The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
Pembantaian


__ADS_3

"Ini pertama kalinya kau mengambil misi, jaga dirimu baik-baik dan hati-hati!" Shen Long memperingatkan adiknya, Shen Yue bahwa dunia diluar sekte sangat berbeda dengan apa yang ada di dalam sekte.


Shen Yue memang dihormati di dalam sekte, tapi diluar sekte? Tidak demikian. Apalagi para pendekar generasi senior ataupun pendekar aliran hitam, mereka tidak akan terlalu memikirkan posisi Shen Yue.


Shen Long juga mengingatkan pada Shen Yue untuk menyelesaikan misi dengan cepat dan tidak perlu berkelahi jika itu tidak terlalu diperlukan.


"Aku akan mengingat semua pesan kakak!" Shen Yue mengangguk, dia bisa melihat kekhawatiran dari wajah kakaknya itu. Ia mencoba menyakinkan Shen Long bahwa ia akan baik-baik saja.


Lagipula, bertahun-tahun ia belajar ilmu beladiri tujuannya adalah untuk ini. Untuk melihat dunia luar dan bertahan di dalamnya. Karena Shen Yue pun tahu, dunia luar begitu kejam terutama dunia beladiri.


"Dunia luar, aku datang!" Gumam Shen Yue di dalam hatinya. Ia sangat senang akhirnya bisa berkelana seorang diri. Shen Yue bisa mendapatkan banyak pengalaman dari menyelesaikan misi ini.


*****


Panas terik matahari membakar kulit. YingXiong mendongakkan kepalanya ke atas, melihat sang surya tepat berada diatas kepalanya. Itu menunjukkan waktu tengah hari.


KRIIIIIUUUUUKKKK


YingXiong memegangi perutnya, dia merasakan kelaparan. Memang setelah meninggalkan rombongan pedagang, ia tidak memakan apapun.


"Sebaiknya aku bergegas dan mencari desa disekitar sini." Gumamnya, lalu kembali bergerak mengikuti arah angin membawanya.


Satu jam telah berlalu, kini YingXiong berada tepat di depan sebuah desa kecil. YingXiong melirik ke arah pintu masuk dan menemukan nama dari desa tersebut.


"Desa Rumput Hijau!" YingXiong mengeja tulisan tersebut. Tanpa berpikir panjang, ia melangkah dengan pasti masuk ke desa tersebut.


Awalnya YingXiong tidak merasakan apa-apa, tapi semakin ia memasuki desa tersebut, semakin aneh, pikirnya.


YingXiong mengetahui, walaupun manusianya tidak sepadat dan sebanyak di kota, tapi paling tidak sebuah lokasi bisa disebut sebagai desa jika memiliki paling sedikit sepuluh kepala keluarga.


Tapi desa Rumput Hijau, lebih layak disebut sebagai desa mati. Tidak ada satupun manusia yang YingXiong lihat disepanjang perjalanannya. Tidak ada juga rumah ataupun jendela warga yang terbuka.


YingXiong terus berjalan, sampai akhirnya dia menemukan sebuah bangunan yang berbeda dari bangunan lain dan memiliki ukuran yang cukup besar. YingXiong juga membaca tulisan yang ada di arah atas bangunan tersebut.

__ADS_1


"Restoran Mu!"


Karena rasa penasarannya, YingXiong berjalan mendekati bangunan tersebut. Biasanya, akan ada satu atau dua penjaga yang berdiri di depan pintu, tapi kali ini ia tidak menemukannya.


YingXiong membuka pintu tersebut dengan perlahan. Aroma busuk mulai menyengat di hidungnya. Saat YingXiong mencari asalnya, ia menemukan dua sosok mayat laki-laki dan perempuan di sebelah kirinya. Ketika YingXiong melihat ke arah kanan, ia menemukan tiga mayat lainnya.


YingXiong mendekati mayat tersebut tanpa menghiraukan bau busuk yang menyengat dari tubuh mereka. YingXiong yakin, setidaknya tubuh-tubuh ini sudah seminggu dalam kondisi tersebut.


YingXiong mulai berjalan ke arah lain, berharap bisa menemukan manusia yang masih hidup. Bukannya menemukannya, sebaliknya ia kembali menemukan sesosok mayat di arah tangga. Memang bangunan itu terdiri dari dua lantai.


YingXiong tidak yakin bisa menemukan orang lain lagi disana. Sebab itulah ia memutuskan untuk meninggalkan bangunan tersebut. Tapi tepat sebelum ia melangkah keluar, YingXiong mendengar suara jejak kaki yang berasal dari lantai atas.


YingXiong membalikkan badannya, ia lalu berjalan perlahan menaiki tangga. Tidak membuat sedikitpun suara dari langkah kakinya, agar tidak terdengar dari atas.


