The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
Masalah Kecil di Ibukota


__ADS_3

Butuh waktu lama bagi YingXiong untuk menjinakkan hati Shen Yue, untungnya hari itu ada Mu Rong yang ikut membantunya membujuk gadis cantik tersebut.


YingXiong lalu memberikan anting kupu-kupu yang telah ia beli sebelumnya, "Nona Shen maafkan aku karena tidak terlalu peka terhadap apa yang kau katakan sebelumnya. Tapi setelah ku pikir-pikir kembali, kau benar anting kupu-kupu ini bagus untuk di hadiahkan kepada seseorang. Mengingat Mu Rong sudah memiliki, aku berpikir untuk memberikannya kepadamu. Semoga kau menyukainya."


YingXiong membujuk Shen Yue dengan kata-kata yang cukup manis. Tapi tentu saja itu bukan hasil dari pemikirannya, melainkan ia diajarkan oleh Mu Rong. Tampaknya, gadis kecil itu cukup ahli dalam masalah seperti ini.


Mendengar perkataan YingXiong membuat Shen Yue tersenyum kembali, ia menerima hadiah tersebut dengan senang lalu berdiri.


"Terima kasih, aku tahu kau pasti akan memberikannya padaku. Aku juga tahu kau memiliki perasaan yang sama denganku, tapi kau masih ingin menyembunyikannya bukan? Tapi tak apa, karena aku menyukainya maka aku akan tetap menunggu!" Shen Yue menyenggol tulang rusuk YingXiong dengan sikutnya sambil tersenyum lebar lalu berjalan meninggalkan pemuda itu yang sedang kebingungan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


*****


Dimanapun dan kapanpun, kebaikan dan kejahatan akan selalu berdampingan. Dimana ada kebaikan disitu juga pasti ada kejahatan. Keduanya tidak bisa dipisahkan satu sama lain.


Awalnya YingXiong mengira ibukota adalah tempat teraman dan terdamai, disana hanya ada orang-orang yang baik saja. Tetapi pemikirannya salah, ketika ia dan Mu Rong serta Shen Yue sedang melihat beberapa barang, ketiganya juga melihat sekelompok orang sedang memeras para pedagang.


"Cepat berikan uang keamanannya!" Salah satu dari kelompok itu memukul meja dengan keras salah aatu pedagang daging disana yang membuatnya ketakutan.


Mu Rong meminta YingXiong untuk membantu mereka, tetapi Shen Yue menghentikannya lalu berkata, "Jangan gegabah, kita lihat dulu apa keinginan mereka. Jika benar-benar sudah tidak bisa dibiarkan lagi, maka aku sendiri yang akan memberi mereka pelajaran."


YingXiong mengikuti perkataan Shen Yue, menurutnya juga tidak boleh mengambil keputusan dan tindakan secara tergesa-gesa.


"Maafkan aku tuan, hari ini daganganku begitu sepi pembeli. Aku hanya bisa memberikan ini!" Pedagang daging itu memberikan tiga koin perunggu kepada kelompok itu.


Bukannya berterima kasih, salah satu dari mereka yang terlihat seperti pemimpinnya itu malah melemparkan tiga keping koin perunggu itu ke wajah sang pedagang.


"Kau pikir kami datang kesini untuk mengemis!" Ucapnya dengan murka.

__ADS_1


Pedagang daging itu sangat ketakutan, bahkan pedagang yang ada disekitarnya juga ikut merasakan hal yang sama.


"Tuan maafkan aku, daganganku memang lagi sepi pengunjung." Pedagang daging itu terus memohon untuk diampuni.


Tetapi pemimpin pemeras itu tidak mengindahkan permintaannya, ia malah mengangkat tangannya dan hendak memukul sang pedagang.


Tetapi sebelum tangannya sampai ke tubuh sang pedagang, sebuah batu kerikil melayang. Pemimpin pemeras itu terlambat menyadarinya karena batu kerikil tersebut melayang dengan cepat.


Aw


Jerit pemimpin pemeras karena batu kerikil yang melayang sebelumnya tepat mengenai tangannya.


"Siapa yang berani ikut campur urusanku?" Pemimpin pemeras berteriak sambil memegangi tangannya yang berdarah. Ia begitu murka dengan kejadian itu.


"Aku... Kenapa memangnya, kau tidak terima?" Shen Yue melompat ke hadapan kelompok pemeras dengan wajah dingin.


"Siapa kau? Berani-beraninya mengganggu aktivitas kami?" Salah satu anggota pemeras bertanya sambil menghunuskan pedang kepada Shen Yue.


