THE LORD OF THE ANOTHER WORLD

THE LORD OF THE ANOTHER WORLD
Chapter 32 : Proposal Kerjasama


__ADS_3

"Dia benar-benar melalukan bunuh diri?" Sang Raja bertanya kembali untuk kedua kalinya, kepada para makhluk bayangan untuk memastikan pendengarannya itu sedang tidak bermasalah. Duduk di atas singgasana, pria yang memakai mahkota kerajaan itu memasang ekspresi tak biasa di permukaan, masih belum bisa melupakan insiden yang baru saja terjadi. "Sebenarnya apa yang ada dipikiran orang-orang dari kuil suci itu? Apa mereka sungguh mulai menggila? Aku pikir kabar angin yang datang dari belahan benua bagian barat hanyalah sebuah kebohongan, ternyata para pendeta itu benar-benar ingin mengakuisisi seluruh kerajaan!"


"Yang Mulia, haraplah tenang. Kejadian kecil seperti ini sudah lama diprediksikan oleh Tuanku akan terjadi. Pihak kami sudah menyusun rencana untuk menghadapi orang-orang dari kuil suci itu. Mengenai keberadaan kami di kerajaan ini sendiri merupakan salah satu kehendak Tuanku. Wilayah kerajaan ini merupakan awal dari pergerakan kami di utara dalam menangkal invasi yang datang dari kuil suci dan kerajaan binatang buas. Oleh sebab itu kerajaan ini akan tetap aman selagi kami masih menjaganya dengan baik," kata Lily sembari menampakan senyuman kecil di wajahnya.


"Sampai sini apakah Yang Mulia masih menganggap kami adalah orang luar?" Becky maju selangkah dari dalam barisan, kemudian dia melirik ke arah salah seorang eselon atas kerajaan yang saat ini tengah berada di arah yang bersebrangan.


Senyum miring Becky lemparkan ke arah pria paruh baya yang sedikit tambun itu. Kini pria itu nampak tak memiliki kepercayaan diri seperti sebelumnya. Dia yang sekarang bahkan tak berani sombong, dia terus menundukkan kepalanya dengan tubuh yang masih bergetar karena masih syok dan juga ketakutan. Dalam hati ada perasaan penuh syukur karena nyawanya terselamatkan berkat adanya para makhluk bayangan itu, akan tetapi di sisi lain harga dirinya telah jatuh dan dia merasa dipermalukan karena telah lamban dalam menyadari situasinya. Tidak seharusnya dia menyinggung sosok kuat seperti Becky, jika saja dia tetap diam dan tidak memprovokasi di awal tadi, dia tidak akan berada di situasi yang canggung seperti sekarang ini.

__ADS_1


"Te-terimakasih banyak. Sungguh aku sangat menyesal, aku ingin meminta maaf kepada kalian karena telah bertindak kurang sopan di awal tadi. Aku akan memperbaiki sikapku kedepannya." Pria itu memberanikan diri untuk bersuara di hadapan para makhluk bayangan. Dia benar-benar terpaksa harus melakukan hal ini, jika tidak, dia hanya akan terlihat lebih buruk di permukaan. Meskipun dia tidak suka, dia masihlah orang yang tau cara berterimakasih.


"Aku sudah mengingatkanmu, tapi kamu menghiraukannya. Yah, sebenarnya aku tidak berharap banyak kepada kalian, lagipula aku sudah banyak melihat tipe orang seperti kalian yang baru menyadari tempatnya hanya ketika berada di ujung kematian."


"Sudah cukup, Becky. Tunjukan sedikit hormat dihadapan raja kerajaan ini seperti apa yang diperintahkan oleh Tuanku. Bagaimana dengan ini, jika kamu masih bertindak kasar, aku akan melaporkannya kepada Tuan." Mendengar perkataan kawannya barusan, membuat Lily yang sedari tadi mencoba menjaga ketenangannya berubah wajah menjadi sedikit masam. Dia pun lekas mengirimkan sambungan telepati kepada Becky agar wanita itu segera berhenti menyudutkan eselon atas tersebut. Lily tidak ingin suasananya menjadi semakin memanas dan ini bukanlah situasi yang diinginkan oleh tuannya, Mavis.


"Baiklah, baiklah, aku mengerti."

__ADS_1


"Yang Mulia, jika diizinkan aku ingin menyampaikan beberapa hal mengenai hubungan kerjasama di antara dua kerajaan kami. Proposal ini dibuat sendiri oleh Tuanku, sementara kami hanya ditugaskan untuk menyampaikannya," kata Lily.


"Nona Lily, katakan saja. Setelah semua insiden akhir-akhir ini, tidak perlu terlalu sungkan untuk berbicara denganku." Sang Raja tersenyum puas sembari memasang wajah penuh antusias di permukaan.


Beberapa hari belakangan ini raja itu sebenarnya sempat menaruh kecurigaan kepada mereka. Sang raja khawatir tentang adanya motif di balik kemunculan para pendatang dari benua bagian timur ini. Bagaimana tidak? Setelah sebelumnya Lily menyelamatkan kerajaan mereka dari krisis wabah penyakit misterius itu, kini mereka datang lagi dengan menawarkan bantuan lainnya berupa perlindungan dari serangan kuil suci dan kekaisaran binatang. Siapapun orang yang tidak bodoh pasti menyadari bahwa semua bantuan itu tidak mungkin diberikan secara gratis! Sang Raja percaya bahwa suatu saat mereka pasti harus membayarkan utang atas semua bantuan itu.


Sekarang akhirnya para makhluk bayangan itu akan memberitahukan proposal dari tuan mereka, ini membuktikan bahwa iktikad baik mereka dalam menjalin kerja sama. Pikirkan saja logikanya, jika mereka memang berniat jahat, mereka pasti akan menagih semua yang mereka berikan di akhir, sehingga hutang Kerajaan Bratajaya semakin menumpuk dan tidak bisa memberikan kompensasi sekaligus. Begitu yang kini ada dipikiran sang raja.

__ADS_1


"Sebelum itu, bisakah kita berbicara dengan lebih sedikit orang, Yang Mulia? Mengingat pembicaraan ini bersifat rahasia, kami baik-baik saja jika Penasihat Ugo dan dua kerabat Yang Mulia itu ikut dalam perundingan ini, tapi kami keberatan jika ada tambahan orang lainnya di ruangan ini."


"Bukan permintaan yang sulit." Sang raja kemudian mengisyaratkan kepada Ugo untuk melaksanakan apa yang diminta oleh Lily. Para prajurit dan beberapa petualang berlencana merah pun keluar dengan tertib seperti yang diperintahkan, disusul dengan perginya eselon atas kerajaan.


__ADS_2