THE LORD OF THE ANOTHER WORLD

THE LORD OF THE ANOTHER WORLD
Chapter 11 : Nasib Buruk Menanti Mereka


__ADS_3

Pemandangan yang sangat langka terjadi saat melihat sekumpulan bandit pasar jatuh dalam posisi tak berdaya di hadapan seorang pemuda. Mereka melihat dengan mata terbelalak, kondisi tubuh gemetar, gugup, sekaligus takut saat melihat bagaimana sang pemimpin tenggelam dalam kabut hitam pekat. Para bandit itu terguncang begitu mendapati asap mulai keluar dari bawah tanah, lalu mengepul, dan berakhir menelan bos mereka yang bernama Hawk.


Pada dasarnya apa yang baru saja dilakukan Mavis yaitu menyuntikkan aura kegelapan dari dalam tubuhnya, keluar dari pergelangan tangan dan merasuki target dengan mudahnya melalui kelima indra. Cara kerjanya sangat sederhana, aura kegelapan itu akan memanggil yang lainnya begitu masuk ke dalam tubuh Hawk dan mengubah bandit itu menjadi makhluk bayangan yang setia. Praktis, berbeda dengan cara yang dilakukannya beberapa tahun yang lalu, saat dia belum mempelajari teknik ini—jika diingat-ingat lagi Mavis bahkan sempat kesulitan setengah mati dan gagal saat pertama kali membangkitkan Mikaela.


"Mungkinkah ada alasan tertentu Tuanku membangkitkannya?" Mikaela bertanya melalui sambungan telepati.


"Sebenarnya, alasan aku membangkitkannya karena belakangan ini sulit bagiku mendapatkan talenta yang cukup bagus, sementara slot yang kosong akan sangat disayangkan jika tidak segera digunakan. Mengingat selama tiga tahun ini pergerakanku sangat dibatasi—semua dilakukan secara sembunyi-sembunyi agar tidak menarik perhatian orang-orang dari kuil suci—dan aku hanya bisa berpergian untuk menjelajahi dungeon terdekat."


"Berbicara tentang Hawk, dia sendiri adalah pemimpin sekumpulan bandit ini, aku tidak percaya jika dia hanyalah setumpuk sampah berjalan. Pasti dia memiliki setidaknya kualifikasi sehingga menjadikannya pemimpin bandit pasar ini, bukan?"


"Sekarang aku mengerti, Tuan."


Mata Mikaela pun bersinar dan senyuman mempesona terlihat saat memandangi tuannya itu. Sementara Mavis sendiri masih fokus memandangi jendela layar tatap muka sistem.


"Tidak begitu buruk, akan sangat memalukan jika dia berada pada tingkatan di bawah Buster. Setidaknya sama." Mavis berbicara seorang diri saat memeriksa jendela status sistem yang menampilkan data dari makhluk panggilannya yang masih sangat baru itu.


"Maafkan atas ketidak mampuannya hamba, Tuanku."


Sesaat setelah Mavis mengungkit dirinya, Buster mengirimkan pesan kepada tuannya itu. Dia benar-benar murung dan merasa tak berdaya karena telah mengecewakan sang tuan. Pasalnya selama tiga tahun ini dia telah menjalani banyak pertempuran hebat bersama makhluk bayangan yang lain di kedalaman dungeon. Namun, entah mengapa standar kehidupannya masih tetap pada semula dan tidak banyak memberikan peningkatan. Padahal jika dilihat, level Buster ini sudah 65, akan tetapi tingkatnya masih tetap di batas grade D semenjak pertempuran dengan Ivar di kedalaman pemukiman goblin.


Mavis sendiri awalnya mempertanyakan keanehan ini, mengingat para makhluk bayangannya yang lain beberapa sudah memasuki ranah yang baru. Kini di tangan Mavis sudah ada Mikaela, Bulan, Wed, Lily, dan Akio yang mana masing-masing dari mereka berada pada standar hidup tingkat S. Disusul dengan menunggu yang lainnya, seperti Bintang, Ozzi, Becky, dan Becca, yang masih berada pada ambang terobosan. Sama halnya dengan mereka yang dulu masih tingkat B kini sudah menginjak taraf A. Dengan kata lain, semuanya mengalami peningkatan yang signifikan, kecuali Buster.

