
Crocorhinosaurus kembali mengibaskan ekornya, melepaskannya duri-duri dan mengarah ke YingXiong. Karena pemuda itu sudah melihat trik tersebut sebelumnya, ia dengan mudah menghindarinya. Harus ia akui, YingXiong bisa menghindari serangan itu karena kecepatannya sedikit diatas duri-duri itu, kalau tidak maka semuanya akan tepat menghantam tubuhnya. YingXiong bisa melihat, duri-duri itu tertancap tepat di tempat-tempat ia berpijak.
YingXiong mengatur jarak serangannya dengan Crocorhinosaurus, ia kemudian mengeluarkan jurus tangan kosongnya.
"Tapak Rembulan Malam : Terang dalam Kesunyian!"
YingXiong menggabungkan kedua tangannya, lalu menggerakkannya ke kanan dan kiri, lalu ia memisahkan keduanya dan mengangkat tangan kanan ke atas. Telapaknya perlahan berubah warna menjadi hitam, setelah sepenuhnya berubah, ia langsung melepaskan serangan ke Crocorhinosaurus.
Sebuah cahaya berwarna hitam bergerak dengan cepat mengarah kepada Crocorhinosaurus, karena tubuhnya yang terlalu besar, ia tidak bisa menghindarinya.
Tapi Crocorhinosaurus tidak tinggal diam menunggu untuk cahaya itu menghantam tubuhnya. Melainkan makhluk raksasa itu membuka mulutnya lebar-lebar dan mengeluarkan segumpalan air.
Serangan keduanya bertemu di tengah, membuat ledakan yang besar. Keduanya sama-sama terkena dampaknya, tetapi Crocorhinosaurus tampak tidak terluka sedikitpun.
Di sisi lain, YingXiong harus terpukul mundur beberapa langkah. Ia memegangi dadanya yang terkena dampak pertukaran serangan itu. YingXiong juga mengelap darah segar yang mengalir di tepi bibirnya.
Pertarungan di antara keduanya sudah cukup lama, tapi para pendekar belum juga menampakkan diri. YingXiong menebak, mereka membutuhkan waktu yang cukup lama.
Sebenarnya mereka bisa memulihkan kondisi dengan cepat jika saja mereka memiliki pilnya. Tapi pil tersebut begitu sulit didapatkan apalagi para pendekar itu hanya pendekar biasa-biasa saja. Jadi mereka harus memulihkan kondisi dengan cara bermeditasi dan berlatih pernafasan.
Walaupun tenaga dalamnya cukup banyak, menghadapi Crocorhinosaurus dan menggunakan jurus 'Tujuh Bintang Surgawi' membuat tenaga dalamnya terkuras dengan cepat.
Kali ini YingXiong tidak setenang sebelumnya, karena ia mengetahui kondisinya. Napasnya sudah tidak beraturan, tenaga dalamnya pun tinggal tersisa sepuluh persen saja. Ditambah luka yang ia dapatkan dari Crocorhinosaurus membuatnya tidak bisa menyerang ataupun bertahan dengan baik.
Meskipun demikian, YingXiong tetap menyerang Crocorhinosaurus. Ia menggunakan kekuatan terakhirnya berharap bisa mengalahkan makhluk raksasa itu. Karena itu adalah serangan terakhirnya, YingXiong mencoba memanfaatkannya dengan baik.
"Tujuh Bintang Surgawi : Tongkat Penggetar Bumi!"
YingXiong menggunakan jurus ketiga jurus 'Tujuh Bintang Surgawi' yang bernama Tongkat Penggetar Bumi.
Ia mengangkat tongkat bambu ditangannya lalu berputar. Setelah itu, sang pemuda menghantamkan tongkatnya tersebut ke tanah beberapa kali. Gelombang angin muncul tiba-tiba kali ini jauh lebih cepat dibandingkan jurus kedua.
__ADS_1
Bbbboooommmm
YingXiong bisa melihat serangannya tepat mengenai Crocorhinosaurus membuat sang makhluk raksasa terpental beberapa meter sebelum mendarat lagi ke tanah. Crocorhinosaurus juga memejamkan matanya.
Di sisi lain, YingXiong sudah mencapai batasnya. Ia menegakkan tongkat bambunya ke tanah untuk membantu ia tetap berdiri. Tidak adalagi tenaga dalam yang tersisa di tubuhnya.
"Apakah aku berhasil?!" Gumam YingXiong setelah melihat tubuh Crocorhinosaurus yang tergeletak di tanah.
"Ternyata tidak!" Ucapnya kembali setelah beberapa detik kemudian. YingXiong bisa melihat mata makhluk raksasa itu kembali terbuka dan juga kembali berdiri, seolah tidak terluka sedikitpun.
