The King Of Baiyun Kingdom

The King Of Baiyun Kingdom
Pura-pura


__ADS_3

"Bagus sekali, aku suka keberanianmu!" Petarung Gong bertepuk tangan sambil tertawa mengejek. Ia mulai menanyakan kepintaran pemuda itu.


"Aku hanya memegang kata-kataku, paman. Mohon bimbingannya!" Balas YingXiong tersenyum tipis dan tetap tenang.


Tawa petarung Gong tidak berlangsung lama dan berubah menjadi keterkejutan yang terlihat dengan jelas diwajahnya.


"Bagaimana mungkin?" Petarung Gong tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


Sebelumnya ia sudah mengeluarkan aura bertarungnya sebesar sepuluh persen kekuatannya untuk menekan YingXiong, tapi pemuda itu sepertinya tidak merasakan apa-apa.


"Apa ada yang salah paman?" YingXiong berpura-pura tidak tahu. Sebenarnya ia sudah menggunakan tenaga dalamnya untuk menetralisir aura petarung Gong.


"Tidak... Tidak... Itu tidak mungkin!" Petarung Gong membatin. Ia tidak menyangka aura bertarungnya tidak berfungsi kepada YingXiong.


Petarung Gong sempat berpikir mungkin karena YingXiong adalah manusia biasa, sebab itulah ia tidak merasakannya. Tetapi setelah di pikir-pikir lagi, malah lebih mudah bagi pendekar untuk menekan manusia dengan aura bertarung.


"Aku akan mencoba memukulnya dengan satu persen kekuatanku. Itu sudah cukup untuk membuatnya terluka parah." Pikir petarung Gong.


Petarung Gong melangkah maju, ia lalu melesatkan pukulannya kepada YingXiong. YingXiong tidak menghindarinya ataupun menangkisnya.


***Buakkkkk


Boommmmm***


YingXiong terlempar ke pinggir arena setelah menerima serangan itu. Ia juga memejamkan matanya dan tidak sadarkan diri.


Melihat hal itu, para penonton bersorak-sorai kembali menggaungkan nama petarung Gong. Mereka mengira YingXiong sudah tewas.


Wasit yang memimpin pertarungan kemudian menghitung mundur dari angka sepuluh.


"Sepuluh!"


"Sembilan!"


"Delapan!"


"Aku tidak menyangka dia begitu lemah. Hanya satu persen kekuatanku saja, ia sudah tewas." Petarung Gong tertawa lepas sambil mengangkat kedua tangannya menunggu wasit selesai menghitung dan mengumumkan kemenangannya.


Di sisi lain, Mu Rong menjadi histeris. Ia berlari mendekati arena dan ingin menaikinya. Tapi langkahnya dihentikan oleh Shen Yue.


"Adik kecil, kau tidak bisa kesana!" Ucapnya dengan lembut.

__ADS_1


"Tapi...Tapi... Kak Ying?!" Mu Rong mencoba melepaskan diri dari Shen Yue, "Lepaskan aku... lepaskan aku....!"


Shen Yue tidak melepaskannya, gadis itu memeluk Mu Rong untuk menenangkannya, "Dasar pria bodoh, sudah ku bilang aku saja yang melawannya!" Kutuk Shen Yue dalam hatinya.


"Empat!"


"Tiga!"


"Dua!"


Shen Yue melepaskan pelukannya dari Mu Rong. Ia ingin mengambil tubuh YingXiong yang masih terbaring di pinggir arena.


"Sa.." Wasit berhenti berhitung setelah melihat YingXiong kembali berdiri. Pemuda itu tampak tidak apa-apa.


"Ah, aku sudah malas dengan sandiwara ini." YingXiong menepuk perutnya yang terkena serangan.


Petarung Gong menurunkan tangannya lalu menghadapkan badannya ke arah YingXiong.


"Bagus, ternyata kau tidak mati semudah itu. Aku hanya menggunakan satu persen kekuatanku sebelumnya, aku senang kau tidak langsung mati. Jadi aku bisa membuatmu sebagai bahan mainan!" Petarung Gong kembali tertawa mengejek YingXiong.


"Hehehe... Mainan? Kita akan lihat siapa yang akan menjadi mainan!" Bersamaan dengan perkataannya, YingXiong juga mengeluarkan aura bertarungnya yang membuat suhu disekitar arena menjadi lebih dingin dan mencekam daripada sebelumnya.


Sementara itu, petarung Gong yang menjadi target dari aura itu sudah kesulitan bernafas. Bahkan ia sudah jatuh berlutut di lantai arena.


"Kau... Juga... Seorang... Pendekar?" Petarung Gong terbata-bata karena kesulitan bernafas.


