THE LORD OF THE ANOTHER WORLD

THE LORD OF THE ANOTHER WORLD
Chapter 41 : Pertempuran Yang Membosankan


__ADS_3

Hujan anak panah di tembakan dari lini belakang regu pemanah yang dikomandoi oleh Sol. Setelah jatuhnya pasukan musuh yang berada di langit, kekacauan terjadi di atas permukaan tanah yang menyebabkan rusaknya formasi dari pihak musuh. Pertempuran semakin pecah saat Becky memberikan instruksi pada regu terdepan untuk memulai penyerangan.


Keringat membasahi wajah penuh keraguan dari para prajurit dadakan yang dibuat. Bagaimanapun, lebih banyak dari para penyintas ini tidak memiliki latar belakang atau pengalaman bertarung sebagai prajurit yang sesungguhnya. Mereka lebih banyak berasal dari kalangan rakyat biasa, manusia lemah yang kesehariannya bekerja sebagai roda penggerak yang menyediakan segala jenis sumber daya yang ada. Namun, sekarang mereka hanya memiliki pilihan untuk bertempur di medan perang melawan para makhluk binatang buas.


Sewajarnya siapapun yang melihat dapat memakluminya. Hanya saja, itu lain lagi berbeda di hadapan sosok seperti Becky yang memandang derajat siapapun dari tingkat kekuatannya. Dia hanya bisa berdecak melihat para manusia ini berada di bawah komandonya. Dia berpikir mereka benar-benar tidak ada gunanya. Becky merasa jika dia pergi seorang diri, itu jauh lebih efisien dalam menghancurkan musuh. Dia sama sekali tidak suka dengan cara Samantha memberinya tugas dalam bermain peran sebagai kepala regu terdepan.


Sekujur tubuhnya terasa sangat gatal saat Becky mencoba untuk menahan diri ketika bentrokan mulai terjadi. Satu demi satu musuh yang ditemuinya di sepanjang jalan telah dipenggalnya dengan mudah layaknya memotong kue. Namun, hanya sebatas itu dia bisa menahan diri, dia sama sekali tidak mengeluarkan kemampuan sejatinya, dia murni hanya menggunakan kekuatan fisik dan senjatanya saja. Dia tidak ingin dimarahi lagi, dia ingat di dalam otaknya bahwa Samantha memintanya untuk memberi ruang kepada para penyintas ini dalam melawan para binatang buas.


Sebenarnya Becky sendiri tidak mengerti dengan jalan pikir Samantha. Dia benar-benar tidak bisa menebak, apakah Samantha bermaksud baik dengan memberikan kesempatan para manusia ini untuk berkembang, atau sebaliknya hanya sekedar ingin bermain-main melihat mereka menderita saat dihabisi nyawanya? Pasalnya, ketika Becky sedang senggang, dia melihat tiga sosok dari regunya masih kesusahan dalam menghadapi satu di antara sekian banyaknya musuh yang memiliki tubuh seperti gagak itu.

__ADS_1


"Sebaiknya aku segera mencari pimpinan mereka dan menariknya kembali." Becky teringat perkataan saudarinya itu untuk mendapatkan setidaknya satu untuk dijadikan tawanan.


Pertempuran ini menjadi tidak menarik sama sekali. Dengan indra miliknya, sama sekali tidak ada satu sosok pun yang menarik perhatiannya. Itu berarti, tidak ada yang layak untuk menjadi lawan bertarungnya dalam jarak pengelihatannya. Becky pun berniat untuk mengakhiri pertempuran ini secepat mungkin.


Melihat Becky yang melesat pergi dan membelah kerumunan pasukan musuh, Becca yang baru saja datang menyusul pun menyadari maksud dari tujuan saudarinya itu. Becca beranggapan pasti anak itu sudah mulai bosan dan ingin cepat bertemu dengan sosok pimpinan musuh. Diam-diam Becca tersenyum kecil ketika melihat keadaan sekitar. Memang, nampaknya Becky telah memenuhi janjinya untuk tidak membunuh secara membabi buta. Terlihat dari masih banyaknya pasukan musuh yang tersisa di sekitar. Dengan begitu, Becca mengambil alih posisi saudarinya itu melawan sisa dari pasukan musuh.


