The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
Bertemu Lagi


__ADS_3

Shen Yue sudah berhasil menyelesaikan misi yang diberikan patriak sekte kepadanya. Ia dengan bahagia karena itu adalah misi pertamanya.


Gadis itu tidak menyia-nyiakan waktunya, ia langsung bergegas kembali ke sekte karena ia sudah merindukan tempat itu.


Setelah sampai di ibukota Awan Suci, Shen Yue menghentikan langkahnya sejenak, "Ah sebaiknya aku membeli beberapa barang terlebih dahulu di pasar sebelum kembali. Aku juga bisa membelikan sesuatu untuk kak Long, pasti dia akan sangat senang!" Pikir Shen Yue. Mengingat uang yang didapatkannya dari hasil pembagian penjualan Crocorhinosaurus masih banyak, Shen Yue akhirnya melakukan keinginannya itu.


Tidak ia sangka sedikitpun bahwa Shen Yue akan bertemu lagi dengan pemuda yang berhasil menggoyahkan hatinya, YingXiong.


Tapi Shen Yue tidak langsung menghampirinya, ia ingin memastikannya terlebih dahulu apakah pemuda itu benar-benar YingXiong.


Setelah mengikutinya beberapa waktu, akhirnya Shen Yue menghampiri pemuda yang sedang menggendong gadis kecil itu.


Bah


Shen Yue melompat di depan YingXiong dan Mu Rong yang membuat keduanya terkejut. YingXiong bahkan bersiap-siap mengeluarkan jurusnya untuk bertarung karena ia pikir itu adalah orang yang ingin membuat masalah dengannya.


*****


Setelah selesai mengisi perut mereka dengan makanan-makanan yang enak dan lezat, YingXiong membawa Mu Rong meninggalkan restoran itu dan mengajaknya untuk berkeliling di pasar.


Keduanya melihat-lihat barang dan itu membuatnya senang. Karena banyak barang-barang bagus yang baru pertama kali dilihat YingXiong maupun Mu Rong.


Karena tertarik, YingXiong membeli beberapa barang sementara Mu Rong juga melakukan hal yang serupa.


YingXiong juga tidak lupa membelikan dua buah permen gulali untuk membuat Mu Rong senang.


Saat keduanya sedang asyik berkeliling, YingXiong merasakan ada seseorang yang mendekat ke arahnya dan Mu Rong.


Bah


YingXiong langsung bersiap siaga, tetapi setelah ia memperhatikan dengan jelas sosok di depannya itu, YingXiong menenangkan dirinya.


"Ternyata itu kau, nona Shen?!" YingXiong tersenyum canggung karena terlambat menyadari kedatangan gadis cantik itu.


"Kenapa memangnya, tidak boleh?" Shen Yue menanggapinya dengan ketus. Ia marah karena YingXiong tidak langsung mengenalinya.


Shen Yue lalu mengalihkan perhatiannya kepada Mu Rong dan bertanya kepada gadis kecil itu, "Rong'er, apakah setelah kepergian ku kakakmu ini banyak bertemu dengan wanita sehingga ia tidak bisa langsung mengenaliku?"

__ADS_1


Pertanyaan itu membuat Mu Rong tertawa kecil sementara YingXiong tersedak ludahnya sendiri. Ia tidak menyangka Shen Yue akan menanyakan pertanyaan seperti itu.


"Bagaimana kak Shen mengetahuinya?" Mu Rong kembali tertawa kecil, ia mencoba menggoda gadis itu karena ia mengetahui bahwa Shen Yue menaruh perasaan kepada YingXiong.


YingXiong yang belum pulih dari keterkejutannya kini kembali tersedak nafasnya sendiri, ia tidak menyangka Mu Rong akan menjawab demikian.


"Rong'er, apakah kau mau membuatku dalam masalah besar?" YingXiong mengutuk keras Mu Rong di dalam hatinya karena ia melihat perubahan wajah Shen Yue saat mendengar jawaban Mu Rong.


"Oh benarkah? Wajar saja dia tidak mengenaliku secara langsung!" Shen Yue langsung merengut kesal.


"Mana sapu tangan yang ku berikan padamu waktu itu? Jangan-jangan kau sudah membuangnya, atau kau berikan pada gadis yang kau temui untuk menarik perhatiannya?" Shen Yue mengepalkan tangannya dan menyodorkannya ke wajah YingXiong membuat gerakan mengancam.


"Eh itu..." YingXiong salah tingkah. Ia kemudian memeriksa cincin Merah Darahnya dan akhirnya menemukan sapu tangan yang dimaksud. YingXiong lalu buru-buru mengeluarkannya agar tidak membuat gadis cantik di depannya itu marah.


"Oh ternyata kau masih menyimpannya?!" Kemarahan di wajah Shen Yue kini berubah drastis, jika wajahnya yang sebelumnya memerah karena emosi, kini warna merah di wajahnya disebabkan oleh perasaan malu-malu. Shen Yue membuang wajahnya dan menutupinya.


