknya." Mahaguru memberi wejangan kepada murid yang dipanggil Wen itu yang tidak lain adalah jendral Wen sendiri yang masih muda.


Ingatan jendral Wen kembali berubah, kali ini ia mengingat saat pertama kali jendral Wen ditugaskan untuk mencari pengalaman diluar sekte.


Saat ia ingin meninggalkan sekte, Huamei merengek ingin ikut. Jendral Wen saat itu tidak bisa memutuskannya sendiri, ia menyuruh Huamei untuk meminta izin pada Mahaguru. Jika diizinkan maka ia akan mengajaknya.


Entah apa yang dikatakan Yin Huamei kepada ayahnya, gadis itu akhirnya diizinkan untuk ikut jendral Wen.


Jendral Wen kali ini mengingat ke pertemuan pertama kali antara dirinya, Yin Huamei dan pangeran mahkota kerajaan Baiyun, Ji Xiang. Saat itu ada suatu peristiwa yang membuat pangeran mahkota Ji Xiang berhutang budi padanya karena Wen muda membantunya yang hampir tewas oleh serangan kelompok Elang Sakti.


Saat itu juga, ia menyadari bahwa adik seperguruannya itu menyukai sang pangeran pada pandangan pertama. Begitupun sebaliknya.


Pangeran Ji Xiang mengajak Wen Sihao muda dan Yin Huamei ke istana untuk membalas budi mereka.

__ADS_1


"Adik Huamei, tampaknya kau menyukai pangeran itu?" Walaupun sebenarnya di dalam hatinya cemburu, jendral Wen tetap menanyakannya.


"Apakah itu terlihat jelas kak Wen?" Yin Huamei malu-malu dan mengangguk.


Mendengar pengakuan sang adik seperguruannya, jendral Wen merasakan sakit hati yang luar biasa tetapi ia menahannya karena meskipun jendral Wen muda juga mencintai Yin Huamei tetapi ia rela gadis itu bersama orang lain asalkan membuatnya bahagia.


Wen Sihao muda menanyakan untuk terakhir kalinya bagaimana perasaan Yin Huamei kepadanya.


"Kau... Tentu saja kau adalah kakak terbaikku!"


Mendengar itu, jendral Wen menyembunyikan perasaannya.


Ingatan jendral Wen kembali beralih, kali ini saat pangeran mahkota, Ji Xiang muda melamar Yin Huamei. Tanggal pernikahan pun sudah ditentukan, sebulan dari hari itu.


Waktu terasa begitu cepat, akhirnya pernikahan pangeran mahkota, Ji Xiang muda dengan Yin Huamei muda pun digelar. Pada saat yang sama, Ji Xiang di angkat menjadi raja baru kerajaan Baiyun.


Sehari kemudian, raja Ji Xiang mengangkat Wen muda menjadi salah satu jendralnya dan acara penobatan pun akan digelar seminggu kemudian.


Di sisi lain, keluarga Yin Huamei yang lain tidak bisa tinggal terlalu lama, karena mereka harus kembali ke sekte.


Tiga hari setelah pernikahan Yin Huamei dengan raja Ji Xiang, mereka dikejutkan dengan sebuah kabar bahwa kedua orang tua Yin Huamei dan semua murid sektenya tewas diperjalanan pulang ke sekte.


Pelakunya adalah kelompok Elang Sakti, mereka juga meletakkan sebuah surat sebagai pesan di mayat ayah Yin Huamei.


"Ini adalah hadiah untuk raja Ji Xiang dari kelompok Elang Sakti!"


Begitulah isi pesan yang tersimpan di dalam surat itu.


Yin Huamei dan Wen muda bersedih karena kehilangan keluarga mereka. Keduanya tidak terima dengan hal tersebut.


Raja Ji Xiang sebagai suami Yin Huamei juga tidak terima, apalagi dia menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian itu karena dia menganggap mereka membunuh orang tua Yin Huamei karena berhubungan dengannya.

__ADS_1


*****


Terima kasih karena kalian sudah berkenan membaca novel ini. Saya akan merasa sangat senang jika kalian membantu mempromosikan karya ini kepada teman-teman yang lain. Hal itu juga dapat membuatku lebih semangat untuk melanjutkan cerita ini.


__ADS_2