
Becca menggeleng pelan ketika melihat tingkah laku saudarinya itu. Kelompok mereka baru saja datang dan bergabung di aula rapat pertemuan, bukannya memberikan salam atau penjelasan terlebih dahulu, Becky malah berbicara dengan nada provokatif di hadapan semua orang yang hadir di tempat itu, tak terkecuali sang raja. Hal ini membuat Pangeran Arslan yang datang bersama rombongan mereka merasakan sakit kepala dan buru-buru berjalan ke depan untuk meluruskan kesalahpahaman ini.
"Lancang! Orang luar seperti kalian berani-beraninya menerobos masuk rapat anggota inti kerajaan? Ke mana perginya para penjaga di luar? Mengapa membiarkan mereka semua masuk?" Setelah menyelesaikan perkataanya, salah satu eselon atas yang kesal pun berteriak memanggil para penjaga. Namun sayangnya, tidak ada satupun tanggapan dari luar. Hal ini membuat kulit pria itu semakin merah dan urat-urat mulai terlihat di sekitar keningnya.
"Nona Lily? Apa maksudnya ini?" Ugo yang saat ini mengambil posisi siaga di depan sang raja juga ikut berkomentar, pria tinggi itu memasang ekspresi tidak puas di permukaan.
__ADS_1
Bukan tanpa sebab, pasalnya Ugo kenal jelas kelompok orang yang tiba-tiba masuk ini merupakan kerabat Lily. Mereka datang jauh-jauh dari benua timur untuk membantu kekaisaran Baratajaya. Beberapa waktu lalu dia dan sang raja telah diperkenalkan langsung oleh Lily. Ugo sama sekali tidak mengerti mengapa mereka tiba-tiba membuat keributan seperti ini? Jelas, tidak mungkin jika alasannya karena mereka ingin mengkudeta tahta kerajaan, terlebih setelah melihat kontribusi besar Lily dalam membantu mereka menangani wabah penyakit di seluruh penjuru wilayah kerajaan. Dia telah menyelamatkan jutaan nyawa, sekarang siapapun mengenalnya sebagai pahlawan yang berjasa bagi kerajaan.
"Dan lagi, Pangeran Arslan? Apa-apaan ini? Jadi Pangeran yang mengizinkan mereka masuk?" Pria berjenggot tebal itu mengkritik sang pangeran begitu muncul dari dalam rombongan tersebut. "Maaf, Pangeran. Tanpa mengurangi rasa hormat, aku hanya ingin mengingatkan. Meskipun Pangeran mempunyai hak untuk ikut dalam pertemuan inti kerajaan, bukan berarti Pangeran dapat seenaknya membawa orang luar tanpa mendapatkan izin terlebih dahulu dari Yang Mulia Raja."
Becky tertawa kecil dan melemparkan tatapan remeh ke arah pak tua itu. "Aku sarankan sebaiknya kau tetap diam jika tidak ingin kehilangan muka nantinya."
__ADS_1
"Nona Becky." Pangeran Arslan mengirimkan isyarat untuk mengambil alih pembicaraan, Becky hanya menghela napas dan mengangguk setuju, lalu memberikan pangeran itu jalan. Dia pun angkat bicara, "Yang Mulia, mohon beri izin untuk aku menjelaskan alasan kedatangan aku dan kelompok utusan dari kekaisaran Menara Kembar dalam rapat ini."
Pangeran Arslan maju lalu mengambil posisi setengah bersujud di hadapan singgasana sang raja. Di sisi lain Ugo yang melihat pangerannya itu memberi hormat segera menghadap belakang, bertanya kepada sang raja tentang kondisi ini. Sang raja pun mengangguk kecil sebagai pertanda bahwa dia mengizinkannya. Kemudian penasihat Ugo kembali berjalan ke sisi sang raja, kini ayah dan anak itu berhadapan satu sama lain.
"Yang Mulia, kami segera datang ke tempat ini begitu mendengar kabar tentang kejadian aneh yang terjadi di pemukiman barat ibu kota. Menurut informasi yang beredar, semua kondisi yang terjadi di lapangan mengarah persis seperti kejadian yang sebelumnya pernah dialami di salah satu kerajaan di wilayah benua bagian timur. Sejatinya ini ada kaitannya dengan salah satu mantra kutukan terlarang yaitu kontrak hidup dan mati," kata Pangeran Arslan dengan mimik serius di wajahnya.
__ADS_1
"Beberapa waktu yang lalu, Nona Samantha telah mendapatkan pengelihatan samar bahwa pelaku di balik insiden kali ini tengah bersembunyi di antara eselon atas kerajaan yang hadir. Oleh karenanya, mohon Yang Mulia memaklumi perkataan Nona Becky sebelumnya, saat mengatakan bahwa tidak ada yang boleh meninggalkan tempat ini, demi mencegah si pelaku melarikan diri."