"Ah ternyata dia tidak seperti yang kubayangkan!" Gumam Shen Yue di dalam hatinya. Hatinya kini berbunga-bunga.


Mu Rong yang terus memperhatikan kedua muda-mudi di depannya itu hanya bisa tertawa kecil.


"Nona Shen, bagaimana dengan misimu? Apakah semuanya berjalan dengan lancar?"


Shen Yue mengangguk, ia kemudian menceritakan tentang perjalanannya.


"Ternyata misiku hanya mengambil ini dari kenalan kakekku!" Shen Yue mengeluarkan sebuah guci kecil dari balik pakaiannya.


Dari aroma yang tercium, YingXiong menebak itu adalah sebuah ramuan obat.


Akhirnya Shen Yue mengikuti YingXiong dan Mu Rong untuk berjalan bersama mengelilingi pasar ibukota itu.


*****


"Lihat ini, bukankah ini bagus untuk dihadiahkan kepada seseorang?" Shen Yue menunjukkan sebuah anting dengan bandul kupu-kupu yang indah.


YingXiong dan Mu Rong mengikutinya dan melihat anting tersebut. Pemuda itu mengangguk, menurutnya anting tersebut memang bagus.


"Kau tidak akan membelinya untuk dihadiahkan kepada seseorang?" Shen Yue bertanya kepada YingXiong yang membuat pemuda itu kebingungan.

__ADS_1


"Aku...? Membelinya...? Untuk dihadiahkan kepada seseorang...?" YingXiong bertanya di dalam hatinya. Menurutnya untuk apa ia membeli anting tersebut dan kepada siapa dia akan memberikannya.


"Tidak, Mu Rong sudah memiliki antingnya sendiri. Jadi tidak perlu aku membelinya!"


Jawaban YingXiong itu membuat Shen Yue menghentakkan kakinya sebanyak tiga kali lalu meninggalkan pemuda itu dan Mu Rong.


"Kau...?" Shen Yue mendengus kesal.


YingXiong yang tidak mengerti apa-apa mulai mempertanyakan apakah ada yang salah di pikiran sang gadis? Jangan-jangan ia terjatuh dan kepalanya terbentur saat menjalankan misi. Setidaknya itu yang dipikirkan YingXiong.


Di sisi lain, Mu Rong yang menyaksikan hal itu menggelengkan kepalanya. Menurutnya kakak angkatnya ini begitu buruk dalam hal seperti ini. Mu Rong yang masih kecil saja mengerti dengan kode yang dilakukan Shen Yue, kenapa YingXiong yang sudah remaja tidak menyadarinya, sungguh memprihatinkan!


"Kak Ying, sebaiknya kau membeli anting itu dan menghadiahkannya kepada kak Shen. Aku yakin dia pasti akan menyukainya." Mu Rong memberi saran. Ia ingin membuat kakaknya itu lebih peka terhadap perasaan wanita.


"Kenapa aku harus membelikannya? Bukankah dia memiliki uang, tentu saja dia bisa membelinya sendiri." YingXiong menolak ide adik angkatnya itu.


Aih


Mu Rong kembali menggelengkan kepalanya dan menepuk jidatnya, kali ini ia mulai menanyakan seberapa besar kecerdasan kakak angkatnya itu.


"Kak Ying, membelinya sendiri dengan dihadiahkan seseorang adalah dua hal yang berbeda. Kak Ying akan menyadarinya nanti!"


Karena terus dipaksa dan dibujuk Mu Rong, YingXiong akhirnya membeli anting kupu-kupu itu dan menyimpannya untuk dihadiahkan kepada Shen Yue seperti yang dikatakan Mu Rong.


Setelah selesai membayar anting tersebut, YingXiong dan Mu Rong pergi mencari keberadaan Shen Yue. Keduanya menemukan gadis itu sedang duduk sedih sambil mematahkan ranting pohon yang ada di tangannya.


YingXiong dan Mu Rong berjalan mendekatinya. Keduanya mendengarkan celotehan dari sang gadis yang mengutuk keras YingXiong.


"Dasar laki-laki tidak berperasaan. Otaknya memang tidak menyadarinya atau dia ingin membuatku kesal saja!" Shen Yue terus berbicara sendiri tanpa menyadari YingXiong dan Mu Rong sudah berada di dekatnya.


"Untung aku menyukainya!" Shen Yue lalu membuang ranting pohon itu dan menginjak-injaknya.


"Nona Shen, kau lagi apa disini dan siapa yang kau maksud?"


"Siapa lagi kalau bukan pemuda bodoh i...!" Shen Yue tidak menyelesaikan kata-katanya. Ia sedikit terlambat menyadari bahwa orang yang bertanya kepadanya itu terdengar tidak asing. Benar saja saat Shen Yue menolehkan kepalanya, ia melihat YingXiong sedang tersenyum ramah kepadanya.


"Kau... Bagaimana kalian sudah berada disini tanpa aku ketahui?"

__ADS_1


__ADS_2