
Rapat singkat itu diakhiri dengan pengalokasian tempat tinggal Mavis, sementara dia akan menepati kediaman sang mantan pangeran. Sebenarnya, awalnya dia berniat untuk menggunakan kamar yang digunakan raja sebelumnya, akan tetapi karena ruangan itu masih dipergunakan sebagai jalan masuk dan keluar ruang bawah tanah, jadi dia tidak punya pilihan lain. Lagipula kamar sang pangeran ini sudah lebih dari cukup membuatnya nyaman.
Oh ya, mengenai pemilik sebelumnya dari kamar ini, Mavis telah menyerahkan kendali atas anak itu kepada para penjaga untuk menahannya di ruangan lain. Dia memutuskan untuk memberi pengampunan kepada pangeran itu. Bagaimanapun, pangeran itu masihlah seorang bocah lima tahun, dia bahkan tidak mengerti jelas apa yang sebenarnya terjadi pada kehidupannya yang tiba-tiba saja berubah. Di samping itu, Mavis masih memilih pikiran yang lurus, dia bukanlah seorang pengecut yang membunuh anak yang tidak bersalah. Tentu, Mavis paham betul meski sekarang pangeran itu tidak lebih dari seorang balita, kelak jika sudah dewasa, anak itu pasti akan menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Dia bisa saja datang untuk membuat masalah dan membalaskan dendam orang tuanya.
Tidak ada yang tau pasti, itu hanya kemungkinan terburuknya.
Menyikapi hal ini, Mavis telah menyiapkan suatu langkah pencegahan.
Yah, meskipun Mavis percaya diri dengan kemampuannya, dia tidak ingin hal kecil yang kelak mungkin dilakukan anak itu bisa membuat rencananya terhambat. Oleh karenanya untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan di masa depan, Mavis sudah memikirkan rencana untuk mengasingkan anak tersebut ke wilayah terpencil di kekaisaran Menara Kembar. Tentunya, dia juga akan memperkerjakan beberapa orang yang bisa dipercaya untuk mengawasi.
__ADS_1
".... Sekarang, ceritakan padaku bagaimana dengan keadaan di sana, apa seburuk yang dikabarkan?" Kembali pada realitas saat ini, Mavis menatap langit biru yang cerah dari arah balkon kamar barunya itu, ditemani dengan Mikaela yang berada tepat di belakangnya, serta beberapa makhluk bayangan yang berdiri tenang di dalam kediamannya.
"Benar, Tuan. Sejauh pengamatan kami sejak tiba di benua utara, atmosfir pertempuran telah melonjak di seluruh kerajaan dan kekaisaran berafiliasi di benua bagian utara. Terlebih hampir sebagian kerajaan yang lebih lemah sudah ditaklukan oleh pasukan dari kerajaan binatang buas. Sampai saat ini pihak mereka terus meluncurkan invasi ke berbagai kerajaan adidaya dan tanpa henti berusaha untuk menaklukannya."
"Bagaimana di sisimu?"
"Sedikit beruntung, tapi bisa dikatakan bukan dalam kondisi yang baik juga."
"Ketegangan terus mengintai seisi kerajaan, tidak ada yang bisa memprediksi kapan perang akan terjadi, hal ini tentu membuat panik para warganya. Sang raja telah memutuskan untuk mengambil tindakan, menutup sementara seluruh akses dengan dunia luar."
__ADS_1
"Di permukaan mungkin ini akan terlihat seperti strategi untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan mereka. Namun, jika melihat ke depannya, aku berpikir bahwa keputusan ini sangatlah buruk, alasannya sederhana, karena semakin lama pihak kerajaan menutup jalur perdagangan, persediaan makanan dan berbagai kebutuhan di gudang mereka akan semakin menipis."
"Benar, Tuan. Aku juga berpikir demikian, akan tetapi tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk mencampuri urusan kerajaan, kami hanya bisa memperingatkan eselon atas mereka."
"Baiklah aku mengerti gambaran kasar dari situasi di sana. Mengesampingkan hal itu, bagaimana dengan persiapan kalian mengunjungi perwakilan dari pihak musuh?" kata Mavis melalui sambungan telepati.
"Kami sudah mendapatkan surat balasan dari salah satu komandan mereka. Menurut isi dari surat tersebut, sosok bernama May dari pihak mereka menginginkan pertemuan rahasia dalam waktu tiga hari dari sekarang. Untuk titik koordinat lokasinya juga sudah mereka sertakan di dalam isi surat."
"Baguslah, mereka akhirnya membalas. Persiapkan segala sesuatunya dengan baik dan juga teliti. Aku mempercayakan misi ini padamu, Samantha."
__ADS_1
"Tuan dapat mengandalkan aku," kata Samantha dengan suaranya yang lembut dari arah seberang sambungan. Pembicaraan di antara keduanya pun berakhir.