The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
Kedatangan Teman Lama


__ADS_3

Diskusi YingXiong dan Shen Yue terhenti setelah pelayan restoran membawakan hidangan yang keduanya pesan sebelumnya. Aroma lezat yang keluar dari makanan itu benar-benar membuat YingXiong dan Shen Yue tidak sabar untuk menyantapnya.


"Ying, apakah kau juga akan mengikuti acara yang digelar pihak kerajaan?" Shen Yue bertanya sambil terus mengunyah makanan.


"Kurasa aku akan mengikutinya, nona Shen!" Jawab YingXiong jelas.


"Ying, sebaiknya itu panggilan terakhirmu padaku dengan sebutan 'nona' atau aku akan memukulmu."


Shen Yue geram karena YingXiong selalu memanggilnya dengan embel-embel nona. Shen Yue merasa panggilan itu terlihat tidak ada kedekatan antara keduanya dan membuat jarak.


"Jadi aku harus memanggilmu seperti apa?"


"Yue atau kau juga bisa memanggilku Yue'er!" Shen Yue memasang wajah manisnya.


"HM, baiklah kalau begitu nona..." YingXiong tidak menyelesaikan kata-katanya, "Maksudku, Yue!" YingXiong cepat-cepat memperbaikinya karena ia melihat Shen Yue sudah mengepalkan tangannya. Keduanya lalu melanjutkan makan mereka.


*****


Walaupun perekrutan pengawal khusus raja akan dilangsungkan satu bulan lagi, pihak kerajaan sudah menyiapkan semuanya dari jauh-jauh hari.


Jendral Wen tidak terkecuali, ia bertugas untuk menemui patriak sekte Pedang Surgawi untuk dijadikan juri dalam acara tersebut.


Jendral Wen membawa sepuluh prajurit bawahannya, ia memasuki sekte Pedang Surgawi dengan mudah.


"Lama tidak berjumpa, jendral Wen!" Tetua Fei menyambut kedatangan jendral Wen, karena saat itu ia sedang berada tidak jauh dari pintu gerbang sekte.


"Apa kabarmu tetua Fei?" Jendral Wen menanggapinya dengan ramah. Ia juga memberi hormat kepada tetua Fei sebagai seniornya di dunia beladiri.


"Seperti yang kau lihat, masih sehat dan bertenaga!" Jawab tetua Fei sambil tertawa puas karena jendral Wen masih menghormatinya.


"Jendral Wen tunggu sebentar disini, aku akan memberitahukan kedatanganmu kepada patriak!"


Setelah melihat jendral Wen menganggukkan kepalanya, tetua Fei meninggalkannya dan kemudian pergi ke ruangan patriak sekte, Shen Wang.

__ADS_1


Jendral Wen menunggu selama lima menit, disaat itu juga tiba-tiba ada seseorang menyerangnya.


Jendral Wen bergerak dengan cepat menghindari serangan itu. Walaupun dikejutkan dengan serangan tiba-tiba, jendral Wen tetap berhasil menghindari semua serangan itu.


"Kau masih seperti biasanya, bahkan kekuatanmu semakin bertambah, saudara Wen!" Ternyata penyerang itu tidak lain adalah patriak Shen Wang.


"Kau terlalu memujiku, saudara Shen! Sebagai salah satu pilar kerajaan, tentu saja aku harus berlatih keras agar bisa mempertahankan kerajaan!" Jendral Wen menanggapi pujian itu.


Nyatanya, patriak Shen Wang dan jendral Wen adalah kenalan lama dan keduanya cukup dekat terlihat dari cara mereka berdua saling menyapa dan tidak ada rasa canggung sedikitpun.


"Mari masuk saudara Wen, aku sudah menyiapkan arak terbaik sekte kami untukmu!" Patriak Shen Wang mengajak jendral Wen ke ruangannya.


"Aku tidak akan sungkan!" Jendral Wen tertawa lantang sambil mengikuti patriak Shen Wang dari belakang.


*****


"Jadi yang mulia memintaku menjadi salah satu saksi dan juri dalam acara perekrutan pengawal khususnya?" Patriak Shen Wang memastikan apa yang di dengarnya dari jendral Wen sebelumnya.


"Benar! Kalau bukan kau, siapa lagi yang bisa melakukannya!" Ucap jendral Wen, "Kau bersedia bukan?" Sambungnya.


"Sudah kuduga kau tidak akan mengecewakan!" Jendral Wen tertawa lepas.


Setelah berbincang-bincang sebentar lagi, keduanya lalu minum arak bersama yang sudah disiapkan patriak Shen Wang sebelumnya.


