The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
Masih Belum Terungkap


__ADS_3

YingXiong terbangun dari tidurnya, ia melihat keluar jendela dan mendapati hari sudah berganti menjadi malam. Dengan cepat YingXiong berdiri dan membangunkan Shen Long.


"Kak Long, aku harus segera kembali. Rong'er pasti khawatir mencari keberadaan ku!" YingXiong baru ingat ia meninggalkan Mu Rong di kamar sendirian.


"Silahkan!" Jawab Shen Long yang masih setengah sadar. Tampaknya pemuda itu sangat kelelahan setelah menghabiskan banyak arak.


YingXiong keluar dengan terburu-buru, ia khawatir Mu Rong akan mendapatkan masalah ataupun ketakutan karena YingXiong tidak pulang seharian.


Ketika YingXiong sampai di rumah, terdengar suara teriakan Mu Rong. YingXiong bergegas masuk dan menemukan Mu Rong sedang bermain dengan Shen Yue. Mu Rong saat itu sedang melompat-lompat kegirangan di kasur, tampaknya Shen Yue menceritakan hal yang membuat gadis kecil itu senang.


"Kak Ying, darimana saja kau. Saat aku bangun, aku mencarimu. Ku pikir kau akan meninggalkanku dan tak akan pernah kembali sebab aku menunggumu sendirian sampai siang hari. Beruntung setelahnya ada kak Yue yang menemaniku!" Mu Rong menggerutu dan memasang wajah cemberut kepada YingXiong.


"Maafkan kak Ying, tadi ada urusan mendesak yang harus segera diselesaikan!" YingXiong membuat alasan.


"HM!"


"Karena kau sudah kembali, sebaiknya aku pergi dulu. Aku juga sudah mengantuk!" Shen Yue berniat meninggalkan kediaman YingXiong.


"Sampai jumpa kak Yue!" Mu Rong melambaikan tangannya.


Sementara YingXiong tersenyum tipis dan berterima kasih kepada gadis itu karena sudah bersedia menjaga Mu Rong selama ia tidak ada.


"Terima kasih nona Shen!"


"Tidak perlu sungkan, Rong'er sudah ku anggap sebagai adikku sendiri. Jadi sudah sepantasnya aku menjaganya juga." Shen Yue akhirnya meninggalkan YingXiong dan Mu Rong.


Setelah beberapa saat kepergian Shen Yue, YingXiong memandangi ke arah atas kediamannya dan berseru, "Siapa itu?" YingXiong mendengar suara dari atapnya.


Pendengarannya tidak salah, memang ada seseorang yang sedang memata-matainya. Sosok tersebut langsung terbang meninggalkan atap bangunan YingXiong ke atap bangunan lain setelah mendengar YingXiong menyadari kedatangannya.

__ADS_1


Di sisi lain, YingXiong langsung keluar dan melompat ke atap bangunannya menggunakan ilmu meringankan tubuh.


Aksi kejar-kejaran pun terjadi, keduanya melompat dari satu atap ke atap lainnya tanpa ada yang menyadari karena hari sudah cukup larut jadi banyak yang sudah beristirahat.


YingXiong akhirnya berhasil mengejar sosok tersebut setelah berada cukup jauh dari sekte Pedang Surgawi. Keduanya saat ini berada di atas atap perumahan warga.


Karena merasa tidak bisa lari dari YingXiong, sosok itu berhenti dan membalikkan tubuhnya. Saat itulah YingXiong mengenali orang tersebut, sosok itu tidak lain adalah Pendekar Mawar Hitam.


"Apa maksud semua ini? Kenapa kau mengikuti ku?" YingXiong bertanya dengan tenang, nadanya pun sedikit meninggi serta ia terus meningkatkan kewaspadaannya.


"Tidak ada alasan yang spesial. Aku hanya ingin berterima kasih kepadamu karena kau telah menyelamatkanku beberapa hari lalu." Pendekar Mawar Hitam menjawab pertanyaan tersebut.


Setelah mengatakan itu, Pendekar Mawar Hitam berniat pergi.


"Siapa yang menyuruhmu pergi? Aku tidak akan membiarkannya sebelum mengetahui identitasmu!" YingXiong tidak membiarkannya, pemuda itu tidak yakin dengan alasan yang dikatakan Pendekar Mawar Hitam sebelumnya. Ia yakin sosok yang masih misterius itu menyimpan maksud dan tujuan yang lain.


"Coba saja kalau kau bisa menahan ku!" Pendekar Mawar Hitam tetap bersikeras untuk meninggalkan tempat itu.


Dengan cepat, YingXiong menghadang jalan Pendekar Mawar Hitam. YingXiong tidak menunggu lama, ia menyerang Pendekar Mawar Hitam dengan cepat.


