
"Seperti yang diharapkan dari pimpinan orc dan lizardman. Bagaimanapun keduanya adalah ras kuno yang dulu pernah mendiami benua utama ini. Pantas saja kerajaan berafiliasi tingkat enam seperti mereka tidak terhindar dari bencana kehancuran," kata Mavis seraya menoleh ke arah luar jendela dan menghembuskan napasnya perlahan.
Saat ini Mavis berada di lantai dua sebuah restoran ternama di ibu kota, tentu bersama para makhluk bayangannya. Kedatangannya ke tempat ini tak lain karena tertarik dengan makanan yang dimiliki restoran ini. Dia telah mendengar banyak dari penduduk di sekitar bahwa menu hidangan yang disajikan selalu memuaskan lidah para pelanggannya. Berbeda dari kunjungan sebelumnya, kali ini Mavis tidak memesan makanan yang manis-manis, dikarenakan dia sudah banyak memakan manisan saat siang hari tadi. Sore ini dia benar-benar menahan diri untuk kesehatannya, bagaimanapun dia telah memutuskan untuk hidup bahagia dan panjang umur selama berada di dunia barunya ini.
Pada akhirinya Mavis memutuskan untuk menyantap beberapa kue kukus dan juga sepiring puding. Sembari menghabiskan makanannya, dia terus berdiskusi tentang segala hal yang berkaitan dengan misi penggerebekan dungeon ini.
"Jika harus membandingkan pimpinan kedua ras itu dengan kalian, standar tempur siapa yang dapat diperkirakan setara?" Kembali Mavis mengedarkan pandangannya, mengunci setiap pasang mata dari para makhluk bayangannya.
"Mereka akan menjadi lawan yang sepadan jika bertemu dengan Ivar ataupun Buster yang sudah mendapat berkah dari Tuanku. Mereka tidak memiliki atribut sihir, para orc baik itu tentara maupun petinggi, mereka semua mengandalkan kekuatan dari dalam diri masing-masing," kata Mikaela.
"Terlepas dari penampilan mereka, hanya senjatalah yang dapat membedakan siapa mereka di medan peperangan. Bagi ras orc kemuliaan sebagai petarung terletak pada kapak yang diwariskan dari leluhur mereka, sementara ras lizardman membentuk kepercayaan pada tombak yang mereka pilih sebagai bagian dari tubuh mereka." Menambahkan bumbu dari penyataan Mikaela, Ozzi memberitahukan tentang bagaimana atribut yang biasa digunakan kedua ras saat bertempur.
"Mengabaikan jumlah koloni mereka yang berjumlah ratusan ribu, aku cukup yakin bisa mengalahkan pemimpin mereka dengan mudah dalam pertarungan satu lawan satu, Tuan," kata Bintang.
"Ratusan ribu? Sebenarnya mereka bisa memiliki pasukan sebanyak itu?" kata Luna dengan memasang ekspresi tak percaya. Pemandangan itu tidak hanya terlihat di wajah pelayan goblin itu saja, makhluk bayangan lainnya pun terdiam dengan wajah penasarannya.
Yah, harap dimaklumi beberapa dari mereka sejatinya adalah makhluk udik yang tidak tau apa-apa tentang sejarah masa lalu, berbeda dengan Mikaela dan monster tua lainnya yang sudah hidup lama. Mengingat mereka sebelumnya hanya hidup di kolam kecil, ketika mengetahui lautan yang begitu luas, tentu mereka akan sangat antusias.
"Sejarah lama yang kami ingat, suku orc dan lizardman memang memiliki siklus yang lebih cepat dibandingkan ras lainnya. Mereka mengandalkan jumlah untuk mengisi kekurangan standar tempur masing-masing dari mereka. Bahkan pemimpin orc dan lizardman hanya memiliki sedikit kekuatan dan keberuntungan lebih baik dari yang lainnya," kata Mikaela.
"Itu akibat kebodohan mereka sendiri karena masih menentukan pemimpin menggunakan darah dari keturunan leluhur sebelumnya. Ah, sangat menyebalkan ketika mengingat terakhir kalinya aku melihat pemimpin mereka berdiri gemetar ketika perang mendekati puncak pertarungan." Bintang tertawa puas setelah membicarakan keburukan kedua ras itu.
"Bukankah kalian sama saja? Apa kalian lupa bagaimana dulu kalian secara tiba-tiba datang mencariku? Terutama kau, sungguh mengejutkan ketika seorang wanita tua menerobos masuk di kediamanku," kata Mavis seraya menahan tawa di hadapan keduanya.
__ADS_1
"Tuan masih mengingatnya? Saat itu aku sangat senang bisa menemukan Tuanku," kata Mikaela.
"Terdapat perbedaan di sini, Tuan memiliki kekuatan yang telah diramalkan dan dipilih langsung oleh raja terdahulu. Kami juga merasakan Tuanku sangatlah kuat! Memikirkan tentang pemimpin kedua ras itu, mereka hanyalah mainan anak-anak di hadapan Tuanku!"
"Baiklah, kau sangat berbakat dalam hal menyenangkan hati Tuanmu ini." Mavis pun tersenyum dan mengelus rambut kepala Bintang, membuat wanita iblis itu melemparkan tatapan sombong kepada yang lainnya.