"Benar sekali, paman!" YingXiong berjalan mendekati petarung Gong. Semakin dekat dirinya dengan petarung Gong, semakin kuat aura yang dikeluarkannya. Membuat pria raksasa itu hampir kehilangan kesadarannya. Mungkin karena semangat bertahan hidupnya yang sangat tinggi yang menjadi penyebab ia masih bisa membuka matanya.


"Sekarang siapa yang akan berakhir sebagai mainan, paman?" YingXiong menghentikan langkahnya setelah jarak dirinya dan petarung Gong hanya tersisa satu meter.


"Maafkan... Maafkan aku tuan muda!" Petarung Gong terbata-bata. Ia dengan susah payah bersujud ke lantai arena untuk memohon ampunan kepada YingXiong.


"Memaafkanmu? Apa aku bisa melakukannya?" YingXiong menaikkan alisnya.


"Sebelumnya kau mencoba membunuhkan dan sekarang kau bersujud meminta maaf kepadaku. Apa kau tidak punya malu?" YingXiong meninggikan suaranya.


Ia lalu melihat ke arah penonton membuat para penonton terdiam seribu bahasa. Mereka juga menundukkan kepala tanpa berani mengangkatnya.Bahkan bernapas dengan keras pun mereka tidak bisa melakukannya. Di sisi lain ada sebagian dari mereka yang mengompol di celana.


Pandangannya terhenti setelah melihat Mu Rong sedang berada di dekat gadis 'itu'.


"Rong'er, bukankah kakak tadi pernah bilang bahwa kakak bisa mengalahkannya dengan sekali pukulan?" YingXiong berteriak ke arah Mu Rong.

__ADS_1


Ia melihat gadis kecil itu menganggukkan kepalanya.


"Kakak akan menepati apa yang kakak katakan!" YingXiong kemudian membalikkan badannya kembali ke arah petarung Gong.


Tanpa basa basi, ia menegakkan tubuh pria raksasa itu dengan jarinya. Ia mengendalikan tubuh petarung Gong tanpa bisa pria raksasa itu melawannya.


"Maafkan aku tuan muda, jangan bunuh aku." Petarung Gong hanya bisa berteriak memohon pengampunan. Untuk mengendalikan tubuhnya dan melawan, ia tidak bisa melakukannya.


YingXiong tidak menjawab. Ia menarik tangannya membuat ancang-ancang. Beberapa saat kemudian ia melesatkan pukulannya ke perut petarung Gong membuat pria raksasa itu terpental puluhan meter dan menabrak bangunan yang sama dengan lawan petarung Gong sebelumnya.


"Ku harap ini menjadi pelajaran buat kalian untuk tidak meremehkan orang yang terlihat lemah dari kalian. Jika tidak, maka kalian akan mati dengan cepat!" YingXiong berkata pelan tapi suaranya terdengar dengan jelas di telinga orang-orang yang ada di tempat itu sebab ia menggunakan tenaga dalamnya untuk memperjelas ucapannya.


"Kami akan mengingatnya, tuan pendekar!" Ucap para penonton secara bersamaan. Sebagian besar dari mereka adalah manusia biasa sementara sisanya pendekar yang memiliki kekuatan tidak terlalu besar. Melihat YingXiong bisa mengalahkan petarung Gong dengan mudah membuat mereka menarik kesimpulan bahwa YingXiong adalah pendekar tingkat tinggi.


YingXiong mengangguk, dia lalu melompat ke tempat Mu Rong berada.


"Terima kasih nona...?"


"Shen Yue, kau bisa memanggilku Shen, Yue atau Shen Yue."


"Baiklah, terima kasih nona Shen Yue. Karena kau telah menjaga Mu Rong!" YingXiong tersenyum tipis. Kali ini jantungnya tidak berdetak terlalu kencang karena ia sudah bisa mengendalikan dirinya.


"Sama-sama!" Balas Shen Yue, jantungnya juga tidak berdetak terlalu kencang karena ia pun sudah bisa mengendalikan diri.


Tetapi disaat yang sama, angin berhembus cukup kencang ketika pandangan keduanya kembali bertemu. Bahkan dedaunan dan bunga persik yang tidak tahu darimana datangnya juga ikut beterbangan disekitar mereka. Suasana itu berlangsung selama beberapa saat sebelum kembali seperti semula.


"Kak Ying?!"


Suara panggilan Mu Rong menyadarkan YingXiong dan Shen Yue. Keduanya langsung memalingkan wajahnya ke samping.


"Kenalkan namaku YingXiong!"


"Iya, senang berkenalan denganmu!"


YingXiong lalu mendekati Mu Rong dan mengelus kepalanya, "Maafkan kak Ying sudah membuatmu khawatir!"


"HM!"


*****


Update dua chapter sebagai bonus 1000 like pertama. Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini.

__ADS_1


__ADS_2