__ADS_1


"Tidak perlu berkecil hati, akan datang waktunya kamu dapat berada pada tingkat yang lebih tinggi. Mungkin itu akan terjadi saat levelmu berada pada batas maksimum," kata Mavis dengan santai, membalas Buster melalui sambungan telepati.


Fokus Mavis pun kembali teralihkan pada jendela tatap muka sistem, guna untuk mengetahui lebih lanjut tentang kemampuan apa yang dimiliki oleh pelayan barunya ini.


Sistem : Menampilkan data untuk Hawk.


Nama : Hawk


Ras : Manusia


Grade : D


Level : 1


Keterangan : Hawk adalah makhluk panggilan yang diekstrak oleh Asta dari bangkai manusia bernama Barok Hawk. Semasa hidupnya Hawk adalah pemimpin bandit dari perkumpulan Creeper. Informasi yang berhasil dikumpulkan sistem tentang Creeper yaitu mereka telah banyak melakukan kejahatan seperti merampok pengunjung, pedagang, dan juga turis pasar. Namun, di antara anggota Creeper tidak pernah memiliki catatan pembunuhan.


"Keahlian tangan? Kuharap tidak seperti apa yang ada dipikiranku. Benar-benar kemampuan yang aneh."


"Sementara itu ...."


"Kemampuannya dalam menginjeksikan racun ke dalam senjata sangat berguna saat bertarung, akan tetapi itu hanya efektif jika musuh tidak memiliki resistensi racun yang cukup baik." Mavis sedikit menyunggingkan senyuman di wajah. Sebenarnya saat ini dia memiliki sebuah pemikiran untuk mengetes seberapa efektifkah pengaruh racun itu.

__ADS_1


"Merlin, siapkan semua obat penawar racun yang kamu miliki. Mari kita mencobanya pada mereka dan lihat bagaimana itu bereaksi," kata Mavis dengan tersenyum lebar layaknya iblis di mata para bandit.


"Baik, Tuan."


Sementara Merlin mengeluarkan semua persediaan penawar obat dari cincin ruang yang dimilikinya—dibantu oleh Bellatrik, Luna, dan juga Isabella, Hawk mulai memperlihatkan kepada Mavis proses saat dia menyuntikkan racun yang keluar dari jemari tangannya. Racun itu berwarna merah darah, tidak seperti warna racun pada umumnya yang warnanya hitam, kuning, ataupun ungu. Merah darah salah satu dari tiga racun yang langka, setingkat dengan racun hijau dan juga racun perak.


"Bos, apa yang sedang kau lakukan. Mengapa kau berpihak pada mereka?"


"Bos, kau menakuti kami."


"Sebenarnya apa yang terjadi? Bukankah sebelumnya Luka mengatakan bahwa Bos telah meninggal?"


"Kau benar, Bos terbaring dengan mata tertutup, aku jelas memperhatikan tubuhnya membeku dan tak bergerak sebelum pada akhirnya kabut hitam itu muncul!"


"Ngomong-ngomong kabut hitam itu memancarkan aura buruk, aku bisa merasakannya."


"Luka, apa pendapatmu?"


"Diamlah! Jika kalian terus membuat keributan, entah apa yang akan dilakukan bocah itu nantinya. Ingatlah, dia dapat dengan mudahnya membunuh kita semua!"


"Mengenai Bos, aku juga tidak tau pasti. Sepertinya anak itu telah mengambil alih tubuh dan kesadaran dari Bos Hawk. Mari berdoa saja kepada dewa maut untuk menunda kematian kita."

__ADS_1


Ketegangan diam-diam memenuhi hati para bandit yang pada saat ini saling berbisik satu sama lain, menunggu nasib apa yang akan datang menimpa mereka. Terlebih setelah melihat Hawk yang mulai bertindak aneh dibawah instruksi dari Mavis, dan juga senyuman iblis yang dilayangkan pemuda itu. Perasaan mereka mulai tidak nyaman.


__ADS_2