The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
YingXiong Vs Ye Fan


__ADS_3

Ye Fan menyadari kekuatan YingXiong berada sedikit diatasnya setelah melakukan pertukaran serangan beberapa saat lalu.


"Pendekar kaisar kelas tiga!" Gumam pelan Ye Fan. Ia bisa langsung menebak kekuatan YingXiong dengan benar, menunjukkan bahwa ia sudah sangat berpengalaman dalam pertarungan. Selain itu, menunjukkan bahwa Ye Fan juga sudah sering berhadapan dengan pendekar setingkat YingXiong.


"Tidak ku sangka akan bertemu dengan seorang jenius beladiri generasi ini. Tapi aku tidak mengenali dari mana dirimu berasal?!" Ye Fan mencoba menebak identitas YingXiong dari pakaiannya, tetapi tidak pernah mengingat ada sekte yang memakai pakaian seperti itu. Karena penasaran, Ye Fan menanyakannya.


"Kau tidak akan mengenaliku, paman. Diriku hanya seorang pemuda biasa, melakukan perjalanan untuk mencari pengalaman. Aku juga tidak berasal dari sebuah sekte. Tempatku jauh dari sini, sebuah tempat yang antah-berantah, yang membuat orang-orang ratusan bahkan ribuan kali untuk tinggal disana."


Bukannya bisa menebak asal YingXiong, Ye Fan malah menjadi kebingungan karena perkataan pemuda itu.


"Sudahlah, lupakan saja. Aku tidak lagi berniat mengetahui asalmu. Kau memang berada setingkat di atasku, tapi aku tidak takut sedikitpun. Dengan pengalaman bertarungku, aku yakin bisa membunuhmu! Selama pemuda itu tidak akan ikut campur, tentu saja!" Ye Fan masih mengkhawatirkan Lian Chong akan menyerangnya secara diam-diam saat ia berhadapan dengan YingXiong.


"Kau tidak perlu khawatir paman, kau bisa memegang kata-kataku karena seorang pendekar sejati adalah dia yang memegang kata-katanya tanpa mengingkarinya." Ucapan YingXiong tegas dan berwibawa bagai ucapan seorang raja ataupun ksatria.


"Baiklah, kalau begitu aku akan memegang kata-katamu. Sekarang aku tidak akan sungkan lagi untuk mengeluarkan seluruh kemampuanku!" Ye Fan bersiap untuk menyerang YingXiong.


"Aku sudah menunggunya dari tadi, paman!" Balas YingXiong tersenyum lebar. Ia menghunuskan pedang di tangannya, menunggu kedatangan Ye Fan.


Tring


Suara gesekan dua pedang bergema di udara, menghasilkan ledakan-ledakan juga di sekitarnya yang membuat air yang tenang menjadi bergelombang.


YingXiong dan Ye Fan sama-sama bertarung di atas air. Keduanya sama sekali tidak kesulitan, genangan air yang dalam itu bagaikan tanah yang biasa saja.


"Ternyata kau juga ahli menggunakan pedang!" Ye Fan mundur beberapa langkah karena serangannya tidak ada yang berhasil mendarat di tubuh YingXiong.


"Kau juga demikian paman!" YingXiong tersenyum pahit. Ia juga tidak bisa mendaratkan satupun tebasan di tubuh Ye Fan.


Harus ia akui, ini pertama kali YingXiong melawan seseorang yang memiliki pemahaman pedang tingkat tinggi.


Walaupun YingXiong berhasil menahan semua serangan dari Ye Fan, itu karena gerakannya lebih cepat dari Ye Fan. Perbedaan tingkat kekuatan ternyata sangat berdampak dalam pertarungan.


Di sisi lain, Ye Fan diam-diam memuji YingXiong. Bagaimanapun YingXiong masih begitu muda, walaupun sudah pernah bertarung dalam keadaan hidup dan mati, tapi Ye Fan yakin pemuda tersebut baru beberapa kali merasakannya. Harus diakui, YingXiong adalah pemuda yang sangat berbakat, Ye Fan yakin jika YingXiong dibiarkan hidup beberapa tahun lagi, maka YingXiong akan mencapai tingkat yang sangat sulit untuk dicapai pendekar seusianya bahkan Ye Fan sekalipun.


Pendapat itulah yang membuat Ye Fan bersikeras akan membunuh YingXiong bagaimanapun caranya dan apapun resikonya.

__ADS_1


"Pedang Bayang : Kegelapan diantara Cahaya!"


Ye Fan mengeluarkan jurusnya, alur serangannya kini berubah. Selain cepat dan gesit, YingXiong juga merasakan ilusi menyerangnya. Ia melihat pedang di tangan Ye Fan berubah menjadi tiga.


"Pedang Petir Biru : Langit Runtuh Menghantam Bumi!"


YingXiong tidak ingin kalah, ia juga mengeluarkan jurus pedang yang ia pelajari dari Yun Fei sebelumnya.