"Saudara Shen, ku dengar seseorang bernama YingXiong berada di sektemu? Bolehkah aku bertemu dengannya?" Di sela-sela minum arak, jendral Wen menanyakan tentang kebenaran keberadaan YingXiong di sekte Pedang Surgawi.


"Ku dengar kau juga sudah bertemu dengannya sebelumnya! Bagaimana menurutmu, apakah dia benar-benar orang yang kita tunggu selama ini?" Patriak Shen Wang bertanya serius.


"Aku tidak tahu, tapi wajahnya benar-benar mengingatkanku pada adik Huamei!" Jawab jendral Wen. Kesedihan mulai terlihat di wajahnya tapi ia berusaha menyembunyikannya dari penglihatan patriak Shen Wang.


"Bagaimana denganmu?" Jendral Wen balik bertanya kepada patriak Shen Wang.


"Aku juga tidak tahu, satu-satunya cara kita mengetahuinya adalah menunggu kepulangan ayah dari perjalanannya!" Jawab patriak Shen Wang dengan ragu. Jendral Wen mengangguk menyetujui ide tersebut.

__ADS_1


Disinilah kebenaran sedikit terungkap, setelah jendral Wen dan patriak Shen Wang mengingat masa lalunya.


*****


Flashback


Jendral Wen yang berada di istana mendengar ratu mereka, Yin Huamei belum kembali ke kerajaan padahal menurut perhitungan, seharusnya mereka sudah kembali dua jam sebelumnya.


Ketika raja mengutus jendral Wen untuk mencari tahu dan menjemput permaisuri di perjalanan, tiba-tiba salah satu jendral lainnya, jendral Lu Chuan yang bertugas menjaga ratu Huamei kembali sendirian. Jendral Lu Chuan juga terluka parah.


"Maafkan hamba Yang Mulia! Saat kami ingin kembali ke istana, perjalanan kami dihentikan dan diserang oleh kelompok Elang Sakti. Permaisuri dan pangeran mahkota terbunuh disana setelah melompat ke jurang." Jendral Lu menjelaskan.


Raja Ji Xiang begitu terkejut, ia kemudian menanyakan tentang penasehat Mo. Raja penasaran dengan keadaan orang kepercayaannya itu.


"Maafkan hamba Yang Mulia!" Jendral Lu langsung berlari ke kaki raja Ji Xiang dan menangis sembari meminta maaf.


Raja Ji Xiang kaget, berbagai macam pikiran mulai menyelimuti kepalanya. Ia begitu terkejut setelah mendengar penjelasan dari jendral Lu yang mengatakan bahwa penasehat Mo adalah otak dari serangan tersebut.


"Apa? Kau tidak berbohong kepadaku bukan?" Raja Ji Xiang begitu murka. Ia tidak menyangka orang yang sangat ia percayai bisa melakukan hal tersebut. Raja Ji Xiang sangat terpukul dengan kejadian itu, ia langsung terduduk lesu di singgasananya.


Jendral Wen yang kebetulan berada di tempat itu langsung menenangkan raja Ji, ia juga terpukul dengan kejadian yang baru saja di dengarnya.


Jendral Wen memutuskan untuk menemui patriak sekte Pedang Surgawi untuk meminta bantuannya mencari ratu Huamei. Patriak Shen Wang menyetujuinya dan meminta semua anggota sekte ikut serta mencari keberadaan ratu Huamei dan pangeran mahkota bahkan mereka akan memberikan imbalan yang sangat besar jika berhasil menemukannya atau setidaknya menemukan jejaknya.


Ingatan jendral Wen dan patriak Shen Wang terhenti setelah keduanya mabuk berat dan tidak mengingat apapun lagi.


*****


YingXiong dan Shen Yue kembali dari pasar saat hari sudah sore, keduanya sudah mendapatkan barang-barang yang diinginkan.


YingXiong dan Shen Yue terkejut saat masuk ke dalam sekte karena melihat beberapa prajurit kerajaan sedang berjaga di tempat itu. Karena penasaran, Shen Yue menanyakan hal itu kepada salah satu tetua yang dilihatnya.


"Patriak kedatangan teman lamanya, jendral Wen!" Jawab tetua itu lalu meninggalkan Shen Yue dan YingXiong.

__ADS_1


"Jendral Wen?" Gumam Shen Yue, ia mengetahui hubungan ayahnya dan jendral Wen sangat dekat, jadi ia tidak terlalu mengkhawatirkannya. Berbeda dengan YingXiong yang terdiam dan terlihat berpikir keras.


"Jendral Wen? Ada apa dia disini? Apakah dia ingin mencariku atau apa? Ah kepalaku tiba-tiba pusing!" Pertanyaan bermunculan di kepala YingXiong yang membuatnya sedikit sakit kepala.


__ADS_2