THE LORD OF THE ANOTHER WORLD

THE LORD OF THE ANOTHER WORLD
Chapter 15 : Tidak Ada Celah Dalam Rencana


__ADS_3

"Pada akhirnya aku membutuhkan dirimu dalam rencana pengepungan kali ini," kata Mavis dengan tenang setelah meneguk secangkir minumannya. Dia melirik sesaat ke arah datangnya kelompok Akio yang perlahan muncul dari bawah anak tangga.


Menyikapkan sesosok pria asing yang sedikit melekat di ingatan Mavis. Tak butuh waktu lama baginya untuk menebak identitas sebenarnya dari pria paruh baya itu. Jujur, Mavis sedikit terkejut pada awalnya dengan perubahannya.


Dia pastilah Keith.


Keith yang dulunya merupakan pria bertubuh kurus dan juga kumuh, kini benar-benar telah bertransformasi menjadi sesosok pria yang begitu menawan. Dia terasa begitu hidup dibandingkan terakhir kali Mavis melihatnya di wilayah perbatasan selatan Kerajaan Sriwijaya. Semua ini pasti berkat ramuan yang dititipkan Lily, sesuai dengan apa yang diminta oleh Mavis.


Ramuan yang dibuat dari mengekstrak bahan-bahan langka, juga dikhususkan untuk memberikan efek pemulihan dari segala cidera di dalam tubuh.


Jika diingat-ingat, pria itu begitu impulsif ketika pertama kali datang ke hadapannya. Dengan kondisi tubuh yang rusak dan tidak memiliki apapun, dia dengan lancang membuat permohonan tegas kepada Mavis untuk menolongnya mencari sang putri dari kerajaan tempatnya berasal.


Ya, kerajaan yang dimaksudkan adalah kerajaan Yukhiro ini.


"Salam Tuan." Pria itu segera mengambil posisi setengah bersujud dengan wajahnya yang berseri. "Di sini aku ingin mengucapkan banyak terimakasih karena selama ini Tuan telah merawat Tuan Putri dengan sangat baik. Selain itu, maaf atas ketidaknyamanan dengan sikap kasarku sebelumnya."


Mavis mengangguk pelan dan menghembuskan napas.


"Berdirilah."


"Tidak perlu membicarakan hal kecil yang tidak perlu, lagipula aku bukanlah orang yang berpikiran sempit. Saat itu aku mengerti kegelisahanmu. Kau datang dengan cerita, hanya saja kondisiku tidak memungkinkan untuk membantu, sementara banyak yang harus kupersiapkan."

__ADS_1


"Dan mengenai Zahard, kau tidak perlu berterimakasih karena dia sudah kuanggap sebagai muridku sendiri."


"Meski begitu, aku tetap berhutang budi dan aku telah bersumpah untuk melayani Tuan mulai dari sekarang," kata Keith.


"Baiklah, aku tidak akan melarangmu untuk melayaniku atau apalah itu, terserah saja. Namun, sebelum kau menyesalinya di kemudian hari, aku ingin meluruskannya terlebih dahulu kondisi bahwa aku akan mengambil alih kekuasaan ini, bukan untuk membantu Zahard mendapatkan kembali posisinya."


Keith tertegun dan tidak bisa berkata-kata untuk beberapa saat. Tidak seperti apa yang ada di benaknya, awalnya dia pikir Mavis akan membantu sang putri untuk mendapatkan kembali tahta yang sudah seharusnya dia miliki.


Keith tidak tau harus menanggapi perkataan Mavis dengan apa, sebelum pada akhirnya Zahard melangkah maju dan mengungkapkan pendapatnya di hadapan semua.


"A-aku tidak membutuhkannya, Tuan!" Begitu kata Zahard dengan suaranya yang sedikit gemetar, dia pada dasarnya menyela di tengah pembicaraan di antara Mavis dan juga Keith. "Tidak peduli siapa identitasku sebenarnya, satu hal yang aku terima dan aku yakini bahwa Zahard yang sekarang adalah muridmu, Tuan! Selama aku bisa bersama Tuan, aku tidak masalah dengan yang lain."


Keith membelalakkan mata, tapi tak lama kemudian disusul dengan senyum yang begitu adil dan dalam.


"Aku akan mengurusnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Juga, kau harus merelakannya. Mulai sekarang tidak ada lagi seorang putri, dia adalah dia yang terlihat. Kau harus memperlakukan dia sebagai muridku," kata Mavis.


"Baik Tuan, aku akan mengingatnya."


Setelah semua urusan yang menyangkut keberadaan Zahard dan juga Keith selesai, Mavis kemudian memberikan arahan tentang jalannya rencana kepada mereka semua yang hadir. Dimulai dari pembagian dua tim yang mana satu bertujuan untuk menarik perhatian para prajurit dan juga petualang yang ada, sementara tim utama mengambil alih tugas di dalam mansion kerajaan.


"Untuk yang akan pergi mengambil alih gerbang depan haruslah Akio, Giraldo, dan juga tambahan kelompok Hawk yang akan menyusul. Sisanya akan pergi bersama denganku ke dalam bangunan utama."

__ADS_1


"Giraldo, kau urus para penjaga agar tidak masuk ke dalam. Setelah tim utama masuk, kau bisa mulai memblokir jalan."


"Luna dan Isabella, kalian berdua bertugas membuka jalan."


"Buster, terus aktifkan visimu untuk mengawasi kordinat para petualang tingkat tinggi dan prajurit yang ada di dalam."


"Tim utama bergerak langsung menuju aula pertemuan."


"Jika sesuai dengan apa yang kelompok Hawk laporkan, Bulan dan Bintang, kalian berdua akan bertugas menangani empat petualang berlencana merah. Ivar dan Momongan, kupikir kalian cukup mampu mengurus satu dari sisanya."


"Bagaimana denganku, Tuan?" Mikaela bertanya ketika Mavis berhenti memberikan instruksi.


"Kau?"


Mavis mengedarkan pandangannya dan melihat mereka-mereka yang belum namanya disebut.


"Firasatku mengatakan bahwa ada hal tak terduga yang akan terjadi di sana, tidak tau pasti. Yang jelas, tugas kalian adalah membereskannya."


"Baik, Tuan."


"Tuan dapat mengandalkan kami."

__ADS_1


"Dimengerti."


__ADS_2