Sekali lagi, gesekan dua pedang terjadi menciptakan ledakan-ledakan yang lebih besar daripada sebelumnya.


Serangan Ye Fan begitu kuat, tekanan yang dihasilkannya pun berat. Tangan YingXiong dibuat kebas karena menangkis serangan Ye Fan. Alhasil, pria itu dapat mendaratkan satu tebasan ke bahu kiri YingXiong.


"Cih!" YingXiong mendengus kesal, ia memegangi bahunya yang terkena goresan dan mengalirkan tenaga dalamnya untuk menghentikan pendarahan. Di sisi lain, Ye Fan menjaga jarak dengan YingXiong.


Meskipun ia berhasil mendaratkan satu tebasan, tetapi ia tidak ingin melakukan kesalahan. Bagaimanapun, pemuda yang ada dihadapannya itu setingkat lebih kuat darinya yang tentunya memiliki tenaga dalam yang lebih banyak darinya.


Ye Fan tidak ingin terlalu banyak membuang tenaga dalam karena pertarungan baru berlangsung beberapa menit saja.


"Harus kuakui permainan pedangmu sulit ditemukan di anak seusiamu. Tapi dihadapanku, kau masih bukan apa-apa!" Ye Fan sedikit menyombongkan dirinya.


"Apa kau berpikir aku sudah mengeluarkan semua kemampuanku?" Ye Fan mendengus kesal karena merasa diremehkan.


"Tentu saja tidak, tapi walaupun kau menggunakan seluruh kemampuanmu, aku yakin masih bisa memenangkan pertarungan ini."


Kali ini, YingXiong yang berinisiatif untuk melakukan serangan. Ia tidak ingin terus menerus dalam posisi bertahan.


"Pedang Petir Biru : Sambaran Petir Mengguncang Bumi!"


YingXiong bergerak dengan secepat kilat ke arah Ye Fan, membuat pria paruh baya itu kesulitan menahan serangannya.


"Anak ini!" Ye Fan mengerutkan keningnya di balik topengnya, meskipun ia berhasil menahan serangan YingXiong, tapi harus ia akui kecepatan dan kelincahan tangan pemuda itu berubah menjadi dua kali lipat daripada sebelumnya.


"Pedang Petir Biru : Petir di Langit Cerah!" YingXiong merubah gaya serangannya membuat Ye Fan kesulitan menangkis serangan-serangan yang dilancarkannya.


Alhasil, YingXiong dapat mendaratkan tiga goresan di tubuh Ye Fan. Meskipun tidak terlalu dalam, tapi cukup untuk membuat Ye Fan panik.

__ADS_1


Pria paruh baya itu buru-buru mengalirkan tenaga dalamnya untuk mengurangi rasa sakit dan pendarahannya.


Tidak punya pilihan lain, kali ini Ye Fan berniat menggunakan serangan terkuatnya, "Pedang Bayang : Ilusi dalam Diri!" Ye Fan menghilangkan sedetik, setelahnya ia muncul di depan YingXiong.


YingXiong menahan serangan demi serangan Ye Fan, tapi saat ia ingin menebas pria paruh baya itu, pedangnya seakan menembus sebuah bayangan. Ye Fan terlihat membiarkan YingXiong menebas lehernya, tetapi pedang YingXiong hanya menebas udara kosong.


"Jurus ini?!" YingXiong berpikir keras untuk memecahkan jurus Ye Fan.


Karena hal itu, kewaspadaannya menurun dan mengakibatkan sekali lagi Ye Fan berhasil mendaratkan tebasan. Kali ini perutnya yang menjadi korban.


Argh


Tebasan itu cukup dalam, berhasil membuat YingXiong mundur beberapa langkah.


"Kau tidak akan bisa mengalahkanku anak muda. Aku adalah satu dari lima pengguna ilusi terkuat di daerah kekuasaan kerajaan Baiyun ini." Ye Fan berteriak dengan sombongnya. Seolah sudah menggenggam lawan di tangannya.


Di sisi lain, YingXiong tidak terlalu mendengarkan perkataan Ye Fan. Ia terfokus pada hal lain.


YingXiong tersenyum lebar, membuat Ye Fan sedikit panik.


"Aku sudah mengetahui rahasia jurusmu ini!"


YingXiong lalu mengangkat pedangnya ke atas dan sesaat kemudian menghunuskannya ke bayangan dirinya sendiri.


*****


**Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini, saya sangat menghargainya.


Saya akan tambah merasa senang jika para readers juga berkenan untuk mempromosikan karya saya ke teman2 yang lain, itu akan membuat saya lebih semangat untuk terus melanjutkan karya ini.


Saya juga akan memberikan update bonus jika memenuhi target yang saya tentukan ataupun ada hari-hari besar.


Terus dukung ya, jangan lupa like, komen yang membangun, jadikan favorit dan share sebanyak-banyaknya.


Babay**

__ADS_1


__ADS_2