"Cih, kau terus berbicara omong kosong di hadapan Tuanku, apa kau tidak pernah malu?" kata Ozzi.
"Kau mau mati?" Bintang membuat wajah masam dan mengeluarkan sedikit aura membunuh.
"Bertingkah seperti anak kecil, berapa memang umurmu, ha?"
"Kau mencari kematian!"
Suasana pun berubah menjadi begitu menegangkan. Bahkan Mavis sendiri merasakan hawa dingin menyentuh kulitnya, sungguh dia merasakan firasat buruk datang dari senyuman yang terpancar di wajah Mikaela. Dia tidak bisa membayangkan, jika Mikaela mengamuk akan menjadi seperti apa tempat yang begitu tenang ini nantinya?
"Tak apa, mari kita lanjutkan pembicaraan mengenai topik lainnya," kata Mavis.
Mereka pun lanjut membahas persoalan lainnya, mulai dari tata letak bagian dalam mansion, anggota inti kerajaan, pejabat yang berpengaruh di sisi raja, pergerakan penjaga mansion dan masih banyak lagi.
"Sangat baik, aku baru saja mendapatkan pesan bahwa kelompok Hawk sedang bergerak menyebarkan berita tentang masa lalu pemberontakan Pangeran Adamson di kerajaan dan trik kotor yang dimainkannya. Dengan begitu, mereka akan sedikit sibuk untuk mencari cara menenangkan para warga yang tidak puas, dan pada akhirnya mengendurkan penjagaannya," kata Mavis.
"Aku juga mendengar sedikit dari kelompok Hawk, sebagian petualang tingkat tinggi yang mereka miliki pun sedang menyerbu dungeon di dekat kerajaan tetangga. Situasi ini benar-benar sangat menguntungkan pergerakan kita." kata Mikaela.
__ADS_1
"Ya, kekuatan mereka sudah pasti melemah. Namun, kita tetap harus berhati-hati dan tetap pada rencana." Mavis sedikit tersenyum ketika mengingat rincian informasi lainnya yang mengatakan bahwa seorang adik ratu dari kerajaan ini sebenarnya adalah wanita rubah yang dulu pernah berniat membunuhnya.
"Oh, nama itu lagi."
Di saat Mavis telah melupakan semua pengalaman buruk yang dulu pernah terjadi pada tubuh pangeran ini, kini wanita itu malah muncul di hadapannya. Bagaimana mungkin Mavis bisa mengabaikannya begitu saja? Tentu, Mavis akan melayaninya dengan sepenuh hati. Dia akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengejutkan wanita itu ketika bertemu nanti.
"Mengenai wanita bernama Juleaha yang berada di dalam mansion kerajaan, apa kau sudah melakukan penyelidikan mendalam tentangnya? Apa itu benar-benar dia? Atau hanya kebetulan memiliki nama yang sama?"
"Seperti yang sudah saya laporkan sebelumnya, wanita itu adalah orang yang sama. Mungkinkah Tuan ingin aku pergi untuk melihatnya lagi?"
"Itu sudah cukup."
"Hanya kecemasanku yang tak beralasan. Tidak berpikir melarikan diri untuk kedua kalinya, kali ini dia harus mendapatkan hukuman setimpal karena telah membuat ibuku menderita."
"Tuanku harap yakin, saat ini wanita itu pasti telah ditangani oleh Bulan. Segera Tuanku dapat memberi hukuman kepadanya," kata Mikaela dengan pembawaannya yang tenang.
"Aku akan mengurusnya nanti setelah menangani dungeon yang terbuka." Mavis kemudian tersadar akan sesuatu hal dan buru-buru mengirim sambungan telepati kepada salah satu makhluk bayangannya. "Sampai sejauh mana perjalanan kalian dengan mendekati ibu kota? Apakah kalian berhasil menemukan pria itu juga?" kata Mavis melalui telepatinya.
"Tuan, kami baru saja tiba di depan pintu utama ibu kota. Kami berniat masuk dan mencari lokasi Tuanku berada. Mengenai pria yang Tuanku maksudkan, itu haruslah orang yang saat ini berdiri di dekat Giraldo."
"Baiklah, kalau begitu segera bawa Zahard dan pria itu ke hadapanku. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan kepada mereka berdua, kali ini aku akan memasukan keduanya dalam rencanaku."
"Dimengerti."
__ADS_1
Setelah memutus sambungan telepati dengan Akio, sembari menunggu Mavis pun lanjut melihat rincian lembar laporan yang didapat dari kelompok Hawk. Sesekali dia bertanya kepada para pelayannya ketika menemui kebuntuan dalam sejarah yang terjadi pada masa lampau. Bagaimanapun mereka telah hidup lama, bahkan sebelum perang besar terjadi di masa lalu! Mavis berpikiran bahwa setidaknya di antara mereka pasti mengetahui sejarah dari Kerajaan Yukhiro ini, bukan? Mereka hanya perlu mengingat kembali informasi berguna yang dapat membantu Mavis memahami kedua ras yang dimaksud.