"Apakah ini akhir perjalananku?" YingXiong bertanya dalam hatinya. Belum genap satu bulan ia menjajakan kaki di dunia luar, tapi sudah berakhir dalam kondisi seperti ini. YingXiong memejamkan matanya, 'Ayah, ibu sebentar lagi kita akan bertemu!' Gumamnya. YingXiong bisa merasakan tanah kembali berguncang karena hewan raksasa itu sedang berlari ke arahnya.
YingXiong membuka matanya, ia sudah pasrah menerima serangan Crocorhinosaurus karena tidak ada lagi tenaga dalamnya yang tersisa.
Buuuuaaaaakkkkk
Moncong Crocorhinosaurus menghantam dada pemuda itu membuat tubuhnya terpental ratusan meter. Saat sedang melayang di udara, YingXiong memegangi dadanya yang begitu kesakitan karena hantaman buaya raksasa itu.
*****
YingXiong tidak tahu berapa lama ia tidak sadarkan diri, tetapi setelah ia berhasil membuka matanya kembali, ia menemukan tempat asing, tempat yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
"Apakah ini adalah tempat yang dikunjungi manusia setelah mengalami kematian?" Tanya YingXiong dalam hatinya. Ia menelisik tempat itu dengan seksama berharap bisa menemukan sesuatu.
Selain menemukan lapangan luas dan langit yang sepenuhnya biru serta rumput yang dipijaknya berwarna biru juga. YingXiong tidak menemukan apa-apa lagi.
"Mati? Apakah kau sungguh menginginkannya?" Sebuah suara tiba-tiba mengisi udara membuat sang pemuda meloncat kaget. Ia juga meningkatkan kewaspadaannya, tidak mengetahui dari mana suara itu berasal.
"Apakah aku mengagetkanmu? Kalau begitu maafkan aku!" Sesosok pria tiba-tiba muncul dari ruang hampa yang membuat YingXiong kembali terkejut. Ia melompat beberapa meter menjauh dari sosok itu.
YingXiong mengamati sosok tersebut dari atas sampai bawah. Ia menemukan sosok tersebut terlihat berusia sekitar tiga puluh tahunan. Menggunakan pakaian yang sepenuhnya biru dari jubah hingga alas kakinya. Sosok itu menggunakan jubah yang bisa menutup sampai ke kepalanya. Hanya memperlihatkan wajahnya saja.
__ADS_1
Tampan, berkarisma, berwibawa serta memancarkan aura yang tidak biasa, itulah salah satu kelebihan sosok tersebut.
"Si... Siapa kau? Dengan terbata-bata, YingXiong memberanikan diri untuk menanyakan identitas dari sosok itu.
"Aku? Aku adalah pahlawan, penjaga dan juga pelindung, yang akan menampakkan diri saat benar-benar diperlukan. Seperti sekarang ini!" Balas sosok itu menanggapi pertanyaan YingXiong.
"Itu tidak menjawab pertanyaanku!" YingXiong menggerutu.
"Dalam keadaan terluka saja kau masih bisa menggerutu seperti itu." Sosok itu lalu tertawa kecil.
YingXiong baru menyadarinya setelah sosok itu menyinggung lukanya. Ia kembali merasakan sakit di sekujur tubuhnya terutama di bagian dada.
"Jangan mendekat!" YingXiong menghentikan langkah sosok itu yang ingin mendekatinya.
"Jangan takut, aku tidak akan melukaimu. Kalau aku menginginkannya tidak perlu menunggumu sadarkan diri. Aku bisa leluasa melakukannya saat kau tidak sadarkan diri."
YingXiong memikirkan kata-kata sosok itu. Ia tidak bisa memungkirinya.
"Lagipula, jika aku ingin melukaimu. Kau dalam keadaan tersadar pun tidak akan bisa melawanku!" Sosok itu tersenyum tipis.
YingXiong kemudian kembali merasakan aura sosok itu. Mengerikan! Itu adalah kata yang pantas.
"Kalau kau tidak ingin melukaiku, lalu kau menginginkan apa dariku?" YingXiong langsung ke intinya. Ia tidak terlalu pandai untuk berbasa-basi.
"Kau benar-benar pemuda yang tidak sabaran!" Sosok itu kembali tertawa kecil.
"Baiklah, kalau kau ingin mengetahuinya, akan ku penuhi!" Sosok itu kemudian mengatakan apa yang diinginkannya dari YingXiong.
YingXiong mengerutkan keningnya setelah mendengarkan perkataan sosok itu. Sederhananya, sosok tersebut menginginkan YingXiong menjadi muridnya.
"Menjadi muridmu? Kenapa aku harus menerimanya? Lagipula, apa alasanmu ingin mengangkatku menjadi murid?" Pertanyaan demi pertanyaan keluar dari mulut sang pemuda.
__ADS_1
"Itu...!" Sosok tersebut menghentikan perkataannya. Sementara di sisi lain, YingXiong menunggu jawabannya dengan serius.