Setelah tiba di lantai atas, YingXiong hanya melihat lima buah meja yang berbaris rapi. Matanya kembali menelisik tempat itu dan ia melihat sebuah meja yang lebih tinggi yang terletak lebih dalam daripada meja biasanya.


YingXiong pernah melihat meja seperti itu, itu sama dengan meja resepsionis yang ada di penginapan kota Matahari Senja.


Karena penasaran, YingXiong kembali berjalan dengan perlahan tanpa menimbulkan sedikitpun suara.


Saat ia melihat di balik meja resepsionis itu, YingXiong menemukan seorang anak perempuan.


"Jangan, jangan bunuh aku!" Anak perempuan tersebut berteriak sekencang-kencangnya. Mungkin itu adalah teriakan terkuat yang bisa dilakukannya. Anak perempuan itu juga menendang-nendang ke arah YingXiong, berharap pemuda itu meninggalkannya.


YingXiong tidak marah, ia hanya menahan tendangan itu dengan tangannya.


"Jangan takut adik kecil, aku tidak akan menyakitimu." YingXiong menenangkan gadis kecil itu.


"Tidak! Kau bohong. Lepaskan aku! Jangan bunuh aku!" Gadis kecil itu kembali menendang-nendang ke arah YingXiong.


YingXiong tidak menyerah untuk menenangkan gadis kecil itu. Setelah cukup lama, akhirnya ia bisa melakukannya.


"Keluarlah adik kecil, aku bukanlah orang yang jahat." YingXiong membujuknya. Entah karena takut jika tidak mengikuti perkataan YingXiong gadis kecil itu berpikir akan dibunuh, atau memang ia percaya dengan perkataan YingXiong, akhirnya ia keluar dari bawah meja resepsionis itu.

__ADS_1


Tetapi ketakutan masih terlihat jelas di wajahnya. Tubuhnya juga bergetar hebat dan menundukkan kepala tidak berani menatap YingXiong langsung.


"Adik kecil, apa yang terjadi kepadamu. Dan siapa mayat-mayat yang ada di bawah sana?" YingXiong memegangi kedua tangan gadis kecil itu.


YingXiong juga mengalirkan tenaga dalamnya untuk menenangkan gadis kecil sekaligus membuatnya lebih rileks.


"Kau tidak akan membunuhku? Kau bukan orang jahat?" Akhirnya setelah beberapa lama menunggu, gadis kecil itu membuka suaranya.


"Iya aku tidak akan membunuhmu dan aku bukan orang yang jahat. Setidaknya aku tidak akan melakukan kejahatan padamu." YingXiong tersenyum tipis. Ia mengatakan setidaknya tidak akan melakukan kejahatan pada gadis kecil itu karena dia tidak yakin apa yang dilakukan kepada kelompok Elang Sakti adalah hal yang baik.


Memang kelompok Elang Sakti adalah penjahat yang suka merampok, membunuh ataupun kejahatan lainnya. Tapi setelah dipikir-pikir kembali, YingXiong juga membunuh mereka. Bukankah itu juga merupakan kejahatan? Setidaknya itu yang dipikirkannya.


Di sisi lain, gadis kecil lebih tenang setelah mendapatkan aliran tenaga dalam dari YingXiong. Dia juga tidak setakut seperti sebelumnya.


"Siapa namamu adik kecil?" YingXiong membuka percakapan.


"Mu...Mu Rong!" Jawab gadis kecil terbata-bata.


"Mu Rong? Nama yang bagus!" Balas YingXiong tersenyum tipis.


"Sekarang, apakah Mu Rong bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada kalian pada kakak?" Sambung YingXiong.


Mu Rong menganggukkan kepalanya sebelum bercerita.


Benar dugaan YingXiong, mayat-mayat itu sudah seminggu dalam keadaan tersebut. Hal itu dikarenakan mereka dibunuh oleh sekelompok orang menggunakan topeng elang. Satu diantara rombongan mereka menggunakan topeng berwarna putih sementara lainnya berwarna hitam.


Mayat-mayat itu tidak lain adalah keluarga Mu Rong. Kedua orangtuanya dan tiga kakaknya. Mu Rong juga mengatakan bahwa bukan hanya keluarganya saja yang dibantai. Lebih tepatnya semua warga desa ini juga menjadi korban kekejaman kelompok Elang Sakti. Mu Rong tidak yakin ada yang selamat selain dirinya.


Alasan ia bisa selamat karena ayahnya menyuruhnya untuk masuk ke dalam ruang rahasia yang ada di restoran mereka saat kelompok Elang Sakti datang ke desa. Sepertinya ayah Mu Rong sudah memiliki gambaran tentang yang akan terjadi kepada mereka.


Mendengar hal tersebut, YingXiong mengepalkan tangannya dengan keras.


"Lagi dan lagi kelompok Elang Sakti yang membuat ulah! Aku berjanji akan menghukum mereka dengan tanganku sendiri" YingXiong kembali membulatkan tekadnya.

__ADS_1


__ADS_2