Pendekar Mawar Hitam tidak bisa membiarkannya atau ia akan terluka sebab YingXiong menyerangnya cukup serius. Karena tidak sepenuhnya waspada dan cepat dalam bertindak, Pendekar Mawar Hitam berhasil terkena satu serangan di bahu kirinya. Beruntung serangan itu tidak terlalu parah.


"Ternyata kau tidak main-main ya!" Sebuah tawa kecil keluar dari balik topeng Pendekar Mawar Hitam.


"Baiklah, kalau begitu mari kita bermain-main sebentar!" Pendekar Mawar Hitam bersiap menyambut serangan YingXiong.


Cakar YingXiong dan tapak Pendekar Mawar Hitam bertemu, YingXiong menyadari kekuatan sosok misterius itu berada di bawahnya. Sebab itu ia langsung menyerang Pendekar Mawar Hitam bertubi-tubi dengan penuh percaya diri.


YingXiong menyerang tidak mengincar bagian vital Pendekar Mawar Hitam, karena tujuannya sebenarnya adalah mengetahui identitas sosok misterius itu, paling tidak mengetahui wajahnya.

__ADS_1


Sementara itu Pendekar Mawar Hitam menyadarinya, sebab itulah ia selalu berusaha menangkis setiap serangan YingXiong yang mengarah ke wajahnya.


Pada satu kesempatan, YingXiong hampir berhasil menarik topeng tersebut, tetapi Pendekar Mawar Hitam lebih cepat untuk menepis tangan YingXiong sehingga ia hanya bisa memegangi sedikit saja.


Ckckck


YingXiong berdecak, ia hampir saja bisa mengungkapkan identitas Pendekar Mawar Hitam.


Tidak putus asa, YingXiong kembali menyerangnya. Kali ini ia meningkatkan serangannya membuat Pendekar Mawar Hitam tidak bisa leluasa seperti sebelumnya. Setiap serangan YingXiong sulit dihindari membuat Pendekar Mawar Hitam sedikit khawatir.


Di sela-sela menangkis serangan YingXiong, Pendekar Mawar Hitam berpikir keras untuk keluar dari pertarungan ini. Ia tidak yakin bisa menahan serangan-serangan cepat YingXiong lebih lama lagi.


Sebagai pendekar yang cukup berpengalaman dalam dunia beladiri, Pendekar Mawar Hitam dengan mudah dapat memikirkan sebuah cara.


Ia memang mendekatkan jaraknya dengan YingXiong, saat pemuda itu sudah dalam jarak serangannya, Pendekar Mawar Hitam melemparkan bubuk berwarna putih ke udara. YingXiong sontak menutup mulut dan matanya, ia tidak ingin terkena bubuk tersebut karena itu adalah racun.


Pendekar Mawar Hitam memanfaatkan kesempatan itu, ia bergerak dengan cepat meninggalkan YingXiong dengan ilmu meringankan tubuhnya yang cukup tinggi.


Sementara itu, YingXiong harus menunggu beberapa saat sebelum membuka mata dan mulutnya. Saat bubuk itu menghilang sepenuhnya, Pendekar Mawar Hitam juga sudah menghilang dari tempat itu.


"Cih!" YingXiong mendengus kesal.


"Dasar Licik!"


Karena tidak percaya diri lagi bisa mengejar Pendekar Mawar Hitam, YingXiong memutuskan untuk kembali ke sekte Pedang Surgawi. Dengan ilmu meringankan tubuhnya, ia bisa bergerak leluasa dari pohon ke pohon dan dari bangunan ke bangunan sampai akhirnya mendarat di atas atap kediamannya.


YingXiong merapikan pakaiannya lalu masuk ke dalam kediamannya. Ia menemukan Mu Rong sudah tertidur pulas. Hal itu membuat YingXiong melangkah dengan perlahan agar tidak membangunkan adik kecilnya itu.


YingXiong mendekati Mu Rong lalu mencium pipinya dan mengelus rambutnya. Semakin lama bersama Mu Rong, perasaan sayangnya kepada gadis kecil itu semakin bertambah. Ia juga berjanji tidak akan membiarkan satu orang pun menyakiti Mu Rong.

__ADS_1


Jika itu terjadi, maka YingXiong akan membuat orang itu menyesal seumur hidupnya. YingXiong juga berjanji akan membuat Mu Rong tumbuh dengan baik dan menjadi seorang gadis cantik dan baik hati.


Untuk beladiri, YingXiong tidak akan memaksa Mu Rong untuk berlatih. YingXiong akan mengajarinya jika Mu Rong menginginkannya dan akan membiarkan Mu Rong tidak belajar ilmu beladiri jika gadis kecil itu tidak menginginkannya.


__ADS_2