THE LORD OF THE ANOTHER WORLD

THE LORD OF THE ANOTHER WORLD
Chapter 23 : Kembalinya Ras Orc


__ADS_3

Detik-detik sebelum dungeon terbuka, Mavis terlihat memasang wajah rumit di permukaan. Dalam hatinya dia meragukan bahwa ini adalah tempat yang dimaksud, dia takut kalau itu akan muncul di sisi lain, berada di tempat yang tak semestinya seperti pemukiman warga. Bagaimana jadinya nanti jika itu terjadi? Akan sangat terlambat baginya untuk menyelamatkan mereka.


Namun, firasat buruk itu segera ditepis begitu sebuah retakan perlahan muncul di pandangan semua orang yang hadir di ruangan itu. Retakan itu membawa aura buruk yang menyerang tubuh semua orang khususnya beberapa prajurit lemah yang memiliki afinitas rendah. Dengan demikian aura tersebut lekas menimbulkan sensasi dingin dan mencekam bagi mereka.


"Tuan, mereka datang."


Mikaela berjalan dengan santai dari belakang dan kemudian mengambil posisi siaga di depan Mavis. Layaknya seorang guardian yang tidak ingin tuannya tersebut terluka, Mikaela memfokuskan indra pengelihatannya ke arah lubang kecil yang mulai membesar setiap detiknya, benar-benar tidak akan mengendurkan penjagaannya.


"Kalian semua bersiap, ingatlah instruksi dariku sebelumnya, jangan ada yang bertindak jika mereka tidak menyerang terlebih dulu, utamakan negosiasi dan kesampingkan permusuhan. Misiku adalah menggabungkan kekuatan kita dengan ras mereka, itu akan menjadi lebih baik jika kita bisa hidup secara berdampingan."


Para makhluk bayangan serta para prajurit mengangguk paham. Khususnya para prajurit yang ikut dalam rombongan itu, mereka pada dasarnya para prajurit yang telah bersumpah setia di bawah kaki Mavis, dan telah mengakuinya sebagai raja mereka. Para prajurit itu kini berkeringat dingin, mereka jelas sangat gugup dan ketakutan dengan kondisi di depan sana, akan tetapi mereka tidak mungkin saat ini melarikan diri meninggalkan sang raja. Mereka bahkan malu mengetahui bahwa sosok-sosok yang melayani di sisi rajanya itu sama sekali tidak menunjukan tanda-tanda ketakutan yang sama seperti mereka.

__ADS_1


Dalam hati mereka sangat menghormati sosok seperti Mikaela yang tak hanya sangat kuat, tapi juga pemberani meski dia adalah wanita. Fakta yang tidak dapat terbantahkan. Hanya saja para prajurit ini telah salah paham dan tidak tahu bahwa sejatinya Mikaela dan kawan-kawannya adalah makhluk bayangan. Selain itu kebanyakan dari mereka berasal dari ras iblis, kekuatan tempur para makhluk bayangan itu bukanlah sesuatu yang bisa dijangkau oleh manusia seperti mereka.


Suara besar dan berat menggema di dalam ruangan bawah tanah itu. Sebuah makhluk setinggi lima sampai delapan meter muncul dari arah dalam lubang, kemudian melemparkan tatapan permusuhan. Pasir dan bebatuan kecil mukai berjatuhan, akibat guncangan yang datang dari hentakan kaki makhluk besar itu.


Setelah makhluk besar itu sepenuhnya keluar dari ruang dimensi, kemudian suasana menjadi begitu hening dan mencekam. Mavis sendiri masih memperhatikan penampilan orc bertubuh kekar itu. Makhluk berwajah garang dengan ring yang khas menggantung pada lubang hidungnya. Beralih pada pandangannya melihat benda yang digenggamnya, sebuah kapak berukuran tiga sampai empat meter itu bahkan sebesar tubuh Giraldo.


Mata orc itu merah menyala, dengan dengusan napasnya yang bisa Mavis dengar dari jarak yang lumayan cukup jauh.