Mendengar nama sekte Shen Yue berasal, kelompok pemeras itu sedikit takut. Sebagai seseorang yang tinggal di ibukota kerajaan, apalagi seorang pendekar tentu mengenali sekte tersebut.


Sebuah sekte yang menguasai ibukota dan berhubungan langsung dengan kerajaan Baiyun.


Tetapi nyatanya harga diri mereka lebih tinggi, "Darimana pun kau berasal kami tidak takut. Jika kau mengganggu urusan kami maka kami tidak akan tinggal diam!" Pemimpin pemeras langsung memerintahkan bawahannya untuk menyerang Shen Yue, ia tidak ingin kelompoknya kehilangan muka di depan para pedagang.


Shen Yue bersiap menyambut serangan lima orang itu, ia juga sudah memiliki gambaran kekuatan dari masing-masing mereka. Dua orang adalah pendekar perunggu kelas satu sementara tiga lainnya pendekar perunggu kelas dua. Tidak sulit untuk Shen Yue mengalahkan mereka.


Benar saja, saat kelima orang itu mengayunkan pedang ke Shen Yue, sang gadis juga menyambut serangan itu. Lima pedang beradu dengan satu pedang dan hasilnya hanya kelima pedang itu patah menjadi dua.

__ADS_1


Shen Yue juga tidak tinggal diam, dengan kecepatan tinggi ia memukul dada, perut dan kepala dari kelima orang itu.


Gerakannya sangat cepat, rombongan pemeras itu hanya merasakan hawa keberadaan Shen Yue saja. Gerakan sang gadis tidak bisa untuk diikuti oleh mata para pemeras.


Kelimanya terlempar ke berbagai arah, ada yang menabrak bangunan, ada yang menabrak dagangan dan juga ada yang tersangkut di atas pohon yang tidak jauh dari sana.


Pemimpin pemeras yang melihat hal itu menjadi panik, ia hanya berada di tingkat pendekar perunggu kelas tiga, tidak mungkin ia bisa mengalahkan Shen Yue yang kekuatannya setidaknya berada di tingkat pendekar perak. Pemimpin pemeras itu tidak mengetahui bahwa Shen Yue berada di tingkat pendekar emas kelas tiga yang sebentar lagi akan menembus tingkatan selanjutnya.


Di sisi lain, para pedagang yang menyaksikan hal tersebut sangat senang. Akhirnya mereka bisa lolos dari para pemeras itu.


"Maafkan kelancanganku, tolong berikan aku kesempatan kedua!" Pemimpin pemeras bersujud, ia tidak ingin mencoba melawan karena ia sudah mengetahui hasilnya. Ia mencoba peruntungan dengan meminta maaf dan ampunan karena ia mengetahui bahwa orang-orang yang berasal dari sekte aliran putih biasanya bersikap naif.


Pemikiran pemimpin pemeras itu membuahkan hasil, Shen Yue jadi kasihan melihat pria itu.


"Baiklah, aku akan memberikanmu kesempatan kedua! Jangan tampakkan lagi wajah kalian disini atau ketika aku melihatnya lagi kalian tidak akan ku ampuni!" Perkataan Shen Yue seperti petir di siang bolong yang menyambar. Pemimpin pemeras itu langsung mengajak bawahannya meninggalkan tempat itu.


"Tunggu saja pembalasanku gadis ingusan!" Pemimpin pemeras mengutuk keras Shen Yue di dalam hatinya. Ia berjanji akan membuat hidup gadis itu tidak tenang di masa depan.


Melihat para pemeras sudah pergi, Shen Yue menghampiri pedagang daging yang tadinya ingin dipukul oleh kelompok itu.


"Kau tidak apa-apa, paman?" Tanya sang gadis sambil tersenyum tipis.


"Tidak, aku tidak apa-apa nona. Terima kasih atas bantuannya!" Pedagang itu memberi hormat kepada Shen Yue.


Shen Yue mengangguk, ia kemudian berjalan mendekati pedagang yang dagangan rusak akibat terkena tubuh salah satu pemeras. Shen Yue memberikannya beberapa koin perak untuk mengganti rugi. Sebenarnya pedagang itu ingin menolak, karena Shen Yue sudah menolong mereka. Tetapi pedagang itu tetap menerimanya karena Shen Yue terus memaksa.


Setelah semuanya selesai, Shen Yue kembali ke samping YingXiong dan Mu Rong.

__ADS_1


"Kau sangat hebat, kak Yue!" Ucap Mu Rong.


Di sisi lain, YingXiong tidak mengatakan apa-apa selain tersenyum tipis. Tetapi ia memuji tindakan sang gadis di dalam hatinya. Dan pada saat itu juga, ada perasaan berbeda di hatinya yang belum ia sadari sepenuhnya.


__ADS_2