
Malam itu Mavis kembali ke aula pertemuan untuk membuat pengaturan baru kepada para pelayannya. Kali ini hanya Mavis dan para makhluk bayangannya yang hadir di dalam. Pertemuan itu sangat tertutup, bahkan jika mengatakan Yennefer dan Reene menunggu sang kaisar di luar ruangan bersama para prajurit penjaga.
Duduk di kursi singgasana, disaksikan banyak pasang mata, Mavis tiba-tiba saja grogi dan tanpa sadar berdeham pelan. Dia melirik sejenak ke arah Mikaela dan menemukan sosok cantik itu tersenyum dan mengangguk, mengisyaratkan bahwa itu sudah saatnya bagi Mavis untuk menyampaikan maksud tujuannya mengumpulkan mereka.
"Sebelumnya aku ingin mengucapkan banyak rasa terima kasih karena kalian telah banyak membantuku selama tiga tahun belakangan ini. Baik itu kalian yang sudah lama bersamaku maupun yang baru saja bergabung, kalian patut mendapatkan kehormatan dari kekaisaranku ini."
"Sudah menjadi tugas kami, Tuan. Keberadaan kami hanya untuk melayani dan membantu mewujudkan keinginan Tuanku. Kami akan sangat senang jika kami dapat membantu banyak," kata Mikaela seraya memposisikan dirinya setengah bersujud layaknya pengikut setia yang memuja tuannya.
"Tuan dapat mengandalkan aku," kata Bintang dengan nada percaya diri. Tak mau kalah dengan Mikaela, dia pun ikut memposisikan diri setengah bersujud. Selepas itu para makhluk panggilan lainnya pun melakukan hal yang sama. Realitas muncul di benak Mavis, dia tersenyum bangga dan hanyut dalam suka cita ketika mengedarkan pandangannya menatap para pengikutnya itu.
"Baiklah, maka tidak ada yang perlu aku khawatirkan jika kalian memang senang bekerja. Beberapa pengaturan akan aku sampaikan kepada kalian, kali ini terdapat tiga tim yang akan pergi dengan tugas serta penempatan lokasi yang berbeda." Sejenak aku berhenti berbicara ketika membuka perkamen yang sebelumnya telah aku siapkan untuk pertemuan ini. Perkamen itu berisikan pengelompokan para makhluk bayangan beserta informasi misi yang akan mereka jalankan.
__ADS_1
[Tim Pertama]
Misi : Mengunjungi Kerajaan Yukhiro yang berada di benua tengah untuk menjalin kerjasama dengan ras orc dan lizardman yang akan muncul. Selain itu juga membantu si kecil Zahard untuk mengambil alih posisinya kembali sebagai penerus yang sah dari kerajaan tersebut. Tim ini nantinya akan berangkat bersama dengan Mavis — pengecualian untuk Akio dan Giraldo yang ditugaskan untuk menjemput Zahard terlebih dahulu dan barulah menyusul.
Mereka yang pergi : Buster, Mikaela, Isac, Bulan, Bintang, Ozzi, Momongan, Ivar, Isabella, Merlin, Luna, dan Bellatrix.
[Tim Kedua]
Mereka yang pergi : Samantha, Violet, Scott, Lily, Rosita, Smith, Kim, Itsuna, Rikai, Ajax, Frey, Becky dan Becca.
[Tim Ketiga]
__ADS_1
Misi : Pergi menuju asosiasi petualang dan mencari tau tentang rencana mereka kedepannya untuk melawan kuil suci. Selain itu mereka pergi untuk mencari informasi tentang sosok misterius yang baru-baru ini mengirimkan surat rahasia kepada Mavis. Baik-baik saja jika sosok itu benar-benar hanya ingin berniat membantu, itu akan sangat berbahaya jika dia juga memberikan informasi tentang pengelihatannya itu kepada pihak lain — terutama jika dia jatuh ke tangan pihak kuil suci ataupun pihak lain yang memiliki niatan dan tujuan yang buruk.
Mereka yang pergi : Barok, Weyan, Edd, Ash, dan Sebastian.
Sementara sisanya seperti Wed, Ezekiel, Flint, Sera, Houdabor dan yang lainnya akan tetap tinggal untuk menjaga wilayah kekaisaran. Setidaknya dengan adanya mereka yang tetap tinggal di ibu kota, Mavis tidak akan khawatir jika memang kemungkinan buruknya akan ada serangan dari orang luar. Yennefer juga akan tetap tinggal demi menjaga identitasnya agar tetap rahasia. Untuk saat ini wanita itu hanya bisa bersembunyi di dalam kekaisaran karena Mavis sendiri masih belum cukup kuat untuk melindunginya.
Mavis belum tau seberapa kuat musuh yang akan dihadapinya kelak. Terlepas apakah itu dari kuil suci ataupun ras iblis, jika keduanya mengetahui identitas Yennefer yang mendapatkan lautan pengetahuan seorang dewa, keduanya pasti akan memburu dia dengan sangat gila. Pasalnya kekuatan peninggalan dewa sangatlah berharga, alasan mengapa selama tiga tahun ini kuil suci hanya mengerahkan sedikit kemampuannya dalam mencari keberadaan Yennefer, itu pun karena mereka belum mengetahui fakta kalau dia mendapatkan warisan itu. Mavis harus memanfaatkan celah waktu yang ada untuk menimbun kekuatan sebanyak yang dia bisa, sebelum peperangan besar kembali terjadi di seluruh daratan benua ini.
"Persiapkan segala keperluan untuk keberangkatannya. Mikaela, dalam hal ini aku mengandalkanmu," kata Mavis dengan senyuman di wajah.
"Dimengerti."
__ADS_1