"Terimakasih, Nona Becca." Salah seorang penyintas merasa dirinya terselamatkan ketika bertemu dengan Becca. Baru saja dia berpikir akan segera menyusul rekan-rekannya pergi ke alam baka, tapi tak disangka Becca tiba-tiba muncul dan membunuh musuh yang hampir menghabisinya itu.


Sementara itu, Becky sendiri sudah berada di lini bagian belakang pasukan musuh. Berdiri dengan tubuh yang kokoh, sesosok gagak yang memiliki tubuh menyerupai manusia itu menyambut kedatangan Becky yang sangat brutal. Dengan tindakan provokasi, Becky menendang dan berhasil menghempaskan salah satu musuh ke arah sang pimpinan tersebut. Sesuai dengan apa yang diinginkan Becky, pimpinan gagak itu dengan raut wajah seriusnya pun tak mau kalah, dia pun terpaksa menangkis anak buahnya itu hingga membuatnya jatuh dan mati. Sebuah konfrontasi yang sangat sengit. Pimpinan gagak itu memang waspada dengan kehadiran Becky yang sangat menindas, tapi begitu dia sadar dapat menangkis lemparan barusan, dia berpikir bahwa dia masih memiliki peluang untuk menang saat bertarung dengannya.

__ADS_1


Hanya saja, ketika dia sedang terkekeh bangga dengan dirinya sendiri, Becky tiba-tiba melesat dan muncul di hadapannya tanpa bisa kedua bola matanya berhasil menangkap gerak-geriknya. Sontak gagak bertubuh kekar itu terkejut dan mencoba untuk memperlebar jarak dengan melompat mundur. Namun, sebelum dia dapat melompat ke belakang, Becky dengan ekspresi tak puas menahan leher si gagak. Mencengkram nya dengan kuat, sehingga gagak itu merasakan sesak dan tak bisa bernapas. Bagaikan anak bayi yang merengek, gagak itu mencoba melepaskan diri, mencoba memukul, mendorong, dan melakukan apapun agar sosok mengerikan di hadapannya itu mau melepaskan cengkraman tangannya.


Becky nampaknya sempat lupa dengan tujuannya. Sampai pada akhirnya dia tiba-tiba sadar kalau tujuannya adalah membawa pimpinan gagak ini kembali untuk dijadikan tawanan perang. Oleh karenanya, dia tidak boleh membunuhnya. Segera dia pun melepaskan tangannya dan membuat gagak itu jatuh lemas di atas tanah.


"Jika kamu masih ingin hidup, jangan pernah berpikir untuk melarikan diri dariku. Sebaiknya kamu tetap diam di tempat selagi aku membersihkan medan pertempuran ini. Kamu harus tahu bahwa aku sedang menahan diri untuk tidak membunuhmu."


Becky kemudian mengaktifkan salah satu kemampuannya. Dia bertindak dengan serius untuk mengakhiri semuanya. Senjata sabit miliknya pun tiba-tiba memancarkan aura dingin yang mematikan. Lonjakan udara dingin disekitarnya perlahan mulai membekukan permukaan tanah. Becky dengan angkuh kemudian melemparkan sabitnya itu dengan pergi melayang ke arah sampingnya. Setiap musuh yang dilalui sabit itu, semua akan berakhir dengan kematian yang tragis. Bagian tubuh mereka pasti tidak akan selamat dari tebasan senjata mematikan itu. Bahkan, hanya dengan sentuhan remeh berupa luka gores, tubuh mereka akan berubah menjadi beku dengan sendirinya.


Pembantaian itu disaksikan oleh sang pimpinan gagak yang masih tergeletak sambil memegangi lehernya yang sakit. Dengan wajah tak percaya, dia melihat Becky layaknya sosok mengerikan yang bahkan melebih kebengisan dari kubu binatang buas itu sendiri. Meski tidak ingin mengakuinya, tapi dalam hati dia dapat memperkirakan bahwa Becky jauh lebih kuat dibandingkan dengan atasannya yang sedang berada di pusat.

__ADS_1


Pimpinan gagak itu berpikir sudah tidak ada cara baginya untuk selamat dari sini. Dia hanya bisa berharap bahwa ada setidaknya satu di antara anak buahnya yang berhasil melarikan diri untuk melaporkan kejadian ini. Jika tidak, pimpinan gagak ini hanya takut bahwa seluruh binatang buas akan menemui akhir yang buruk sama seperti dirinya.


__ADS_2