The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
Berlatih Lagi


__ADS_3

"Ternyata kau tidak sabaran ya!" Sosok itu membalikkan tubuhnya dan tertawa dengan keras. Ia berhasil membuat YingXiong bersikap serius dan menunggu penjelasannya darinya.


Di sisi lain, YingXiong menyadari bahwa sosok tersebut sedang mempermainkannya.


"Kau..." YingXiong ingin memberikan sumpah serapahnya tetapi tubuhnya terlalu sakit untuk melakukan itu.


"Sudah ku bilang jangan terlalu banyak bergerak. Jangan memaksakan dirimu!" Tawa sosok itu berhenti dan kembali menatap YingXiong.


"Baiklah, kali ini aku serius. Aku akan menjelaskannya padamu!" Sosok itu kembali menjelaskan.


YingXiong sedikit mengerti setelah mendengarkan lanjutan penjelasan sosok misterius itu. Sederhananya, sosok itu ingin mengangkat YingXiong menjadi muridnya karena permintaan dari seseorang. Untuk identitas orang tersebut, sosok itu tidak bisa mengatakannya.


Karena tidak bisa mendapatkan penjelasan lebih terkait alasan sosok itu. YingXiong membuat pertanyaan lain.


"Kalau aku tidak menerimanya, apa yang akan kau lakukan?!" Tanya YingXiong memastikan.


"Tidak ada!" Jawab tegas sosok itu, "Tapi kau akan menyesalinya!" Sembari mengeluarkan tawanya, sosok itu juga menunjukkan auranya.


"Kau boleh menolak jika kau bisa mengalahkanku!" Sosok itu berdiri dengan santai, siap menunggu YingXiong untuk menerima tantangannya.


YingXiong terdiam sejenak, dia sedang memikirkan jalan yang terbaik untuknya. Tapi sosok itu tidak menunggu, ia langsung menyerang YingXiong tanpa aba-aba sedikitpun.


"Saat ada orang yang menantangmu bertarung, jangan pernah kau memikirkan hal yang lain. Karena itu akan berbahaya bagi keselamatanmu!" Ucap sosok misterius tersebut sambil menyerang YingXiong dengan santai, tapi setiap serangannya menghasilkan daya rusak yang besar juga mengarah ke bagian vital pemuda tersebut.


YingXiong menggunakan seluruh kekuatannya, meskipun begitu ia masih tetap kesulitan untuk menghindari serangan-serangan itu.


"Kau tidak bisa menggunakan tenaga dalammu secara sembarangan. Kalau tidak, sebanyak apapun tenaga dalam yang kau punya, kau akan cepat menghabiskannya."


"Kau tidak boleh takut dan berpikir tidak bisa melawan saat kau berhadapan dengan orang yang lebih kuat darimu, kalau tidak kau akan cepat kalah."


Sosok misterius itu dari waktu ke waktu memberi arahan kepada YingXiong sambil menyerang pemuda itu tanpa kesulitan.


Baru lima menit pertarungan berlangsung, napas YingXiong sudah memburu, sementara sosok itu masih terlihat tenang dan santai. Bahkan dari tadi sosok itu tidak terlalu banyak bergerak. Di sisi lain, YingXiong bergerak kesana kemari untuk menghindari serangan-serangan sosok misterius itu.


"Kurasa sudah cukup untuk sekarang!" Sosok itu menghentikan gerakannya lalu tersenyum tipis kepada YingXiong. Ia lalu membalikkan badannya dan melangkah meninggalkan YingXiong.

__ADS_1


YingXiong terdiam, dia sedang mencoba mencerna perkataan-perkataan dari sosok misterius itu.


"Tunggu dulu!" YingXiong menghentikan langkah sosok itu.


"Aku... Aku mau menjadi muridmu! Mohon bimbinganmu, aku ingin menjadi kuat secepatnya!" Sebuah cahaya memancar dari mata pemuda itu, menunjukkan ia benar-benar bertekad.


"Bagus-bagus, aku sudah semangatmu. Tapi untuk menjadi kuat, kau harus mengesampingkan dulu amarah dan dendam yang ada di hatimu. Atau kau akan menemui kesulitan dan kebuntuan untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi." Sosok misterius itu menghentikan langkahnya.


"Kau tidak perlu memanggilku guru, cukup panggil saja kak Yun karena aku lebih suka terlihat muda." Dia kemudian berjalan menjauhi YingXiong.


"Bukankah aku memang masih muda!" Gumamnya pelan, setelah itu ia menghilang dari pandangan.


YingXiong tidak tahu sudah berapa lama dia berada di tempat itu. Ia juga tidak bisa membedakan waktu siang dan malam karena dari waktu ke waktu tidak ada perubahan di tempat itu. Sepenuhnya berwarna biru.


