THE LORD OF THE ANOTHER WORLD

THE LORD OF THE ANOTHER WORLD
Chapter 21 : Datangnya Kemenangan


__ADS_3

Hanya butuh waktu beberapa menit untuk Mikaela mengalahkan utusan dari kuil suci tersebut. Setelah mengetahui bahwa kemampuan pria itu sejatinya adalah menyalin dan meningkatkan level mantra sihir target yang disentuhnya, saat itu juga akhir dari kehidupannya telah ditentukan.


Sangat tidak beruntung, ketika pria itu sedang bertarung melawan Mikaela, dia mencoba menyalin kemampuan makhluk bayangan itu yang sejatinya tidak memiliki kemampuan sihir yang baik. Meskipun kolam mana spirit di dalam tubuhnya sangatlah dalam, sejatinya Mikaela lebih suka bertarung dengan mengandalkan kekuatan tubuhnya sendiri. Utusan dari kuil suci itu pun pada akhirnya mendapat pukulan telak dari Mikaela, dia tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk mengelak ketika dalam kondisi menyalin kemampuan sihir Mikaela.


Yah, bayangkan saja, bukankah sia-sia menyalin kemampuan seseorang yang tidak biasa menggunakan sihir?


"Ti-tidak! Jangan mendekat!" kata sang utusan yang saat ini menyeret tubuhnya mundur di atas lantai. Dia mencoba menjauh dari sosok Mikaela yang berniat menghampirinya.

__ADS_1


Utusan itu menyemburkan darah sekali lagi dan akhirnya terbaring tak berdaya. Dia tidak lagi memiliki kekuatan untuk bangkit, hanya bisa pasrah menatap langit-langit bangunan yang sudah hancur. Menyikapkan pancaran sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan itu dan menyentuh keningnya. Pemandangan yang sungguh kacau, ruangan itu benar-benar hancur akibat pertarungan Mikaela dan sang utusan. Beberapa kali makhluk bayangan itu menghempaskan sang lawan keras pergi menabrak dinding, membantingnya ke lantai sampai rusak, dan getaran kekuatannya membuat hampir semua langit-langit ruangan itu mengalami kerusakan.


"Tolong jangan bunuh aku! Maafkan aku! Tolong, selamatkan aku! Jangan bunuh aku!" Utusan dari kuil suci itu jatuh dalam keadaan frustasi. Saking panik dan takut dia mulai memohon atas hidupnya ketika Mikaela sudah berdiri tepat di sampingnya.


"Menjijikan sekali, orang sepertimu hanyalah pecundang yang mengais hidup ketika berada di ambang kematian." Mikaela kemudian menginjak tubuh pria itu dan sesaat dia menoleh ke arah sang tuan.


"Tidak!" Suara jeritan pun terdengar keras untuk beberapa saat, sampai pada akhirnya Mikaela membunuh utusan itu dengan cara menyiksa, menghancurkan tubuh pria itu dengan beberapa hentakan kaki.

__ADS_1


Setelah mengkonfirmasi bahwa lawannya itu sudah benar-benar mati, Mikaela pun menoleh ke arah target selanjutnya. Itu adalah penyihir berlencana ungu yang bernama Aletta.


"Berpikir bahwa aku akan mati di tanganmu, itu akan menjadi penghinaan besar bagi kelompok petualang kami!" Setelah mengatakan hal yang membingungkan, petualang wanita itu mengacungkan tongkat sihirnya ke arah keningnya seraya merapalkan mantra dengan cepat. Sebuah ledakan kecil pun tercipta dan setelahnya petualang itu jatuh tersungkur. Dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri alih-alih dibunuh oleh tangan musuhnya.


"Dia pikir dengan bunuh diri bisa lepas dari cengkraman Tuanku?" Bintang berjalan ke arah jasad Aletta dan mulai menyeretnya untuk dibawa ke hadapan Mavis.


Pertempuran itu pun berakhir dengan kekalahan telak bagi musuh. Ini sedikit membuat Mavis tak percaya bahwa akan semudah ini. Dia pikir awalnya akan membutuhkan usaha yang besar, akan tetapi ternyata hanya perlu mengerahkan Mikaela serta Bulan dan Bintang. Sementara makhluk bayangan yang lainnya hanya diam menonton bersama dirinya.

__ADS_1


Sang raja yang merasa telah kehilangan kendalinya segera jatuh dan merayap menuju kaki Mikaela. Pria itu melepas semua harga dirinya dan mulai memohon pengampunan untuk keselamatan hidupnya. Namun sayangnya, Mikaela bukanlah sosok yang suka berbelas kasih kepada musuh. Dia pun mencekik pria tambun itu, mengangkatnya tinggi hingga dia kesulitan untuk bernapas. Hanya butuh sekian detik sampai pria itu kehilangan kesadarannya dan mati.


__ADS_2