"Manusia! Peperangan telah berakhir, kami hanya ingin kembali ke daratan utama setelah belenggu dari dewa kalian lenyap! Kami sudah tidak memiliki permusuhan dengan bangsa kalian! Lebih baik kalian segera menyingkir dari jalan atau jangan salahkan kami karena bersikap kasar kepada kalian!" kata orc itu sembari mengayunkan kapaknya hingga menciptakan riak angin yang kuat, dinding ruangan yang berada di dekatnya pun hancur seketika. Hanya menyisahkan retakan dan sisa reruntuhannya saja.


Bayangkan saja, jika orc yang ada dihadapannya ini hanyalah keroco dalam kelompok mereka, lantas seberapa kuat para petinggi dan ketua dari kelompok mereka? Jika Mavis tidak berhati-hati, dia hanya akan menggali kuburannya sendiri. Melawan puluhan atau ratusan orc mungkin hanyalah mainan anak-anak baginya, akan tetapi lain lagi jika sudah dalam angka ribuan atau bahkan jutaan! Perlu diingat kembali, menurut catatan informasi yang Mavis dapatkan mengenai ras orc ini, sejatinya mereka memiliki persamaan dengan para goblin, yaitu berkembang biak dengan sangat cepat.

__ADS_1


"Kamu telah salah paham, aku datang bukan untuk menahan kalian, justru aku ingin menyambut kepulangan kalian." Mavis menahan pundak Mikaela dan mengangguk padanya, mengisyaratkan untuk memberikan jalan untuknya.


Mikaela pun hanya menurut, meski dia khawatir orc bodoh di depan sana akan menyerang tuannya itu, tapi dia lebih memilih percaya kepada sang tuan.


"Apa maksudmu, manusia? Apa kau pikir aku ini lelucon di matamu?" Orc itu menunjuk Mavis dengan kapak panjangnya. Sontak saja para makhluk bayangan mendengus kesal, akan tetapi Mavis sudah mengantisipasinya dengan mengirimkan pesan lewat telepati kepada mereka, dan menyuruh semuanya untuk tetaplah tenang.


"Mungkin bangsa kalian tidak mengetahui tentang kondisi daratan utama saat ini, bagaimana pun kalian baru tiba beberapa saat yang lalu. Perlu aku beritahukan kepadamu, peperangan akan kembali pecah di penjuru belahan benua dan semua ras akan terseret dalam pusaran kekacauan, tak terkecuali bangsa kalian."


"Peperangan kau bilang? Aku tidak berpikir itu akan terjadi lagi di masa ini. Setelah para atasan bangsa iblis dan para dewa banyak yang berguguran, kedua eksistensi itu sudah tidak lagi memiliki kekuatan yang menakutkan seperti dulu. Meskipun perang kembali terjadi seperti yang kamu katakan barusan, bangsa kami sama sekali tidak takut! Kami bangsa orc tidak mungkin kesulitan untuk menangani mereka! Kami tidak akan lagi diperalat oleh salah satu dari mereka, kekuatan kami telah meningkat selama tinggal di dalam penjara dunia miniatur itu."


"Seperti yang diharapkan dari ras yang sudah hidup dari perang kehancuran. Memang, kamu sedikit benar tentang kekuatan kedua ras itu yang sudah tidak lagi sekuat dahulu, bahkan para dewa tidak pernah menampakan dirinya lagi di daratan utama, juga para iblis selama ini hidup bersembunyi dari bayang-bayang. Sekarang ini, dominasi di daratan utama berada di tangan ras manusia, terlebih lagi kekuatan pasukan gereja yang tidak bisa disepelekan, mereka diam-diam telah mencoba memonopoli seluruh kerajaan yang beroperasi di segala penjuru benua."

__ADS_1


"Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu maksudkan! Jika kamu berpikir akan mudah untuk membodohi diriku, maka kamu telah salah besar!"


"Semua yang aku katakan benar adanya. Begini saja, aku yakin kamu tidak punya banyak waktu yang diberikan pemimpinanmu untuk mengintai keberadaan di luar, benar begitu? Aku pun sama, aku tidak ingin membuang-buang waktu untuk percakapan yang tidak perlu ini. Langsung saja, sampaikan pesanku pada pemimpinmu, aku ingin bertemu dengannya untuk membuat sebuah kesepakatan. Tentunya, ini akan menguntungkan kedua belah pihak, aku dapat menjaminnya."


__ADS_2