Satu hal yang menjadi perhatiannya sekarang, teknik pernafasan yang ia lakukan terasa lebih baik daripada sebelum-sebelumnya. Dia juga merasakan tenaga dalamnya meningkat dengan cepat.


"Kau sudah siap melakukan latihan hari ini?" Tiba-tiba suara mengisi telinga YingXiong membuat sang pemuda membuka matanya.


Ia menemukan sosok misterius itu sedang tersenyum tipis padanya sembari memiringkan kepalanya.


*****


Yun Fei, itu nama asli dari pria berumur tiga puluh tahunan itu. Ia tidak lain adalah roh pusaka dari Liontin Bulan Bintang yang terpasang di leher YingXiong.


"Kak Yun, apakah kau juga yang menolong aku dan ibu saat jatuh ke jurang kematian?" Tanya YingXiong di sela-sela cerita Yun Fei.


"Benar, aku yang menyelamatkan kalian." Yun Fei tidak menutupinya.


"Kau tahu YingXiong? Setiap benda pusaka yang ada di dunia ini memiliki roh seperti diriku ini. Tidak terkecuali cincin yang ada di tanganmu. Dan juga tongkat bambu yang ada padamu."


"Tongkat bambu itu jangan sampai lepas darimu. Selain senjata itu sangat kuat, yang menjaganya juga ada dua roh. Mereka kembar, satu laki-laki dan satu perempuan."


"Aku tidak bisa menjelaskannya lebih jauh padamu karena itu bukan tugasku. Kau akan mendapatkan penjelasan lebih lanjut jika kau bertemu dengan mereka." Yun Fei menutup penjelasannya.


*****

__ADS_1


"Ini saatnya kau kembali ke duniamu! Sudah cukup latihan yang aku berikan." Yun Fei menemui YingXiong saat pemuda itu sedang berlatih teknik pernafasan.


YingXiong membuka matanya dan mengangguk pelan. Ada satu hal yang mengganggu pikirannya, dia memberanikan diri untuk menanyakannya.


"Kak Yun, sudah berapa lama aku di tempat ini?"


"Empat tahun!"


Jawaban Yun Fei itu membuat YingXiong terkejut bukan main, "Empat tahun?!" YingXiong ingin memastikan, mungkin saja ia salah dengar.


"Iya, empat tahun! Tapi kau tenang saja, tempat ini waktunya berbeda dengan tempat asalmu. Satu hari di tempat ini sama dengan satu menit di tempatmu. Yang artinya kau menghabiskan waktumu disini selama empat tahun, tapi di tempat asalmu, kau hanya menghabiskan waktu selama sehari penuh."


YingXiong bisa bernapas lega setelah mendengar penjelasan Yun Fei, sementara Yun Fei sendiri terkekeh geli.


"Duduk bersila dan pejamkan matamu. Aku akan mengirimmu kembali ke dunia asalmu!" Yun Fei mendekati YingXiong. Sementara pemuda itu langsung melakukan perintah Yun Fei.


YingXiong bisa merasakan tenaga dalam berjumlah besar masuk ke dalam tubuhnya. Mengalir ke seluruh bagian tubuhnya tanpa terkecuali.


YingXiong mengerang kesakitan, walaupun matanya tertutup ia bisa merasakan bahwa ia sedang melayang melewati sebuah lorong.


"Aku sudah mengirimnya menggunakan jurus Ruang dan Waktu." Gumam Yun Fei pelan.


Sementara itu YingXiong membuka matanya, hal yang pertama ia rasakan adalah tubuhnya yang terbaring di lantai sebuah bangunan. Ia menelisik atap bangunan itu dan menemukan bahwa tempat itu adalah penginapan yang dipesannya.


YingXiong lalu mendengar ada sebuah suara tangisan. Saat YingXiong mencari asalnya, ia menemukan Mu Rong sedang menangis tidak jauh darinya.


"Rong'er!" YingXiong memanggil nama gadis kecil itu.


Mu Rong menghentikan tangisnya, lalu memandang ke arah YingXiong, "Kak Ying, kau sudah sadarkan diri?" Mu Rong berlari mendekat ke arah YingXiong dan langsung memeluknya.


Gadis kecil itu sangat senang melihat YingXiong membuka matanya kembali, "Kak Ying jangan tinggalkan Rong'er sendiri lagi. Rong'er takut!"


"Rong'er, kak Ying tidak akan meninggalkanmu lagi!" YingXiong membalas pelukan Mu Rong dan mengelus kepalanya dengan lembut.


"Janji?"

__ADS_1


"Janji!"


Mu Rong dan YingXiong mengangkat jari kelingking mereka lalu mengaitkannya membuat perjanjian antara mereka.


__ADS_2