THE LORD OF THE ANOTHER WORLD

THE LORD OF THE ANOTHER WORLD
Chapter 37 : Kelompok Tawanan Elf


__ADS_3

Di malam hari pada saat pembagian jatah makanan, Becky yang tengah berjalan santai di sekitar pemukiman secara tak sengaja melihat penampakan yang tak biasa di antara para tawanan. Berbeda dengan tawanan lainnya yang berpenampilan lusuh dan tidak terawat, sebuah kelompok tawanan yang memisahkan diri dari yang lain itu terlihat mencurigakan baginya. Sekilas jika diperhatikan memang mereka tidak ada bedanya dengan yang lain, akan tetapi bagi Becky yang notabenenya seorang ahli sekaliber tinggi, tidak ada yang bisa lolos dari pengelihatannya yang tajam.


Becky dapat mengetahui bahwa meski mereka menggunakan jubah berwarna hijau gelap yang terlihat kotor di luar, tapi sejatinya pada bagian dalam mereka mengenakan pakaian khas yang biasa dikenakan oleh seorang bangsawan. Pakaian itu jelas-jelas bukanlah pakaian yang bisa dengan mudah didapatkan oleh sembarang orang, terutama di tempat kumuh seperti ini.


Lantas, merasa yakin ada yang tidak beres Becky pun langsung berjalan mendatangi kelompok itu. Setelah sampai di depan mereka, Becky langsung menyuruh mereka untuk bangkit dan mengikutinya.


Di hadapkan dengan ekstensi yang begitu kuat, mereka pun hanya menoleh satu sama lain sebelum pada akhirnya mengangguk dan mengikuti Becky dari belakang. Mereka benar-benar tidak berkutik dan pasrah menuruti perintah Becky. Lagipula, sebelumnya mereka sudah melihat pembantaian sepihak yang dilakukan kelompok Becky terhadap ras binatang buas. Jelas mereka sudah tau kesenjangan dalam hal kekuatan di antara mereka dan Becky.


Meskipun mereka ingin menolak perintahnya pun tidak akan ada akhir yang baik bagi mereka nantinya. Sudah sampai sejauh ini, sebaiknya mereka mengungkapkan identitas sejati mereka dan berharap akan mendapatkan tempat yang lebih baik dibandingkan menjadi tawanan perang semata. Mereka hanya berharap kelompok Becky bisa menjadi sekutu bagi kelompok mereka. Mengingat setelah apa yang terjadi pada bangsa mereka yang dihancurkan oleh utusan kuil suci, pada akhirnya mereka yakin memiliki musuh yang sama. Mereka membutuhkan sekutu yang layak untuk memerangi kuil suci yang berniat menyatukan seluruh daratan.


"Apa kalian tau, alasan mengapa aku membawa kalian ke tempat ini?" kata Becky setibanya di suatu tempat yang terisolasi dari wilayah pemukiman warga, tepatnya di dalam alam liar yang dikelilingi banyak pepohonan besar yang menjulang tinggi.

__ADS_1


"Kami tau, Nona," balas salah satu di antara mereka dengan nada penuh ketenangan.


"Kamu pastilah orang yang bertanggung jawab dalam kelompok ini." Becky membalik badan seraya menatap ke arah sosok pria di balik jubah itu.


"Benar, Nona."


Kini pria itu semakin jelas terlihat di pandangan Beck. Pria tampan dengan telinga yang runcing khas seorang elf. Pria itu berdiri dengan pembawaannya yang tenang, wajahnya pun senantiasa tersenyum dengan matanya yang menyipit.


"Seperti yang Nona ketahui, kami adalah para elf yang berasal dari Kerajaan Elf yang ada di benua bagian barat. Namaku Neth, pengawal Pangeran Yasha, dan wanita yang berada tepat di belakangku ini adalah Putri Aleena. Mengenai keberadaan kami di sini, kami sebenarnya sedang dalam pelarian dari kejaran utusan kuil suci. Namun, kami berakhir tertangkap oleh salah satu petinggi makhluk binatang buas di tempat ini."


"Aku tidak percaya, apa kalian para elf menjadi semakin lemah? Aku ingat bagaimana dulu para petinggi kalian bahkan cukup kuat saat bertarung di medan perang." Becky sama sekali tidak ada niat untuk merendahkan mereka. Hanya saja apa yang dikatakannya barusan adalah fakta yang tidak bisa terbantahkan.

__ADS_1


Tentu, bagi para elf yang tidak mengerti kenyataan yang sebenarnya, mereka akan merasa Becky telah berlebihan dalam ucapannya. Mereka tidak akan senang dengan perlakuan Becky yang merendahkan mereka. Terutama bagi sang putri elf yang masih dalam kondisi mental yang tidak stabil. Dia sangat marah dan melancarkan serangan sihir ke arah Becky.


Menanggapi serangan yang datang ke arahnya, Becky dengan senyum mengejek menepisnya dengan salah satu tangan. Bagi Becky, serangan yang dilancarkan putri elf itu hanyalah mainan anak-anak baginya. Sama sekali tidak layak di matanya, hal ini bahkan membuatnya semakin yakin bahwa bangsa elf pada era ini telah banyak mengalami kemunduran.


Setelah sihir api itu lenyap di kehampaan, Becky pun segera mengaktifkan salah satu kemampuannya. Dengan sekejap tanpa disadari oleh yang lain, dia sudah berpindah tempat dan berdiri tepat di hadapan sang putri elf. Salah satu tangan Becky sudah mencengkram erat leher sang putri elf yang bernama Aleena itu.


"Lihatlah, betapa menyedihkannya putri elf pada era ini. Bukan hanya tidak memiliki kemampuan, dia bahkan sangat bodoh jika dibandingkan dengan para pendahulunya." Becky melemparkan tatapan remeh ke arah Aleena yang kini memasang ekspresi jelek di wajah.


Di satu sisi sang putri elf itu terlihat kesulitan dalam melepaskan cengkraman tangan Becky. Dia sangat frustasi dan marah di saat yang bersamaan. Di sisi lainnya, para elf yang menyaksikan itu memasang wajah garang dan hendak melancarkan serangan gabungan ke arah Becky secara bersamaan. Namun, sebelum itu terjadi Neth sudah lebih dulu menghentikan aksi mereka. Dia mengingatkan kepada yang lainnya untuk tidak bertindak impulsif.


Bagaimanapun, kesalahan berada di pihak mereka. Sang putri lah yang telah lebih dulu menyerang Becky, tindakan itu sama sekali tidak dapat dibenarkan. Bahkan Neth yang sejak awal bersikap tenang pun tidak bisa untuk tidak khawatir. Segera dia meminta maaf kepada Becky dan menjelaskan tentang kondisi mental sang putri dan kelompoknya yang tidak stabil. Dia juga mengungkapkan tentang kejadian buruk yang menimpa mereka di tengah kejaran orang-orang kuil suci, sehingga sang pangeran terpisah dari kelompok mereka.

__ADS_1


Becky yang merasa niat tulus Neth dalam mengungkapkan kejadian itu pun sedikit membuatnya luluh. Mendengar nama kuil suci dalam ceritanya membuat Becky merasa sedikit berpihak kepada kelompok ini. Dengan malas, Becky pun pada akhirnya melepaskan cengkraman tangannya dan membuat sang putri elf itu jatuh tak berdaya lalu terbatuk-batuk.


__ADS_2